<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175</id><updated>2011-07-28T22:33:57.396+02:00</updated><title type='text'>Cahaya Malam Kekasih</title><subtitle type='html'>Mengilhami dingin angin yang mengusap lelah, memeluk hujan, berbisik pada bintang, bercerita...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4500464856328344090</id><published>2010-06-21T00:59:00.004+03:00</published><updated>2010-06-21T09:43:27.072+03:00</updated><title type='text'>Rizkiku, rizkimu.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/TB8KAd0JDDI/AAAAAAAAAK0/_gBD9_wnz0c/s1600/From_a_Child_by_Shahirah.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/TB8KAd0JDDI/AAAAAAAAAK0/_gBD9_wnz0c/s200/From_a_Child_by_Shahirah.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485113874280156210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mbak Hesti dan aku berangkat ujian siang tadi bersama. Pulangnya juga kebetulan bareng. Sepulang ujian, kami sepakat untuk mampir ke sebuah toserba untuk membeli kipas angin. Sudah tidak betah rasanya bertahan menggunakan kipas manual. Sedangkan musim panas terus menerus merangkak menuju puncak panasnya. Siang tadi saja 44 derajat celcius. Sungguh panas yang tak biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menahan panas yang terasa menggigit kaki yang sudah terbungkus rapat oleh kaos kaki dan sepatu, kami teguh pada niat untuk membeli kipas angin sebelum pulang ke flat kami. Tapi kami harus menelan kekecewaan saat tak menemukan kipas angin dengan “harga mahasiswa” yang jadi incaran. Begitu keluar ruangan dan kembali disapa sengatan mentari setelah sejenak bisa mendinginkan diri didalam toserba, mbak Hesti mengajukan sebuah usulan, “Kita ke sekretariat aja yuk”. Dengan cepat kepalaku mengangguk setelah bayangan nyamannya sekretariat yang ber-AC itu tergambar di otak. Kaki tak jadi melangkah pulang. Melainkan langsung ke sekretariat dengan membawa oleh-oleh seadanya untuk para mahasiswa yang mendiami aset Pemda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handphoneku berdering. Telepon dari adik angkatku, menanyakan keberadaanku. Tak lama berselang dia sudah berada di sekretariat tempatku berada, langsung bergabung bersama yang lain menonton bola dari tivi 31” di ruang tengah. Tak terasa 3 jam sudah berlalu. Mbak Hesti sempat masak telor balado plus terong tadi. Bahkan aku sudah menyelesaikan satu film, shalat dan lain-lain. Langit kini cukup gelap namun tak mampu menghapus sisa cuaca lewat hembusan hangat sang angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertiga kami menyusuri trotoar jalan menuju pulang; aku, mbak Hesti dan adik angkatku, Romy. Kebetulan flat Romy tak jauh dari flat kami, maka kami berjalan beriringan. Seperti lupa pada kehawatiranku dan mbak Hesti tentang nilai yang akan kami dapatkan atas pelajaran yang diujikan siang tadi. Seperti lupa bahwa 3 hari setelah ini kami akan kembali menghadapi ujian mata pelajaran selanjutnya. Kami tertawa, bercanda, berkomentar pada apa-apa yang kami lihat sepanjang perjalanan pulang, mengacuhkan cuaca yang sangat tidak nyaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah perjalanan kami berpisah. Mbak Hesti pulang menuju rumah, sedangkan aku dan Romy masih harus mampir ke 2 rumah teman kami karena ada janji. Dua jam kemudian aku sudah sampai rumah dan mendapati rumah dalam keadaan sepi. Bahkan kamarku gelap, tak ada orang. “Kemana mbak Hesti?”, tanyaku yang tak mendapat jawaban.&lt;br /&gt;Aku sedang merecharge handphoneku yang off sejak dua jam lalu karena kehabisan baterai, saat sebuah SMS masuk. Dari mbak Hesti.&lt;br /&gt;“Nduk,ak di flat sblh.Iyah,td ak dah mau tdr!Eh,si Eki nlpn ak ngajak makan,sbnrnya suruh ajak kmu! Ak tlp kmu Hpmu g aktif.Yawdah bkn rizkimu!hehe” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum aku membalas SMS tersebut.&lt;br /&gt;“Ho oh Hpku td batrenya hbs sama skali. Ak dpt rizqiku sendiri kok mbak; nonton “Emak Ingin Naik Haji” n pengalaman spiritual tersendiri saat menontonnya”.&lt;br /&gt;“Bagiku itu lebih menyenangkan dari sebuah traktiran makan”, lanjutku dalam hati.&lt;br /&gt;Lalu aku tersentak oleh balasan SMSku sendiri. Selama ini kata-kata “mungkin belum rizqinya” ku pahami sebagai sebuah keadaan dimana ada dua orang atau lebih, mendapatkan kesempatan yang sama. Tapi sebagian dari mereka memperoleh keberuntungan [atau apa yang mereka harapkan] dan yang lainnya tidak. Ada yang bahagia, ada yang sedih. Ada yang beruntung, ada yang tak beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana kalau ternyata kondisinya seperti ini: saat  kita kehilangan kesempatan mendapatkan apa yang kita inginkan, diwaktu yang sama pada hal yang berbeda kita sedang menikmati pencapaian lain yang tidak kita sadari keberadaannya. Jadi sebenarnya tak ada yang benar-benar dalam keadaan sedih. Maka tiap orang memiliki keberuntungannya masing-masing.&lt;br /&gt;Maha Inspiratif Allah dengan segala cerita kehidupan yang Ia tuliskan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4500464856328344090?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4500464856328344090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4500464856328344090' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4500464856328344090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4500464856328344090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2010/06/rizkiku-rizkimu.html' title='Rizkiku, rizkimu.'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/TB8KAd0JDDI/AAAAAAAAAK0/_gBD9_wnz0c/s72-c/From_a_Child_by_Shahirah.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2836430262494512164</id><published>2009-08-28T12:21:00.002+02:00</published><updated>2009-08-28T12:29:13.460+02:00</updated><title type='text'>Once upon a time</title><content type='html'>Aku pernah hampir berhenti menulis. Sampai suatu waktu, seorang kakak memberitahu tentang bagaimana dia menyukai cerita2ku disini. Dan dia selalu mengikuti dan menyimak setiap ceritaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And  know what? Betapa tidak produktifnya aku akhir=akhir ini karena tak lagi menulis. Dan salah satu alasannya adalah karena kakakku itu tak lagi terdengar kabarnya. Apakah  dia masih sesekali mengunnjungi blog ini atau tidak. Kemudian, setelah sekian lama aku lalu menyadari, bahwa gak seharusnya aku berhenti berkarya. Aku harus tetap menulis. Membagi perasaan, menuliskan pengalaman-pengalaman, mengajak orang lain merasakan apa yang sedang dirasakan orang-orang disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus menulis untuk orang banyak. dan aku harus menulis tentang banyak hal. Biar kalau sewaktu-waktu kakakku itu teringat dengan keberadaan blogspot ini, dia akan menemukan banyak cerita yang kutulis, juga untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih kak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2836430262494512164?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2836430262494512164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2836430262494512164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2836430262494512164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2836430262494512164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/08/once-upon-time.html' title='Once upon a time'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2635626201973465967</id><published>2009-06-25T13:41:00.002+03:00</published><updated>2009-06-25T14:28:20.854+03:00</updated><title type='text'>Perasaan Paling Menenangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SkNfL98eJEI/AAAAAAAAAKM/Gve_7kaCFeg/s1600-h/sayang-iwani-.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SkNfL98eJEI/AAAAAAAAAKM/Gve_7kaCFeg/s200/sayang-iwani-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351225441457677378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lately, I used to hate someone. Padahal dia berada didekatku. Tapi gak tau kenapa, aku ma dia jarang bisa "nyambung". kebayang dong, tiap beberapa jam sekali ketemu, tapi yang ada kita tuh cuma diem-diemaaaan terus. Sakit sih. Makan ati. G tau deh. Pokoknya gitu. Bawaannya tuh aku sering berprasangka yang enggak-enggak mulu ama dia. Entah dulu gimana awalnya, tapi setauku kita semakin jauh, semakin ngerasa asing, semakin membenci, asing. Selama ini sih dia baik-baik aja. Karena meski terkesan g ramah denganku dan beberapa org disekitarnya, dia punya sahbata baik yang selalu nyempetin buat main kerrumah dan menghibur dia. Sesekali, sahabat baik dia itu mengajaknya jalan-jalan keluar. Anehnya, meski aku gak memungkiri kalo hatiku seringnya benci tiap ketemu ato berinteraksi ama dia, aku selalu menikmati gelak yang terdengar sampai keluar kamarnya saat sahabat baik dia melontarkan sebuah humor. Aku juga suka matanya yang berbinar setiap kali membuka pintu rumah, dan mendapati sahabat baik dia ada dibalik pintu sana. Ada kelegaan di hatiku pada tiap senyuman yang muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, sahabat terbaiknya pergi berlibur. Hanya sementara, sebenarnya. Tapi sperti yag kuceritakan tadi, hanya sahabat baiknya itu satu2nya orang yang bisa memunculkan ekpresi di wajahnya. "Seluruh hari akan kembali bisu. tak akan ada lagi gelak untuk sementara", pikirku. Aku merasakan sedih yang dia rasakan saat kepergian sahabatnya itu. Aku ingin menghiburnya, tapi urung. Karena kupikir, aku tak akan pernah bisa melakukan hal itu setelah semua yang terjadi diantara kami selama ini. kebekuan tak akan mencair hanya karena sedetik peristiwa. Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam setelah keberangkatan sahabatnya itu, kudengar ada sebuah isak tangis tertahan. Seorang temanku mengetuk pintu kamarnya dan mendapati dirinya menangis. Benar-benar menangis! Benar-benar sedih! Entah dorongan darimana. Mungkin intuisi. Aku sertamerta masuk kedalam kamarnya. Sedangkan teman yang berinisiatif untuk membuka pintu kamar miliknya, hanya terhenti di pintu kamar. Intuisiku bekerja lagi. Aku mengusap kepalanya, merasakan getaran dari isak yang ada. Perlahan, kata-kata pun keluar dari mulutku, mencoba menengakannya. Lalu seketika semua benci dihati hilang. berganti empati. Trus aku nyadar, ternyata perasaan paling menyenangkan adalah menyayangi. Bukan membenci.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2635626201973465967?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2635626201973465967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2635626201973465967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2635626201973465967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2635626201973465967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/06/perasaan-paling-menenangkan.html' title='Perasaan Paling Menenangkan'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SkNfL98eJEI/AAAAAAAAAKM/Gve_7kaCFeg/s72-c/sayang-iwani-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-817235706821555110</id><published>2009-06-09T23:15:00.003+03:00</published><updated>2009-06-10T00:00:34.145+03:00</updated><title type='text'>dont U think so?</title><content type='html'>I was underestimate her, when my mate call me to see her performance in one of talent competitions. For the first, I surely underestimate her. Just because of her behaviour, and I think that she's too old, to join that competition. But when I hear she's singing completly, I hum, "damn myself. However, we couldnt "see the book just by the cover". And, dont know what to say, just check it by your self, and You'll think the way I think.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-c78d1b2d668910cc" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v14.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc78d1b2d668910cc%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330411710%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D613290F982920AA745F045A40D81C95484BE7F62.6C7EB8A786D2D036A3F715B86BCEA19808E81C37%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc78d1b2d668910cc%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DI4XeKA6jngwrGhQUlWi1MwIYteM&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v14.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc78d1b2d668910cc%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1330411710%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D613290F982920AA745F045A40D81C95484BE7F62.6C7EB8A786D2D036A3F715B86BCEA19808E81C37%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc78d1b2d668910cc%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DI4XeKA6jngwrGhQUlWi1MwIYteM&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-817235706821555110?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=c78d1b2d668910cc&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/817235706821555110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=817235706821555110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/817235706821555110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/817235706821555110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/06/dont-u-think-so.html' title='dont U think so?'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1912290727544832156</id><published>2009-06-09T21:50:00.004+03:00</published><updated>2009-06-09T22:53:11.564+03:00</updated><title type='text'>Empek-empek</title><content type='html'>Suara gemerincing kunci-kunci yang saling berbenturan, mengisyaratkan siapa yang datang&lt;br /&gt;"Kak Alin...", sapaku begitu segurat wajah muncul setelah pintu terbuka. Benar dugaanku. Cuma kak Alin yang punya kunci segitu banyaknya, entah kunci apa saja, yang digabung pada satu gantungan kunci. Dia menjawabku dengan senyuman khas miliknya. Sebuah senyuman tulus. Ia tampak sedikit repot mengatur kantong belanja yg memenuhi genggamannya saat hendak melepas sepatunya. Aku berdiri membantunya membawakan kantong-kantong itu masuk kedalam rumah. Kebetulan aku sendirian diruang tengah. Yang lain sedang bertapa didalam kamarnya masing-masing. Entah melakukan apa saja.&lt;br /&gt;"Abis belanja ya kak"&lt;br /&gt;"Iya tuh. Tadi, mampir ke supermarket bentar. Aku jg tadi abis mampir restoran Indo, trus beli empek-empek buat kalian". Ceritanya.&lt;br /&gt;Fitri tampak keluar dari kamarnya. Hanya menoleh sebentar kemudian berlalu begitu saja. Dia buru-buru ke kamar mandi, tampaknya. Kak Alin menyandarkan punggungnya diatas kursi ruang tengah, lelah. Aku kembali pada kesibukanku tadi, nonton TV.&lt;br /&gt;"Lho Rin, dibuka lho empek-empeknya. Itu kan buat kalian". Aku nyengir gak ihlas. Karna sebenarnya aku gak begitu doyan empek-empek. Bukan apa-apa, tapi mungkin karna aku tidak benar-benar pernah mencoba merasakan makanan itu.&lt;br /&gt;Kak Alin menawarkan kembali untuk menyantap empek-empek yang sengaja dibawanya untuk kami. "Tolong dong, klo gak keberatan, panggil juga Fitri dan teh Jaja ya". Begitulah kak Alin, tutur bahasanya halus sekali. Aku suka.&lt;br /&gt;Akupun beranjak memanggil semua anggota flat kami untuk makan empek-empek bareng. Empek-empek ditaruh pada mangkok besar. Lalu kuahnya dituangkan diatasnya. Sendokpun sudah pada mangkok masing-masing kami.&lt;br /&gt;"Hwaaa.. Empek-empek...", ucap teh Jaja, lebih pada kalimat, "selamat makan...", begitu kira-kira. Kulihat semua orang, kecuali aku, langsung menyendok secuil empek-empek lalu menambahkan kuahnya dalam satu suapan. Aku yang tak pernah benar-benar disuguhi empek-empekpun sudah mulai tergoda dengan bau khas dari kuahnya. Membuat selera makanku langsung bergeliat muncul. Aku melakukan hal yang sama seperti yang lain. Dan saat indra perasaku bekerja mencicipi rasanya.. wuiiihh aku langsung bertekad, "kapan-kapan aku harus beli empek-empek lagi sendiri", padahal yang didepanku saja belum lagi habis. Manusia serakah sepertiku ini masih saja ada ya. Aku menggeleng-geleng sendiri dalam diamku sambil menikmati empek-empek itu.&lt;br /&gt;"Waaah.. kak Alin gi dapat rizqi banyak yha", sekarang Fitri yang urun suara. &lt;br /&gt;"Nggak banyak kok. Tapi, cukuplah untuk beliin kalian ini", jawab kak Alin sambil menunjuk semangkok empek-empek didepannya dengan dagunya. Teh Jaja menelan isi didalam mulutnya hendak ikut bersuara,&lt;br /&gt;"Lha kalo bisa ngebeliin kita empek-empek gini ya lumayan lah rizqinya. Sering-sering aja Lin, heheheh..", gurauan teh Jaja disambut gelak yang lain.&lt;br /&gt;Kak Alin mengusap bibirnya dengan tissue, kemudian menjawab, &lt;br /&gt;"Alhamdulillah, Teh. Teteh inget g? Beberapa minggu yang lalu Alin dapet job gedhe. Honornya aja 10kali lipat dari yang Alin dapat sekarang ini. Tapi ya gitu deh, gak tau gimana, duitnya udah abissss aja. Nah sekarang Alin dimintain tolong kecil-kecilan. Gak taunya dapet bonus nih". kak Alin nyengir.&lt;br /&gt;Ia meletakkan mangkoknya yang menyisa sedikit kuah didalamnya. Sedang empek-empek dan mie yang jadi campurannya, habis tak tersisa.&lt;br /&gt;"Ternyata duit banyak itu gak menjamin kebahagiaan yha", kata kak Alin tiba-tiba. "Buktinya, sore ini aku bener-bener ngerasa legaaa banget bisa nraktir kalian, meski cuma empek-empek. Tapi pokoknya seneng. Karena aku bisa berbagi kebahagiaan yang kurasakan, pada orang lain. Sedangkan dulu pas duitku banyak, aku gak bisa beli apa-apa buat kalian. Bahkan rasanya, kebutuhanku sendiri belum sepenuhnya bisa terpenuhi dengan uang sebabyak itu". Ia menaikkan kedua bahunya, tak mengerti. Lalu disambut senyum "mengerti" dari Fitri dan teh Jaja. Sedang aku sendiri cuma manggut-manggut dan menyuapkan satu sendok terahir empek-empekku.&lt;br /&gt;"Kayaknya beli empek-empeknya kapan-kapan aja deh. Satu ini aja udah kenyang banget", gumamku, kemudian membaca hamdalah memungkasi acara makanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1912290727544832156?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1912290727544832156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1912290727544832156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1912290727544832156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1912290727544832156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/06/empek-empek.html' title='Empek-empek'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2333204374713092909</id><published>2009-05-15T00:04:00.002+03:00</published><updated>2009-05-15T00:28:24.753+03:00</updated><title type='text'>Wajahku Hatiku</title><content type='html'>Once upon a time, aku dan Miella bersepakat untuk  berniat mendownload soundtrack film "Perempuan Berkalung Sorban" yang dinyanyikan Siti Nur Haliza itu dari Youtube. Tak henti-hentinya kami bersepakat pula membahas segenap kecantikan Sang penyanyi. Kecantikan wajahnya. Kecantikan Suaranya. Kecantikan hatinya. &lt;br /&gt;"Tapi sayang ya dia gak pake jilbab." celetuk Miella&lt;br /&gt;"Eh, meski gak pake jilbab, tapi aku g pernah lho melihat dia pakai pakaian mini atau yang aneh-aneh. Pakaiannya selalu sopan. Modis lagi." Miella meneruskan sendiri pembicaraannya. Aku tersenyum. Iri.&lt;br /&gt;"Haaahh.. Beruntungnyaaa..," kini aku yang melontar komentar.&lt;br /&gt;"Eits, tenang Kak. Kita juga bisa kok jadi secantik dia", Miella.&lt;br /&gt;"Apanya? Kalau kecantikan hati sih mungkin masih bisa dibentuk. Nah kalau kecantikan dhahir? Menurutku, g mungkin dong aku ganti wajahku dengan wajah orang lain yang cantik. Tapi kalau ngebenerin kecantikan hati sih masih memungkinkan."&lt;br /&gt;"Eh, kata siapa kakak jelek? Kakak tuh manis lhoo. Kak Nirel juga bilang gitu kok."&lt;br /&gt;"Whatever.. Yang pasti aku ngaca selama 21 tahun dan aku gak seperti apa yang kamu bilang. Jadi, yang masih mungkin dibentuk adalah hatiku. Biar menjadi cantik. Sayangnya, hatiku pun sudah terlanjur busuk! Sial".&lt;br /&gt;"..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2333204374713092909?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2333204374713092909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2333204374713092909' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2333204374713092909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2333204374713092909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/05/wajahku-hatiku.html' title='Wajahku Hatiku'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-5768772480222034091</id><published>2009-05-12T18:45:00.003+03:00</published><updated>2009-05-12T19:41:11.568+03:00</updated><title type='text'>Untuk siapa??</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu aku dapet offline dari beberapa teman dengan isi yang sama. Sebuah kata-kata bijak dari salah satu tokoh dunia. Aku lupa gimana tepatnya kalimat itu tersusun. Tapi intinya, "hiduplah kita dengan sepenuh hati. Dengan perasaan ihlas menjalaninya. Berikanlah yang terbaik untuk hidupmu dan untuk orang lain. Dan berikan sebanyak-banyaknya. Perlakukan orang lain, seperti kau ingin dipelakukan oleh orang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus ya kalimatnya. Bener tuh yang dikatakan, "Berikan yang terbaik dan yang sebanyak-banyaknya untuk kehidupan kita dan untuk orang lain". Biasanya, tanpa kita sadari, kita tuh sering lho menuntut banyak dari orang lain dan dari kehidupan kita. Padahal kita pun sebenarnya belum memberikan banyak. Kalau mau mencerna lebih dalam, kehidupan ini layaknya sebuah kaca benggala. Ketika kita tersenyum pada kehidupan, maka hidup juga akan tersenyum balik pada kita. Iya to?&lt;br /&gt;Coba inget-inget, Pernah nggak mengalami masa dimana kamu tuh bete banget. Abis itu semua orang kena marah dari kamu, kamu cuekin, kamu gi males untuk care ma temen sekost-an ato temen kelas dll. Trus apa yg kamu dpt? pasti mereka juga jd jutek kan ke kamu, jd gak care ama kamu dan itu malah semakin memperburuk kondisimu yang lagi bete. Misalnya aja kamu pas bete gitu, hirup udara segar diluar sana dalam-dalam. Hirup, nikmati, syukuri. Lalu hembuskan nafasmu perlahan. Ulangi beberapa kali. InsyaAllah akan mengurasi beban yang rasanya nyeseg di dada. Nah kalo gi ngerasa bete dirumah, ya keluar aja bentar. Nyari suasana baru. Kalo dah ktemu temen diluar sana, dan kamu datang dengan senyuman, mereka pun akan menyambutmu dengan senyum yang sama. Alih-alih, mereka memberikan hiburan dan kegembiraan yang saat itu gak kamu dapetin dirumah dan menghapuskan dukamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi inget, keluar rumahnya jangan lama-lama, apalagi sampe niat untuk gak balik pulang. Dunia yang bulat ini berputar kok. Dunia yang kecil ini juga bakalan fana, rusak, g abadi. Tangis dan tawa itu tak akan selamanya. Bisa jadi, suatu saat dunia baru menyenangkan yang baru-baru ini kamu temukan juga akan memberikan luka untukmu. &lt;br /&gt;So, hiduplah dimana saja, kapan saja, berikan yang terbaik, sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aniwei, dari kalimat yang panjang lebar diatas tadi, kalimat terahir aku gak setuju. Kenapa kita harus memperlakukan orang lain seperti bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain? Kan kalimat sebelumnya udah jelas, "berikan yang terbaik untuk kehidupan dan untuk orang lain. Sebanyak-banyaknya". Tanpa harus ada embel-embel dan ngarep bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama pada kita. Soalnya nih, kebayang gak sih kalo setiap tindakan baik yang kita lakukan, berdasar pada keinginan kita untuk diperlakukan seperti apa yang udah kita lakukan untuk orang lain. Kita ngasih sedekah ke fakir miskin, dengan harapan, suatu saat Allah akan membalasnya -entah lewat siapa- dengan kebaikan. Lha iya kalo kita bisa exactly know balasn itu berwujud seperti apa. Kan nikmat Allah itu beraaaagam banget. Beda kalo kita main email-emailan. Kita bisa dengan mudah nge-check apakah email balasan udah kita terima ato belom. Nah kalo balesan itu dari Allah, bisa beragam banget kan bentuknya. Diberi izin untuk masih menghirup udara dengan normal(lewat hidung lalu mengalir ke paru-paru), masih diberi anggota tubuh yang utuh, gigi yang genap(cuma agak bolong-bolong dikit gerahamnya), masih bisa membagi senyum, dll itu kan merupakan anugerah yang oftenly didn't noticed by us. Hayo ngaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita dah ngasih sesuatu ke org lain. Trus berharap bahwa orang lain melakukan hal yang sama, bisa "makan ati" nih kita kalo balasan itu ternyata tak kunjung datang. MIsalnya, kita ngalah karena ngeliat piring kotor yang menumpuk dirumah. Padahal harusnya tiap orang rumah tahu, "barang siapa ngotorin piring ato gelas, dia juga yang bertanggungjawab mencucinya". Tapi apa kenyataannya? Just do the thing you think it's right. Inget, tanpa harus berharap bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama lho ya.. Soalnya gini, kamu pasti bakal gondok kalo ternyata kejadian tadi berulang-ulang dan selalu saja kamu yang kebagian nyuci cucian milik orang lain. "Yawdah, klo gt tuh cucian diemin aja". Gimana kalo semuanya ternyata pada g peka dan kamu adalah 'the chosen one' untuk melakukan semuanya. Karena kalo bukan kamu yang dengan lapang dada melakukan semuanya, siapa lagi? Mengalah bukan berarti kalah kok. Toh, asalkan kita gak ngarep bahwa orang lain akan melakukan seperti apa yang udah kita lakukan untuk orang lain, semuanya akan terasa lebih ringan. Jadiiii, "berikan yang terbaik untuk hidup kamu dan untuk orang lain, sebanyak-banyaknya. Itu saja". Keep smile yha.. ^-^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jika surga dan neraka tak pernah ada-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-5768772480222034091?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/5768772480222034091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=5768772480222034091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5768772480222034091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5768772480222034091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/05/untuk-siapa.html' title='Untuk siapa??'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-5899675171913625438</id><published>2009-05-04T05:38:00.004+03:00</published><updated>2009-05-04T06:47:32.034+03:00</updated><title type='text'>I know you exist</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/Sf5lOJjd09I/AAAAAAAAAKE/BFL1oszHDzE/s1600-h/7a186de5f287c0729d9b786a4605eca01224735884_full.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/Sf5lOJjd09I/AAAAAAAAAKE/BFL1oszHDzE/s200/7a186de5f287c0729d9b786a4605eca01224735884_full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331810302610494418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CImam%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CImam%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-Kenangan selalu ada. Bagi mereka yang memang ingin mengenangnya, atau tak sengaja terkenang begitu saja. Pahit atau manis, kenangan tetap dengan bentuknya. Atau mungkin ini aku yang sekarang takut untuk "mengenang"? Hawatir kalau-kalau aku malah akan terhenti dan larut lagi dalam kenanganku. Maaf karena aku tak pernah tahu, apakah kau tetap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;hanyou &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;atau memilih menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;yokai, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menjadi seperti Sesshomaru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Sama seperti ketidaktahuanku, apakah kau bersamaku atau sedang bersama Kikyo. Yang aku tahu, I know that you exist, for me, for Kikyo, for your sword Tessaiga, or even for them-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-5899675171913625438?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/5899675171913625438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=5899675171913625438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5899675171913625438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5899675171913625438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/05/i-know-you-exist.html' title='I know you exist'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/Sf5lOJjd09I/AAAAAAAAAKE/BFL1oszHDzE/s72-c/7a186de5f287c0729d9b786a4605eca01224735884_full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6823650578779555991</id><published>2009-04-14T13:46:00.003+02:00</published><updated>2009-04-14T14:30:15.072+02:00</updated><title type='text'>Bukan Kemarin</title><content type='html'>Gundah masih menjajah&lt;br /&gt;Resah masih menggelayut, membuat semua yang terjalani kembali tak berarti. Jalan yang sering kunikmati bersamaMu kini hilang sudah. Tak ada lagi Engkau. Atau aku yang lupa bagaimana cara merasaiMu. Mungkin pula Engkau yang telah berpindah tempat. Dari hati kemudian beranjak sekedar bertengger di otakku. Kini hadirMu tanpa arti, tanpa rasa, tanpa&lt;br /&gt;kata-kata. Jalan yang dulu kita lalui sekarang telah kulupa. Aku hanya memintaMu membawaku kembali kemasa-masa itu, dan jangan pernah lagi mengambilnya. Dariku, pun juga darinya, dari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundelan tanya yang kulayangkan padaMu tak terjawab. Pada  hari kemarin. Kenapa tak langsung memberikan jawabannya? Kenapa membiarkanku tersesat jauh lagi? Kenapa aku masih saja bertanya jika aku meyakini bahwa Kau punya rahasia dibalik semua ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat Kau kini telah memberikan jawaban padaku. Bukan langsung dariMu. Tapi lewat lumpur-lumpur kotor itu; yang ternyata menyimpan mutiara. Dan mutiara itu tetaplah mutiara. Meski didalam lumpur, kilaunya tetap.&lt;br /&gt;Ketika jawaban yang kunanti itu ahirnya datang. Sekarang. Bukan kemarin. Bukan juga lewat wali-wali para pewaris NabiMu sebagaimana yang aku harap bisa menenangkanku dengan semua kebingunganku, "apa yang harus kutinggalkan; aku lupakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang, saat hawa panas menyerupai cuilan asap-bergemuruh yang memenuhi neraka terasa sampai ke bumi. Ketika aku merebahkan tubuhku dan serta-merta busa yang menyangga seluruh beban tubuhku menjelma lumpur. Lumpur hidup yang terus menyeretku kedalam tanyaku sendiri. Lumpur kotor-menjijikkan yang ternyata malah membuatku nyaman. Lumpur hitam-lengket yang ternyapa menyimpan mutiara, yang memancar mencuat dari dasarnya. Dan aku malah menikmati untuk berlama-lama berada disana. Tapi sebuah kesadaran menarikku keluar dari lumpur itu. Yang saat aku telah berada ditepiannya, yang kusangka lumpur ternyata adalah tumpukan mahkota bunga mawar putih, semerbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertipu. Oleh semua yang kulihat. Diriku sendiri. Tetap saja, terimakasih Allah, karena jawaban itupun ahirnya datang. Meski hari ini. Dan bukan kemarin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6823650578779555991?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6823650578779555991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6823650578779555991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6823650578779555991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6823650578779555991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/04/bukan-kemarin.html' title='Bukan Kemarin'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2795462391463304727</id><published>2009-04-13T12:10:00.002+02:00</published><updated>2009-04-14T13:42:29.596+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Diri ini bukan seperti yang kau kenal, Fa&lt;br /&gt;Ini bukan jasad dengan sebuah nama&lt;br /&gt;Pergulatan yang memenuhi dada antara malaikat dan setan kini telah dimenangkan&lt;br /&gt;Oleh Setan&lt;br /&gt;Tidak ada lagi malaikat&lt;br /&gt;Malaikat telah mati&lt;br /&gt;Tapi benarkah malaikat bisa mati?&lt;br /&gt;Setan berkuasa, setan memelukku erat.&lt;br /&gt;Tapi aku merasa aku masih mampu melihat cahaya&lt;br /&gt;Darimana?&lt;br /&gt;Lalu suara-suara menjawabku&lt;br /&gt;-Bukankah api-api sumber kehidupan para setan itu juga memancarkan cahaya?-&lt;br /&gt;Apakah sebagaimana cahaya yang para malaikat tercipta?&lt;br /&gt;Benar katanya&lt;br /&gt;-Ketika sebuah kata dari hati yang terluka menjadi sebuah sabda-&lt;br /&gt;Yang aku hina&lt;br /&gt;Bahkan Sang lacur demi mencukupi hidupnya adalah lebih mulia dibandingkan aku&lt;br /&gt;Nama ini tinggal nama&lt;br /&gt;Jasad ini tinggal jasad&lt;br /&gt;Bergeming, entah digerakkan setan atau malaikat yang ternyata masih tinggal&lt;br /&gt;Jawaban yang ku pertanyakan pun tak kunjung ku dengar&lt;br /&gt;Bolak-balik&lt;br /&gt;Morat-marit&lt;br /&gt;Komat-kamit&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku berada dimana?Aku tidak tengah diantara golongan kanan; mereka yang mengimanimu, yang selalu tergetar pada ayatMu, beribadah padaMu meski tanpa iming-iming surga lalu Engkau datang dengan janjiMu&lt;br /&gt;Apa aku ditengah kiri; mereka yag mengingkari dan tak pernah sekalipun menghiraukan ayatMu lalu Engkau datang dengan siksaMu. Tapi Tuhan, rasanya aku bukan bagian dari keduanya. Lalu aku dimana? Dan Engkau dimana? Masihkah bertahta dalam hatiku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2795462391463304727?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2795462391463304727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2795462391463304727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2795462391463304727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2795462391463304727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/04/diri-ini-bukan-seperti-yang-kau-kenal.html' title=''/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8696409654139626525</id><published>2009-03-16T12:46:00.003+02:00</published><updated>2009-03-16T13:35:24.164+02:00</updated><title type='text'>Malesnya berangkat ke sekolah</title><content type='html'>Pagi tadi matahari sudah cukup tinggi menyingsing pas aku bangun tidur selepas subuh tadi. Jam 8.20, mataku melirik hape yang selalu setia berada didekat bantalku sepanjang malam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wah, hari ini musti masuk sekolah ni. &lt;/span&gt;Aku menggeliat mengusir rasa malasku. Tapi malah kugulung badanku dibawah selimut saat sejenak kemudian aku disambut angin dingin. Ya, belakangan cuaca diluar memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unpredictable&lt;/span&gt;. Kemarin-kemarin sempat badai debu selama tiga hari gak berenti-berenti. Padahal saat ini kan winter. Beberapa hari yang lalu aku malah sempat salah kostum. Pas aku ngecheck udara dengan cukup keluar ke balkon kamar flatku tu panas. Eh taunya, pas malemnya kan aku masih diluar, nah udaranya jadi berubah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;windy &lt;/span&gt;plus duingiiiin banget. Hadooooh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sebagaimana cuaca yang gak ketebak itu pula yang jadi alasan pendukung kenapa aku jadi ngelasa males-malesan berangkat sekolah pagi ini --halah, emang kamunya aja kali yang males O'--. Yah, setelah pergulatan suara hati yang begitu sengit -halah-, dan setelah menimbang baik-buruknya, ahirnya diputuskanlah untuk berangkat ke sekolah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin.. Ya, diluar dingin. Tapi dengan semangat '45 demi tak ingin mencecap pahit yang pernah terasai olehku dulu, aku pun berangkat ke sekolahku yang tidak mengharuskan muridnya hadir setiap hari itu. Ah, rasa malas dan berat itu memang hanya terasa saat aku masih diatas kasur tadi. Toh setelah aku melangkahkan satu kakiku, semuanya terasa ringan. Apalagi setelah sampai disini, di sekolahku. Uuuuuughh... wangi angin yang sangat menyenangkan disini. Berdasar tata letak sekolahku, kelasku terletak setelah kampus kedokteran gigi dan kantin sekolah. Jadi saat datang dari gerbang sekolahku, kalian akan melewati gedung untuk anak-anak psikologi. Disusul selanjutnya kampus kedokteran gigi itu tadi yang sebagian kelasnya dipakai untuk anak theologi tingkat 1. Berjalan semakin jauh dengan struktur bangunan yang semakin masuk kebawah -seperti tertanam didalam bumi- maka kemudian dua kantin berjajar penjual macam-macam sandwich, pizza dan snack-snack ringan beserta minumannya. Nah, setelah itu baru deh urutan kelasku yang terletak di bangunan lama sekolahku -universitasku, maksudnya- :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah aku tuh paling suka kalo berada di area kantin sini. Karena disini ini tempatnya para bidadari berkumpul. Entah mereka itu baru hendak masuk kelas, atau selesai mengikuti kelas pelajaran mereka, atau mereka yang hanya menjadikan kantin ini tempat janjian dengan temannya. Entah. Tapi aku suka saat berada disini. Aku bisa melihat banyak bidadari. Mau kecantikan yang sepeti apa? Jutaan kecantikan ada disini. Mau bentuk hidung bangir seperti apa? Kekreatifan Tuhan ada disini. Mau style baju yang kaya' apa? Semua ada disini. Bidadari-bidadari itu memang tidak pernah tahu bahwa seorang manusia sedang menikmati keindahan mereka disini. Ah, kalau sudah begini rasanya menyesal juga kenapa tadi sempat terbersit untuk malas ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tak dicurigai oleh bidadari-bidadari itu, aku meneruskan perjalananku seperti biasa. Kemudian hatiku dikagetkan oleh sebuah pandangan sepasang mata didepan sana. Itu Zanuba!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hei, apa kabar mbak? sehat kan?&lt;/span&gt; Aku menyapa bidadri itu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hamdulillah.. Baru mau masuk kelas ya?&lt;br /&gt;Iya nih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hup. Sebuah tangan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;mungil menyelinap masuk&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dicelah lenganku dan menggandengku&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Pagiiiii, &lt;/span&gt;sapanya. Sekarang Lilis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oke deh, aku juga mau ngurus administrasi untuk perpanjangan izin tinggal&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dulu ya&lt;/span&gt;, Zanuba pamitan. Kujawab dengan senyum. Aku menuju kelasku ketika dari belakang terdengar seseorang memanggil pelan namaku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ukhtiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, &lt;/span&gt;teriakku saat tahu siapa yang berada dekat dibelakangku. Entah kapan terahir aku ktemu ukhti Zulfa, yang aku tahu aku begitu merindukannya. Merindukan wajah teduhnya yang selalu tertutup cadar dan hanya menyisakan kilau matanya tiap berada diluar rumah. Dan aku juga merindukan cerita-ceritanya, dan senyumannya. Aku memeluknya erat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, terimakasih karena mentakdirkan aku untuk ke sekolah, jadi aku bisa ketemu teman lamaku, Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku berjalan pelan bersama ukhti Zulfa saat beberapa jarak dariku ada bidadari lain yang lewat begitu saja&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;br /&gt;Ebah!! &lt;/span&gt;panggilku sedikit berteriak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hwaaaaa... O'o.... &lt;/span&gt;Kecantikan itu mendekatiku. Cipika-cipiki. Sebentar bertanya kabar dan membuat janji. Iya, hanya sebentar pertemuan kami tapi membuatku selalu mensyukuri takdirku hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kelas diahiri, aku pun keluar dan beranjak meninggalkan sekolah. Ketika berada di taman sekolah, aku berteriak histeris ketika melihat bidadari lain yang menghampiriku; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chopi....&lt;/span&gt; Itu juga ada Jessy, ada Putri. Hwaaaa.. Allah, hari ini aku ktemu banyak banget temen-temeeen..&lt;br /&gt;Mereka yang, bagiku mungkin butuh waktu lebih dari sehari jika sengaja menyempatkan diri maen kerumah mereka masing-masing yang terpisah-pisah. Tapi cuma dengan berangkat ke sekolah, aku bisa ktemu mereka, menyapa mereka, bercengkrama dengan mereka, memeluk mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makasih Allah, meski sempet males, ahirnya tadi aku berangkat sekolah juga &lt;/span&gt;^0^&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8696409654139626525?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8696409654139626525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8696409654139626525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8696409654139626525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8696409654139626525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/03/malesnya-berangkat-ke-sekolah.html' title='Malesnya berangkat ke sekolah'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1685413732550166442</id><published>2009-03-13T14:20:00.002+02:00</published><updated>2009-03-13T16:07:37.538+02:00</updated><title type='text'>Pelukan</title><content type='html'>Pernah baca "Chicken Soup for Soul" gak? Dulu pas ulang tahunku ke 17, Kakakku yang cowok --kakak pertamaku-- ngasih aku hadiah buku itu. Isinya tu, uuughh... baguuuuus banget. Membangkitkan semangat, menentramkan jiwa, memberikan alasan-alasan logis kenapa kita harus berbuat baik, tentang kekuatan senyuman, dan satu lagi;manfaat sebuah pelukan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, tersebutlah sebuah keluarga kecil ditengah hutan belantara. Bukan. mereka bukan tinggal sendirian. Mereka memiliki tetangga disekitar rumah mereka. Namun sayangnya, lingkungan tempat mereka berada adalah sebuah lingkungan padat penduduk tanpa keramahan. Hidup mereka dipisah oleh daun pintu rumah. Begitu daun pintu sebuah rumah itu tertutup, maka terputus pula segala bentuk interaksi dengan dunia luar, kecuali interaksi yang terjadi didalam rumah itu sendiri. Bahkan bukan tidak mungkin, didalam rumah itu sendiri kehidupan pun masih dipisah, oleh hal yang sama;daun pintu kamar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Nila, Mila dan Kila. Sebagai bungsu, justru Nila menjadi anak paling rajin diantara kedua saudara tuanya. Setiap pagi dia membereskan ruang tamu, mencuci piring sisa makanan pada malam lalu dan membereskan apa-apa yang perlu di rapikan. Begitu yang terjadi sepanjang pagi di tiap harinya.&lt;br /&gt;Sesekali, Nila merasa jenuh juga jika harus terus-menerus mengalah menghadapi sikap acuh takacuh kedua kakaknya.&lt;br /&gt;"Kalau kamu merasa lelah untuk mengalah, berarti kamu selama ini tidak benar-benar mengalah ya?", begitu tanya Nila pada dirinya sendiri. Dan kalimat sama yang diulang-ulang didalam otaknya itulah yang membuat dia bertahan.&lt;br /&gt;Namun apa mau dikata, sebuah kewajaran ketika Nila tidak lagi mampu bertahan dengan semua kegiatan monoton yang dilakukannya sehari-hari .&lt;br /&gt;Paginya pun berubah. Yang tadinya penuh dengan kegiatan, sekarang hanya diisinya dengan tidur, tidur dan tidur. Padahal Nila sudah tidur semalaman, tapi ya mau gimana lagi.&lt;br /&gt;"Masa aku lagi yang masak sarapan? Masa aku lagi yang beres-beres rumah? Masa aku lagi...??!!", batin Nila. Dan suara-suara yang biasa memberi semangat Nila untuk melakukan banyak hal, kini bisu. Tak terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya suasana musim dingin tidak hanya terjadi diluar rumah saja. Bahkan, masuk hingga kedalam rumah Nila sekeluarga. Nila kini yang juga jadi ikut-ikutan acuh-takacuh. Rumah berantakan, gak ada lagi sarapan tiap pagi, piring menumpuk di wastafel dapur.. Ah, semuaaaanya kacau.&lt;br /&gt;Rapat keluarga pun digelar. Nila mulai disidang oleh kakak-kakaknya.&lt;br /&gt;"Nila, kamu kenapa sih ahir-ahir ini kok berubah?", tanya Kila si sulung.&lt;br /&gt;"Kakak udah jarangn melihatmu terbangun saat kakak bangun. Biasanya kan kamu yang paling awal bangun dirumah kita", sambung Mila.&lt;br /&gt;"Iya! Aku yang paling awal bangun. Aku juga yang membereskan rumah. Selama ini juga aku yang menyiapkan sarapan. Aku, yang sering membereskan semua apa yang kalian tinggalkan. Dan kalian gak pernah tahu hal itu, karena kalian saat itu masih tertidur!!!", Nila berteriak membela diri. Dan suara hatinya itu hanya terdengar oleh telinganya sendiri. Sedangkan Mila terlihat bingung dengan sikap adiknya yang bungkam.&lt;br /&gt;"Ya sudah", kata Kila memutuskan, "sekarang kita buat kesepakatan, bagaimana kalau kita menjaga dan memelihara rumah kita bersama-sama." Sambungnya.&lt;br /&gt;"Lho, memang seharusnya begitu!", protes suara hati Nila.&lt;br /&gt;Hati Nila nelangsa, batin Nila tersiksa. Entah kenapa, Nila merasa kata-kata kakaknya barusan begitu menyakitinya. Seolah selama ini rumah memang tak terurus. Tapi bukankah selama ini Nila yang membereskan semuanya? Meski memang mungkin kakak-kakaknya tidak perrnah tahu karena mereka pasti masih terlelap saat Nila melakukan semua aktifitasnya dipagi buta. Nila ingin menangis, Nila ingin melelehkan semua sakit hatinya lewat airmata yang mengaliri pipinya. Tapi Nila tidak ingin menangis didepan kakak-kakaknya. Nila tidak mau terlihat lemah didepan mereka. Biar saja Nila yang merasakan semua. Tak perlu lah memberitahu mereka bahwa selama ini justru Nila yang telah melakukan banyak hal untuk mereka. Nila ingin menangis, Nila ingin dipeluk...&lt;br /&gt;Hati Nila semakin terbebani saat diingatnya bahwa biasanya Peri Bunga selalu datang menawarkan pelukan saat dia ingin menangis seperti saat ini. dan entah bagaimana, Nila tak pernah tahu, pelukan hangat dari Peri Bunga yang tubuhnya lebih kecil dari Nila itu mampu memberikan kehangatan yang mengaliri seluruh tubuhnya melebihi jaket bulu panjang yang sering dikenakannya saat musim dingin. Tapi kini sedang musim dingin, Peri Bunga tak mungkin berada diluar sana. Karena peri bunga hanya muncul di selain musim ini.&lt;br /&gt;Lalu Nila juga teringat pada Yiba, sahabat terbaik yang sudah dianggapnya sebagai kakak, yang selalu menyediakan pelukan sayang untuknya saat Nila memintanya. Tapi saat ini Yiba sedang berburu di rimba. "Akankah Yiba merasakan bahwa seseorang membutuhkan pelukannya saat ini?", tanya Nila pada hatinya. Namun malam hanya menjawab dengan hembusan dinginnya. Hati Nila benar-benar nelangsa kini. Tak satupun pelukan didapatkannya. Tidak dari Peri Bunga, tidak pula dari Yiba.&lt;br /&gt;"Allah, Nila pengen nagis..." Dan airmatapun meleleh.&lt;br /&gt;Airmata Nilapun membuncah dari bendungannya. Nila menangis karena merasa lelah dengan semua ini. Nila juga menangis karena merasa sendiri. Nila ahirnya menangis...&lt;br /&gt;Malam masih sepi, menyisakan hembusan beku. Suasana  musim semi semakin menambah kekakuan yang tercipta. Nila masih ditengah tangisannya ketika dia rasakan sebuah hawa hangat pelan-pelan menyentuh pundaknya. Rasanya seperti sentuhan Peri Bunga.&lt;br /&gt;"Tapi Peri Bunga tak mungkin ada disini." Ia menyapukan pandangannya keseluruh ruangan. Dan memang Peri Bunga tak ada disana. Sentuhan hangat itu semakin terasa merengkuhnya. Seolah terbawa dalam hangatnya kasih, Nila semakin larut dalam tangisannya didekap pelukan tak bertuan. Dan ketika Nila mulai menyadari bahwa tak seorangpun yang memluknya, ia kemudian tahu bahwa yang kini mendekapnya dengan kehangatan adalah Allahnya! Disaat semua kemungkinan tidak mungkin lagi terjadi, saat itulah usapan tangan Allahnya menepis airmata yang berjatuhan. Nila kini tak sendirian lagi, Nila kini tak nelangsa lagi. Nila mendekap balik kehangatan yang sekarang dirasakannya, "Nila sayang Allah...", akunya.&lt;br /&gt;Malam musin dingin dengan tangisan Nila ditengahnya. Tanpa Peri Bunga. Tanpa Yiba. tapi Nila selalu punya Allah yang akan menemaninya kapan saja..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1685413732550166442?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1685413732550166442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1685413732550166442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1685413732550166442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1685413732550166442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/03/pelukan.html' title='Pelukan'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2146089415466195749</id><published>2009-02-03T18:57:00.004+02:00</published><updated>2009-02-03T19:55:07.498+02:00</updated><title type='text'>Ada cinta dimana-mana...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SYh3iydpL6I/AAAAAAAAAJk/ZOrJ1JgQFA0/s1600-h/jump-for-love.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298616401146752930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 143px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SYh3iydpL6I/AAAAAAAAAJk/ZOrJ1JgQFA0/s200/jump-for-love.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Weits weits weits, ada apa nih kok tiba-tiba aku ngebahas satu hal sensitif ini yha? Jadi ceritanya, aku dah gak betah banget buat nulis "cinta" yang aku temui dimana-mana dalam waktu ang berdekatan ahir-ahir ini. And those stories are...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ada dua hal yang gak bisa disembunyikan didunia ini; batuk dan cinta", setuju gak ama ungkapan diatas? Secara rasio, batuk yg disebakan karena gatel yg terasa ditenggorokan emang gak bisa banget kita sembunyiin. Pasti deh kita harus memompa oksigen dari dalam paru-paru untuk membantu ngilangin gatel yg kita rasain ditengorokan itu tadi dengan 'batuk'. Atau minimal dengan ber-dehem deh. Tapi yg pasti, orang lain disekitar kita pasti tau kalo kita lg batuk(g lucu dong, klo ngaku batuk tp gak bersuara, hehehe..) Iya to?. Yg kedua; cinta. "Serius lo, cinta bs kok dipendem aja didalam hati". Sumpe lo??? Secara, mungkin aja sih kita diem seribu bahasa, g mau mengakui kalo cinta tuh ada dihatimu. Tapi bahasa tubuh dan smua hal yang muncul dari hatimu gak akan bisa berbohong. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Uta gak pernah bilang kalo dia gi suka ama seorang cewek. Selain karena dia emang orangnya pendiem banget, dia emang selama ini gak mau mengakui kalo dia suka nih cewek. Dia selalu menghindari perasaannya, berdalih bahwa yang dia lakukan selama ini adalah profesionalisme kerja yang dia geluti. Namun yang tidak Uta tahu, semakin dia menghindari dan mengingkari perasaan cinta dihatinya, semakin perasaan itu tertanam kuat dan tumbuh. Begitupun si cewek yang sama-sama keras kepalanya, g mau mengakui perasaannya. Ngakunya sih apa-apa yang dilakukan selama ini tuh buat ngerjain dan ngrepotin Uta aja, pengen aja sekali-kali ngeliat Uta yang gak pernah marah itu, marah. Whatever...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu saat, Uta, si cewek beserta rombongan lain termasuk aku gi jalan-jalan. Secara bergilir, kita gantian meleknya buat nemenin supir. Maklum, perjalanan keluar kota gitu, jauh. Selama sang supir dah ada yang nemenin ngobrol maka yang lain tidur deh, nyimpen tenaga buat pas gantian bertugas nanti. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore itu tugasnya si Hiu putih nemenin bu supir. So, yang duduk disedan bagian belakang tuh aku, Uta ma si cewek itu. Suasana yang isinya pohon2 dan tiang lampupun bikin perjalanan jadi melow dan bikin ngantuk, meski langit masih agak terang dengan matahari yang bersiap tenggelam ditelan samudra. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Awas tuh ya, ntar pas tidur jangan-jangan Uta nyuri-nyuri pandang kekamu", kata Hiu putih manas-manasin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Idiih.. ngapain jg. Mending ngeliat jalan deh." Kilah Uta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Awas ya kalo sampe aku kesentuh. Meskipun gi bobok dan gak sadarkan diri, kita tetep musuh!" si cewek meng-ultimatum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gak tau kapan aku terlelap, setauku pas aku bangun langit udah berwarna gelap. Dan saat aku menoleh kearah Uta, know what??? Uta ma si cewek gi bobok saling menyandarkan kepala gitu. Rukuuuun banget. Halah, kalo gi pada bangun aja dah kaya Tom&amp;amp;Jery, tp klo bobok dan gak sadar gitu, hati mereka membawa kejujuran bahwa mereka sebenarnya "dekat". Uta tersentak karena mobil yang terantuk kerikil jalan yang tak terlihat oleh bu supir, gi badai kabut dan pasir nih ceritanya. Sedangkan si cewek, mungkin saking capeknya habis nemenin bu supir, msh terlihat tertidur pulas. Secara, aku yang takut ketahuan kalo lagi merhatiin Uta dan tuh cewek, langsung pura-pura bobok lagi. Selain, aku pengen aja ngeliat gimana reaksi Uta kalo tau cewek yang "nyebelin" itu nyandar dibahunya. Bu supir kembali nge-rem mendadak pas tau ternyata kita memasuki jalan yang gi dalam renovasi. Mobil pun bergetar agak keras karena permukaan jalan yang g rata. Yang bikin aku kaget adalah reaksi Uta, yang ternyata malah menggeser posisi kepala si cewek agar bersandar dengan nyaman dibahunya, dan memegangi kepala sang cewek agar tak terlalu merasakan guncangan mobil. Dan saat medan tak mengenakkan itu berlalu, Uta kembali meletakkan kepala si cewek dibahunya agar tetap terlelap nyaman. Ealah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;br /&gt;Sebenarnya ada satu anggota tambahan yang ikut traveling diatas. Tapi dia spesial soalnya gak kebagian jaga nemenin bu supir soalnya dia masih dibawah umur, baru 10 tahun, hehehe... Enggak tahu gimana ceritanya, yang aku tahu dia udah ikut aja kedalam mobil. Tapi yang pasti, kita udah dapet legalisir dari Ayahnya buat ngajak tuh anak jalan-jalan. Kita pikir izin ke Ayahnya aja udah cukup. Tapi kita salah juga sih, kenapa gak izin ama Bundanya yang hidup terpisah. Nama anak ini Isha. Tadinya direncanakan jalan-jalannya cuma sehari. Tapi karena beberapa pertimbangan, ahirnya kita nambah sehari lagi. Alhamdulillah dapet izin dr sang Ayah. Sepanjang perjalanan pulang, HP bu supir gak pernah berenti dapet telepon dari Ayahnya Isha yang nanyain keberadaan putri tercintanya. Yang jawab telepon aja ampe cape ngejawabnya, hehehhe.... &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesampainya kita di Cairo lagi, terlihat sang Ayah sudah menunggu kami(nunggu putrinya ding, hehehe). Aku ma temen-temen laen masih bersih-bersih mobil, ngluarin barang pribadi dari mobil dan hendak mengembalikan tu mobil sewaan ke pemiliknya. Dan pas aku masuk rumah, yang terlihat tu Isha ma Ayahnya sedang berpelukan erat sekali. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Wah, Isha kangen2an ama Ayah ya?", kataku sekilas lewat didepannya. Isha hanya menjawab dengan senyuman. Dia sedang menyimak kata-kata Ayahnya yang treucap pelan, yang sengaja tak kudengar pas lewat itu tadi, "Ayah kangen Isha. Ayah nyusul Isha kesini, tapi Isha udah gak ada. Ayah lupa kalo Isha ikut mbak2 ama mas2nya jalan-jalan..."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ya Allah, mereka hanya berpisah 2 hari, tapi kerinduan telah terlalu memenuhi dada", gumam hatiku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paginya, setelah begitu nyenyaknya istirahat sepulangnya dari luar kota semalem, aku yang bangunnya paling telat kemudian diberi tau ama bu supir kalo Bundanya Isha pagi-pagi banget tadi ngejemput Isha untuk dibawa pulang. Kata Bunda Isha, beliau udah seminggu lebih gak ngeliat Isha. Ayah Isha katanya gak ngasih izin ke Bunda Isha buat ketemu Isha, even on the phone. Bunda Isha dateng marah-marah gitu. Marah ke Ayah Isha, marah ke Isha kenapa gak pernah ngasih kabar ke Bunda, dan ke kami yang udah ngajak Isha jalan-jalan tanpa sepengetahuan Bunda Isha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehawatiran Bunda Isha, dan kemarahan beliau itu karena beliau begitu mencintai Isha, bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cinta bukan hanya yang terjadi pada hati Uta. Atau pada siapapun mereka yang merasa ingin memberikan yang terbaik untuk seseorang. Pelukan Ayah Isha, kemarahan Bunda Isha juga merupakan warna lain cinta. Aku melihat cinta dimana-mana. Juga pada seseorang yang sunyi bersuara, "Aku kini benar-benar berempati pada mereka yang pernah terpisah dari orang yang mereka sayangi..."&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2146089415466195749?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2146089415466195749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2146089415466195749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2146089415466195749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2146089415466195749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/02/ada-cinta-dimana-mana.html' title='Ada cinta dimana-mana...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SYh3iydpL6I/AAAAAAAAAJk/ZOrJ1JgQFA0/s72-c/jump-for-love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-365735236148554595</id><published>2009-01-21T19:39:00.002+02:00</published><updated>2009-01-21T20:41:59.706+02:00</updated><title type='text'>Pilihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia dan kehidupan menghidangi kita banyak sekali pilihan.&lt;br /&gt;Baik,&lt;br /&gt;buruk,&lt;br /&gt;hitam,&lt;br /&gt;putih,&lt;br /&gt;pelangi,&lt;br /&gt;kanan,&lt;br /&gt;kiri,&lt;br /&gt;depan,&lt;br /&gt;belakang,&lt;br /&gt;menjadi orang nomor satu,&lt;br /&gt;menjadi pengurus OSIS,&lt;br /&gt;menjadi orang biasa,&lt;br /&gt;mengikuti trend,&lt;br /&gt;fashionable,&lt;br /&gt;jadi diri sendiri,&lt;br /&gt;menciptakan fashion sendiri,&lt;br /&gt;jadi dokter,&lt;br /&gt;petani,&lt;br /&gt;nelayan,&lt;br /&gt;kuli,&lt;br /&gt;pegawai,&lt;br /&gt;wiraswasta,&lt;br /&gt;ya, dan&lt;br /&gt;tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Tania memilih menjadi wiraswasta, dia bangun sendiri butik aksesoris impiannya dan beberapa kali dia memilih untuk membuat sendiri pernak-perniknya.&lt;br /&gt;--Bagi Harun kecil, menjadi dokter adalah cita-cita mulia. Dan hingga dia menyelesaikan kuliah kedokterannya, dia masih dengan pandangan yang sama ttg "menjadi dokter"&lt;br /&gt;--Meski Ratna tau resiko berat yg akan ditanggunya, dia menjawab "iya" saat diajak Anto climbing&lt;br /&gt;--Demi kelangsungan hidup, bbrp org memilih untuk melacurkan dirinya&lt;br /&gt;--Demi menikmati masa muda, seorang Intan menyibukkan diri dengan segala bentuk kegiatan ekstra kulikuler. Berbeda dgn Indah, kembarannnya, yang lebih memilih diam dirumah dan berkutat dengan bukunya&lt;br /&gt;--Seorang teman terlihat tak cenderung kesalah satu dari sekian banyak pilihan. Dan jawabnya saat kutanyai; "Memilih untuk tidak memilih jg sebuah pilihan, bukan?"&lt;br /&gt;--Masih belum hilang ketidakpahamanku, aku dihadapkan pada ketidakpahaman yang lain ketika seorang teman yg lain berkata, "Aku memilih untuk memilih lbh dari satu pilihan"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-365735236148554595?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/365735236148554595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=365735236148554595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/365735236148554595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/365735236148554595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/01/pilihan.html' title='Pilihan'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3550589816826101552</id><published>2009-01-17T12:38:00.006+02:00</published><updated>2009-01-17T15:13:50.979+02:00</updated><title type='text'>Diantara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SXG9dC-HfgI/AAAAAAAAAJc/LmdpzEQMuXk/s1600-h/s+play+brithday+cake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SXG9dC-HfgI/AAAAAAAAAJc/LmdpzEQMuXk/s200/s+play+brithday+cake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292219343848308226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat masih remaja, aku bangga&lt;br /&gt;kalau dianggap dewasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi saat aku telah tepat berada dipenghujung remajaku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; aku malah dengan childishnya bilang, "aku gak mau dewasa..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3550589816826101552?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3550589816826101552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3550589816826101552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3550589816826101552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3550589816826101552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2009/01/diantara.html' title='Diantara'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SXG9dC-HfgI/AAAAAAAAAJc/LmdpzEQMuXk/s72-c/s+play+brithday+cake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3213743432714255537</id><published>2008-12-24T18:11:00.004+02:00</published><updated>2008-12-24T20:52:31.249+02:00</updated><title type='text'>ConspiratioN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SVKBb46nYqI/AAAAAAAAAJE/bDlBL4mKzMI/s1600-h/Devil.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283427628993700514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 189px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SVKBb46nYqI/AAAAAAAAAJE/bDlBL4mKzMI/s200/Devil.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Angin yang berhembus mendesah sepi. Hanya dingin yang menyambut. Sebagian besar penduduk memilih bersembunyi dibalik dinding mereka. Menghindari ngilu yang menyergap pada tiap pori-pori. Tiada keramahan dimalam hari musim dingin. Tidak. Meski kau memilih memakai selimut awan bermerek sekalipun, angin tak berbentuk itu akan meliuk menelusuri celah, berpura-pura membelai kulitmu, kemudian pelan-pelan menikam tulangmu dan menggerogotinya secara perlahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Apa kita tidak bisa memilih tempat yang lebih hangat untuk bermusyawarah?", protes seorang anggota majlis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Lupa kamu, kalau dingin sudah tidak lagi mampu mengganggu rapat penting ini", gertak yang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Sepenting itukah?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Menurutmu kenapa kau jauh-jauh diundang kesini? Dan kenapa juga mereka rela jauh-jauh datang kesini," ujung jarinya menunjuk berkeliling, ke sebuah barisan mahluk sesamanya yang terbang mengambang, melayang membentuk sebuah barisan-barisan perang melingkar, dan para pembesar mereka berkumpul ditengah-tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Siapa target kita sekarang?" seperti tanpa ragu akan kekuatan sang musuh, seorang pembesar dengan ekor merahnya yang dikibas-kibaskan, bertanya sambil memasang wajah serius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pemimpin para pembesar itu menyebutkan sebuah nama, disusul gidikan ngeri segenap anggota majelis. Tapi tidak oleh barisan perang tadi. Mereka riuh dengan suara mereka sendiri yang jumlahnya ribuan itu. Mana bisa mereka mendengar suara para pembesar mereka yang berjarak beberapa meter ditengah sana. Dan mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk mengetahui siapa target mereka saat ini hingga harus mendatangkan sekian tentara pilihan dari bangsa mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Kamu yakin kita akan bisa melakukan misi ini?" pemimpin dari satu suku bertanduk menyuarakan keraguannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Lalu kenapa kamu berpikir kita tidak bisa melakukannya?"jawab Sang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sang pemimpin mondar-mandir mencari siasat, sedang angin yang berkali-kali berhembus dijawabnya bisu tanpa mengeluh sedikitpun tentang betapa dinginnya malam itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Plok..plok..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dua kali tepukan tangan --ah, apa jari-jari panjang tak teratur dengan lendir yang terus menerus keluar dari sela-sela jari itu bisa disebuat sebagai tangan-- dari sang pemimpin memberikan isyarat kepada seluruh laskar yang melingkarinya bagaikan pusaran air itu untuk diam. Seketika kesunyian malam menyambut kebisuan mereka. Semua mata kini tertuju kearaha tengah dimana para pembesar dan --tentunya-- sang pemimpin berada. Tidak sesosokpun berbicara, semua sosok bergeming, kecuali satu sosok pembesar yang seperti tak bisa mengontrol ekor merahnya yang terus saja mengibas-kibas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Wahaaai.. Yang berkumpul untukku", suara membahana tanpa pantulan, terbebas dibawa angin mampir ke telinga seluruh mahkluk yang hadir disana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Demi semua kejahatan dan kebencian yang menjadi bagian dari diri kita, aku perintahkan kalian untuk mendukungku"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Semua diam, sunyi, menunggu kata-kata berikutnya yang akan keluar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aku, dan semua pembesar kalian, telah sepakat untuk menjatuhkan.." nafasnya mendesah memberi jeda, membuat semua telinga makhluk disekitarnya bergerak-gerak kecil tak ingin salah menangkap getaran suara berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"..Fulan!!!..", lanjutnya. Semua mulut terkatup rapat, sebagian membelalakkan mata, hingga terdengar sebuah jeritan dari sekian barisan perang yang menggulung. Keadaan kembali tak terkendali oleh riuh mereka, kecuali para pembesar yang terlihat tetap berwibawa. Para pasukan itu mengumpat, protes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Gila apa! itu namanya bunuh diri", seru sesosok dari para prajurit itu pada temannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Satu bacaan ta'awudz darinya saja mampu membakar satu kompi dari pasukan kita!", yang lain menguatkan. Teman dibelakangnya hanya mampu melirik kanan-kiri, berharap mendengar keoptimisan dari mulut para prajurit itu. Nihil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aku menyesal kenapa dulu aku bergabung kedalam lingkaran ini"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Menyesal itu bagian dari diri kita, kawan", kata yang lain mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Mata sang pemimpin membelalak melihat reaksi pasukannya yang ketakutan. Seperti membuang kemarahan itu pada tatapannya yang kemudian dialihkan kearah pembesar-pembesar didekatnya, memunculkan perasaan tak nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Rapat ditutup dengan keriuhan yang sama. Namun tidak menyurutkan dilaksanakannya misi kontradiktif malam itu. Semua telah dirancang. Bahkan lama sebelum sesosokpun dari mereka pernah memikirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aku pikir pemimpin kita sudah gila", bincang sosok pembesar bertanduk, sepanjang perjalanan pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Sssstt.. jangan sampai dia mendengar perkataanmu itu!", sosok tua diantara mereka ahirnya berbicara, dengan tetap fokuspada arah terbangnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Apa kita akan menyia-siakan kekekalan yang kita miliki hanya untuk menyerang satu mahkluk bernama manusia itu?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Kesia-siaan kan juga bagian dari diri kita", kata yang lain. Terlihat dibelakangnya sederet pasukan yang membuntutinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sebuah musik berdengung melapisi dinding, memenuhi seluruh ruangan yang ada, menggema melewati udara hingga bingar keluar, memanggil siapa saja yang melewati tempat itu untuk mampir. Namun tidak untuk Fulan. Dia masih tenang menikmati sajian hatinya yang terus berbicara tentang Tuhannya, tentang ketakutannya jika sampai membuat Tuhannya 'marah'. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Bos, ini tidak mungkin", protes sesosok pasukan pada pembesarnya melihat keadaan Fulan yang setenang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Mungkin!", balas sang pembesar memotivasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Terlihat salah satu dari mereka melipat sayapnya, menjelma sebagai gadis cantik dengan perut terbuka memperlihatkan bentuk indah perutnya, mencoba menggoda Fulan. Lama sang pembesar memperhatikan dari atas angin, namun yang didapatinya adalah sebuah kegagalan. Sang pasukan kembali menghadap pembesarnya dan melaporkan tugas yang dipasrahkannya, mengira nasibnya habis hanya sampai disini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Kita kembali ke markas", sebuah keputusan diambil dan memberi kelegaan pada sang prajurit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Bodoh!! Semuanya gagal!! Seeeemuanya! Kenapa semuanya!", sang pemimpin marah besar. Taktik telah disusun, langkah sudah diambil tapi tak satupun kompi yang dikirim mampu menyelesaikan tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aaaaaggghhh!!!" Raungan sang pemimpin menyapa seluruh pendengaran yang ada, mengirim amarah, membuat para pembesar tak berani mengangkat wajah mereka, meminta maaf.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Saya sudah mengira bahwa misi ini tidak akan berhasil, tuan", sesosok dari mereka memberanikan diri berbicara. Dengusan yang keluar dari hidung sang pemimpin membuat yang lain memilih untuk tetap terdiam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Baiknya kita ganti saja target kita.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tidak!!!", spontan sang pemimpin memotong usul yang baginya tak pantas diajukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Berapa banyak waktu yang sudah kuhabiskan untuk semua ini", jubah kebesaran yang dikenakannya mengibas mengusir angin saat sang pemimpin berpaling. Musyawarah demi musyawarahpun berulang dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Kalian tahu? Prestige kita akan melejit naik kalau kita berhasil menyelesaikan misi ini. Dunia tidak akan lagi meremehkan keberadaan kita!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Fulan diserang kebimbangan pada hatinya. Ahir-ahir ini dia merasa betapa sulit hatinya mencintai. Yang ada disekitarnya terlihat begitu memuakkan. Kata-kata manis, sapaan saat bertemu sesama, tawaran bantuan yang diikuti balas jasa, berbagi... Keihlasan? apa itu keihlasan? Dia kehilangan arti. Semua yang pernah diketahuinya tentang kebaikan menyublim! Perlahan-lahan, naluri yang memberitahunya bahwa dia telah mengetahui banyak hal membuatnya ragu, bagaimana kalau selama ini ternyata hal-hal yang membuatnya mengerti ternyata memanggil ketidakmengertian-ketidakmengertian yang lain. Fulan gundah, Fulan dalam ketidaktahuannya, Fulan ahirnya terjebak!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Hahhahah..", suara sang pemimpin kembali membahana dalam majlis yang sama, sebuah tawa kemenangan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Good job", Pujinya entah pada siapa, hanya tatapan mata tanpa katup yang berputar menyapu para pembesar yang hadir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Kemana? Kemana sang pemilik ekor merah", tanyanya mengabsen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Saya, tuanku", jawab Yang dicari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Licik! Kamu benar-benar licik!", pujinya. Dia membelai-belai dagunya membayangkan episode selanjutnya yang akan berlangsung. &lt;em&gt;"Menyerang dari hati, sebuah ide yang sungguh licik", &lt;/em&gt;hatinya tak berhenti membenci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pening yang sedari tadi timbul tak juga pergi. Fulan kini hendak berjalan pulang, alkohol yang mengaliri darahnya menghilangkan ekuilibrium tubuhnya. Berulang kali permohonan maaf dimintakan pada Tuhannya, dalam keadaan sempoyongan. Tak pernah sekalipun terbersit dibenaknya melakukan hal terlarang itu. Padahal seteguk saja yang diminumnya, baginya telah merusakkan sebagian besar apa yang telah dia jaga selama ini. Bibirnya tak henti memohonkan belas dari Tuhan atas kekhilafannya. Dalam tatihnya, dia menabrak seorang gadis dengan sekeranjang jeruk ditangan kanannya, membuat isinya berhamburan keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Maaf.. maafkan saya. Saya yang salah", kini Fulan semakin merasa bersalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tidak apa-apa tuanku. Biar saya saja", sang gadis mengambil semua yang tercecer, beranjak hendak pergi saat kemudian mendapati bahwa Fulan telah setengah sadar terjatuh dilengannya minta ditatih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tuan.. Tuan kenapa?", suara lembut yang keluar dari gadis ayu dengan mata bulat besar mengerjap-kerjap indah yang barusan ditabraknya menyeret Fulan jauh ke alam yang tak dikenalnya. Hanya hitam putih, hanya ketidakjelasan, hanya suara gadis itu yang terus terdengar menyerang hatinya, membuatnya semakin mabuk dalam buaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Diatas angin sana, sesosok pembesar diikuti anak buahnya berbisik pada pembesar-pembesar lain yang turut memperhatikan kejadian dibumi sana, "Wanita itu jelmaan anak buahku", akunya bangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Malam berlalu dalam diam, pening yang Fulan rasakan semalam masih sedikit tertinggal. Dia belum benar-benar mampu membuka mata dengan kesadaran yang belum utuh ketika suara lembut yang tertangkap oleh telinganya adalah sebuah isakan. Berat, dia mencoba memanggil seluruh kesadarannya dan melihat kenyataan bahwa entah kapan dia telah berada diatas ranjang bersama gadis ayu pembawa jeruk yang kini mata besarnya basah oleh air mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Saya..saya.. Tuanku telah..hiks..hiks", isakan tangis sang gadis membuat kata-katanya tak beraturan. Serupa kekacauan yang terjadi di'dunia' Fulan. Hatinya hancur, pikirannya kalut, mulutnya merutuk. Belum selesai permintaan maaf yang diminta pada Tuhannya untuk kejadian semalam atas khamr yang diteguknya. Dan kini...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aku...aku...". gagap Fulan tak percaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Iya.. hiks. Tuan semalam melakukannya.." Mata itu kini tak lagi tampak ayu, malah membengkak mengalirkan airmata yang sedari tadi tak berhenti menuruni pipinya yang putih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Dan tuan harus bertanggungjawab, tuan harus menikahi saya", masih terdengar isak tangis sang gadis. Keringat sebesar jagung merayapi pelipis Fulan. Kengerian atas dosanya, ketakutan atas semua ketidaksiapannya pada kesalahan-kesalahan yang tidak dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tap..tapi aku.. aku tidak melakukannya", bela Fulan pada dirinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tuan melakukannya!", sang gadis menjerit putus asa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Entah darimana datangnya, siapa yang memberitahu dan siapa yang memberikan informasi, pintu kamar dimana Fulan dan gadis ayu itu berada didobrak paksa dan terbuka. Tampak seorang laki-laki dengan baju menjuntai ketanah menyeret debu dengan paksa agar ikut bersamanya, mendengus penuh amarah ditambah atribut menyeramkan ditangannya yang siap mengambil nyawa siapa saja membuat Fulan berpikir cepat untuk memprediksi siapa gerangan lelaki yang berdiri beberapa meter didepannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Kau apakan Anakku!!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dugaan Fulan benar! Lelaki itu adalah Ayah dari gadis yang semalam ditidurinya. Langkah sang Ayah cepat mendekati Fulan sambil mengayunkan gadanya, secepat otak Fulan yang mengatur siasat menghindari sabetan gada dan berlari meninggalkan tempat terkutuk itu. Gada meleset dari tubuh Fulan, ia berhasil berkelit. Tangannya menangkis gada, memelintir pergelangan tangan lawannya dan membuat serangan balik dengan mengarahkan gada pada arah yang berlawanan. Berhasil! Fulan berhasil memberikan perlawanan, ketika kemudian Fulan sadari bermili-mili darah keluar dari gada yang menancap tepat didada lawannya. Sang gadis menjerit mendramatisir suasana, menyuarakan kelemahannya. Semakin panik, Fulan benar-benar berlari keluar. Meninggalkan tanggungjawabnya, meninggalkan sosok yang ditusuknya, meninggalkan gadis yang tadinya begitu memikat hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Pesta kecil terjadi diatas langit. Gelombang pasukan yang berbaris menyanyikan kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aku tidak menyangka kita akan berjalan sejauh ini", sosok pembesar bertanduk berbisik pada temannya sesama pembesar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Beluuum! Kita bukan hanya akan berhenti sampai disini!" seringai sang pemimpin. Ambisinya begitu besar demi membuat dunia agar mengakui eksistensinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Mata tanpa katup miliknya menyiratkan dendam. Dendam pada Adam dan semua anak turunnya, siapapun!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Fulan terengah-engah mengambil nafas. Hampir seluruh tubuhnya terendam didalam tanah. Hanya kepalanya yang terlihat tersisa diatas permukaan tanah. Hidungnya begitu dekat dengan tanah, hingga semua yang dihirupnya adalah tanah, dan itu membuatnya semakin sulit bernafas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Benarkah lelaki ini yang telah menghamilimu dan membunuh ayahmu?", tanya seorang penduduk desa sambil menyeret seorang gadis untuk melihat siapa yang ditanam didepannya. Dengan kepiluan yang mengalir bersama airmatanya, sang gadispun mengangguk mengiyakan. Dan umpama sebuah komando, orang-orang yang telah ramai mengelilingi pun melempar batu yang telah dipersiapkan. Tak bisa bergerak, batu-batu itu telak merobek-robek kulit wajah Fulan. Membentur tengkorak kepalanya, menghantam syaraf-syaraf dikepalanya memunculnya rasa nyeri yang tak terperi. Mulutnya meringis menahan perih pada ujung bibirnya yang sobek oleh hantaman batu, entah siapa yang membuang batu itu. Tapi sang pelaku telah begitu geram dengan semua perbuatan yang dialkukan Fulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Ternyata kamu lebih busuk dari kami!", umpat seorang penduduk sambil meludah didepan Fulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tangisanmu saat kau terjatuh dan tak sengaja mencabut seonggok rumput, adalah palsu!", tambah yang lain memprovokasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Hati Fulan merintih. Tak tahu apalagi yang harus dilakukan. Bagaimana dia membela diri jika semua penduduk telah melihat sendiri dengan mata mereka atas apa-apa yang telah dilakukan Fulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Matahari hendak beranjak pergi, meninggalkan Fulan ditemani darah yang tak henti mengucur. Orang-orang telah puas melampiaskan amarahnya dan kembali kerumahnya masing-masing, membawa cerita tentang betapa taatnya Fulan, dan bagaimana kini Fulan terjebak pada perbuatan setan. Debu yang telah banyak menyumbat hidung, perih yang melumuri kepala Fulan dan semua perasaan yang dideritanya memunculkan rasa haus pada tenggorokannya. Pasukan berduyun-duyun diatas sana memperlihatkan senyuman. Sang pemimpin bersiap turun menemui Fulan, "Sekaranglah waktunya", gumamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Fulan memanggil-manggil Tuhannya, meminta belas dari Tuhannya dan masih meyakini bahwa dia hanya menyembah Tuhan yang telah menciptakannya beserta ujian-ujian yang beruntun diterimanya. Sebentuk mahkluk menjelma didepan mata Fulan. Sebuah jubah kebesaran tanpa kaki yang menjuntai, menantang andrenalin Fulan untuk menatap keatas dan melihat siapa didepannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sebuah seringai menyambutnya, "Kamu haus? Kamu butuh air minum, bukan?", sang pemimpin tersenyum penuh kemenangan diikuti sorak sorai dari seluruh pengikutnya diatas angin sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Hati Fulan ingin terus bertahan dengan keadaannya saat ini, namun rasa hausnya terasa lebih menyiksa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Ini minuman untukmu tapi kamu harus menyembahku", sebuah tawaran tak menguntungkan dari sang pemimpin untuk Fulan. Kebimbangan menyerang, sebuah keputusan besar harus diambil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Aku menyembah Tuhanku, dan bukan kamu!", teguh Fulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Dengan meminum air ini, kau akan tetap hidup dan itu bisa memberimu waktu untuk meminta ampun atas semua perbuatanmu". Seteko air dikucurkan didepan tubuh Fulan yang masih tertanam didalam tanah kecuali kepalanya itu, membuat Fulan menggerak-gerakkan mulutnya, berharap lidahnya yang terjulur akan menyentuh air yang terkucur segar itu. Fulan tak berpikir panjang, Fulan ceroboh, Fulan terlalu tergesa-gesa hingga ahirnya, "Baiklah.. baiklah..", Nafasnya terengah-engah, "Saksikanlah bahwa sejak saat ini, aku adalah hambamu, aku menyembahmu", Fulan memutuskan. Ia tundukkan pandangannya sebagai isyarat bahwa dia telah menghamba pada mahkluk didepannya, pada mahkluk selain Tuhannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Bumi menghembuskan angin membawa kesunyian, pun membawa nyawa Fulan menghadap Tuhan. Padahal belum lagi air segar itu dialirkan ke tenggorokan Fulan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Seketika, teriakan riuh dari para pembesar berikut pasukannya memenuhi jagat, menandakan kemenangan akan pembuktian eksistensinya sebagai salah satu mahklukNya, sebagai musuh terbesar Adam, melarutkan tawa kebanggaan yang keluar dari mulut Ifrit yang berlendir, sang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;"Tidur, sayang. Mungkin tidak saat ini, tapi suatu saat kamu pasti akan mengerti maksud dongeng ini..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;Barsesha, terimakasih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3213743432714255537?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3213743432714255537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3213743432714255537' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3213743432714255537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3213743432714255537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/12/conspiration.html' title='ConspiratioN'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SVKBb46nYqI/AAAAAAAAAJE/bDlBL4mKzMI/s72-c/Devil.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-5549484536322883994</id><published>2008-11-15T15:12:00.002+02:00</published><updated>2008-11-15T15:32:16.795+02:00</updated><title type='text'>...Allah Knows...</title><content type='html'>Ngedengerin lagu Zain Bikha "Allah Knows" akan selalu membawa kita pada banyak rasa yang mengisi hati. Syair dalam lagu tersebut gak panjang-panjang amat, tapi emang sedikit syair yg dibaca berulang2. Model syairnya kayak punyanya Daniel Bedingfield yang "if you're not the one" itu, yg jg lagu faforitku, dengan sedikit pengulangan pada syairnya.&lt;br /&gt;Tiap kali lagi ngeras sendirian, akan lbh enak ngedengerin lagu "Allah knows" ini. Kerennya, kesan bahwa Allah emang ADA, lbh dr itu, bahwa Allah memang TAU dan MENGERTI ttg kita, berasa banget dr lagu ini. Gi ngerasa bersalah, gi ngerasa jd "korban", gi ngerasa bahagia banget krn cinta, gi ngerasa beruntung krn diberi izin utk hidup dan memiliki byk sahabat yg mencintai kita, gi ngerasa dipojokkan oleh hidup, ato gi ngerasa "g punya rasa" bakalan enjoy aja ngedengrin lagu ini.&lt;br /&gt;Seolah memberi banyak dukungan, mendatangkan intuisi de el el. Kita dah berusaha jauh2 dateng demi sebuah janji, ternyata yg ngajakin janjian malah g dateng! tenang, "Allah knows" kok dgn usaha kita yang telah ngebela-belain g nonton film bagus demi menepati janji tersebut. Ato gi enak-enak chatting, tiba-tiba ada ID temen sendiri yang ternyata memandangmu sebagai seorang yang hina dengan segala caci-makinya yang tiba-tiba. "Allah knows" kok klo tuduhan itu gak seperti apa yg dia ucapkan. "Allah knows" kenapa kamu melakukan apa yg udah kamu lakukan, yang pastinya kamu punya alasan melakukannya. Ato, pagi-pagi, semua orang serumah bangun bareng-bareng. Sempet becanda-becanda juga. Ada salah seorang yang buru-buru musti masuk kerja, meski udah telat, dan cuma sempet bikin sarapan -mie telor- buat dia sendiri. Sedangkan yg lain? begitu tau minimnya bahan makanan di kulkas plus blum ada nasi mateng malah kembali ke kamar masing-masing dan "nunggu". And "Allah knows" kenapa kamu yang musti ngalah, muter otak buat mengolah bahan masakan yg cuma segitunya. Dan saat masakan plus nasi dah mateng, entah siapa yang ngasih tau, orang serumah keluar semua dan tanpa ngerasa bersalah krn gak membantumu atau sekedar BASA-BASI ngebantu, dengan tenangnya melahap brunch itu. "Allah knows" kenapa kamu masih bertahan, padahal sebenernya kamu nggak lebih nganggur dari mereka. Next, kamu musti cabut ke tempat tugas. Dan sesampainya disana, kamu kena marah karena kamu telat. Mereka cuma gak tau bahwa kamu telat krn musti nyiapin sarapan orang2 rumah tadi, semalem jg sbenernya kamu cape ngurus tugas kuliah, dan itu semua cuma Allah yang TAU :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"When U feel all alone in this world&lt;br /&gt;And there's no body to count your tears&lt;br /&gt;Just remember, no matter where U're&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-5549484536322883994?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/5549484536322883994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=5549484536322883994' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5549484536322883994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5549484536322883994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/11/allah-knows.html' title='...Allah Knows...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2757506617048493038</id><published>2008-11-15T15:07:00.002+02:00</published><updated>2008-11-15T15:10:46.252+02:00</updated><title type='text'>Sudah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku menangis&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sudah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku ditawari pelukan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sudah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku ditenangkan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sudah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tapi seolah masih mencari&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku, yang masih saja meminta&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ternyata aku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tak semengerti seharusnya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;-Semoga hanya belum-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2757506617048493038?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2757506617048493038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2757506617048493038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2757506617048493038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2757506617048493038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/11/sudah.html' title='Sudah'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1798294598099781504</id><published>2008-10-15T14:21:00.003+02:00</published><updated>2008-10-15T16:05:56.649+02:00</updated><title type='text'>On time</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pyuuuuh..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Harus berapa lama&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku menunggumu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku menunggumu..."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalau Chrisye menyanyikannya feat. Peter Pan tuh buat nungguin yayang, klo aku dsini nungguin temen2 yanng janjian mau kumpul rapat panitiaaaaaaaa... Rasanya udah mau nangis aja. Aku menunggu dan selalu menunggu. Tapi kenapa gak datang2 jua yha? Padahal ini bukan yg pertama kali lho. Tapi, KBETULAN aja, yang diajak meeting tuh mendadak g bs dateng. PAdahal pas di telponin pada nyanggupin buat dateng. Untuk beberapa acara yg laen jd terganggu juga deh. Bayangin aja nih ya, misalnya kita ditelpon diajak meeting memusyawarahkan sesuatu. Kitanya meng"iya"kan. Trus abis tuh, &lt;em&gt;something happen&lt;/em&gt; ato tiba-tiba aja kamu kehilangan &lt;em&gt;mood &lt;/em&gt;buat meeting. Mending kalo masih mau menghubungi temen yang ngajak kita meeting itu, minta izin dan ngasih apologi knp gak bisa dateng. Lha kalo enggak? kebayang dong gimana merananya si temen yang nunggu itu tadi&lt;em&gt;. In one case&lt;/em&gt;, seumpama nih ya, kita janjian kumpul ber-5 doang aja(komunitas yg kecil, bukan?) Kalian tuh tinggal dirumah yg berbeda dan "dunia" yang berbeda juga. Satu dari kalian tuh anak rumahan, bakal keluar rumah kalo beneran ada perlu doang. Satunya lagi aktifis abis yang musti memetakan waktunya dalam sebuah list. Satunya lagi orangnya suka agak ngeremehin pentingnya "waktu". Satu lagi orangnya baek hati, pemaaf dan suka menolong teman(halah). Trus yang terahir nih orangnnya disiplin banget dengan jadwal yg udah ditentuin. Suatu hari, ber-5 kebetulan jadi pengurus disebuah kepanitiaan. Sang Ketua memutuskan untuk meeting proker hari Rabu jam 14.00 siang sepulang kuliah. Emang sih, alhamdulillah semua bilang kalo bisa dateng pas meeting itu. Tapi apa? udah dua jam si Ketua nunggu di tempat yg udah disepakati ternyata gak ada yg dateng!!! Dengan berat hati, si Ketua pun musti nge-&lt;em&gt;cancel &lt;/em&gt;acara hari itu. Beralih ke hari berikutnya, si Ketua panitia pun boleh tersenyum lega karena 3 dari 5 orang yg dia undang itu dateng pas meeting. Nah, tinggal nungguin anak yg agak ngeremehin waktu itu tadi, sampe molor setengah jam. Tau gak apa jawaban dia pas ditelepon ma Ketuanya? "Sori, aku lagi mau siap-siap mandi nih". Hwaduh!!!! seeenaknya banget tuh orang. Sedangkan disebuah pojok diruang meeting, anak yg disiplin dengan waktunya tuh udah beberapa kali terlihat melirik jamnya, siap-siap utk acara berikutnya. Si anak rumahan? dia udah mulai boring dah seolah-olah terbaca dari wajahnya, "aku gak bakal keluar rumah lagi demi meeting yang sia-sia ini!!!". Hiks.. kasian amat Ketuanya yang cuma bisa pasrah, "Yah, namanya jg perbedaan". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi apakah cerita itu berahir sampai segitu aja? Gimana kalo kita terusin ceritanya. Seandainya aja, si temen yg suka ngeremehin waktu itu mau sedikit ngerti, pasti si anak rumahan gak perlu ngegerundel gitu. Temen yg disiplin tadi juga gak mesti bingung-bingung menjadwal kembali apa yang sudah dia tulis. Bagi temen yang baek hati sih &lt;em&gt;fine-fine &lt;/em&gt;aja, soalnya hatinya yang seluas samudera itu dengan &lt;em&gt;legowo &lt;/em&gt;sekali menerima 'kotoran' dan 'sampah' yang dibawa oleh sungai yang bermuara padanya. So, sebenernya yang salah tuh temen yang suka ngeremehin waktu tadi yha! Uuumm.. gak sepenuhnya juga sih. Toh, dia juga bisa ngedapetin &lt;em&gt;positive effect &lt;/em&gt;dari apa yang terjadi; meeting bisa terlaksana, dia pun bisa jadi ngerti posisi dia dan "apa yg harus dia lakukan" di kepanitiaan tersebut. Semua &lt;em&gt;effect &lt;/em&gt;itu baliknya ke diri dia sendiri juga to? Sang Ketua juga jadi bisa tersenyum lega penuh percaya diri atas suksesnya acara yang bakal dia laksanakan. Eits, siapa tau juga kalo ternyata aslinya Sang Ketua gak se-PD itu untuk menghandle acara yg diamanahkan ke dia. Katakanlah, si Ketua itu 'penakut' dengan kenyataan yang harus dia jalani dengan amanah yang dilimpahkan kepadanya. Bukan gak mungkin juga, pengurus di bawah dia juga 'penakut', ngerasa kurang PD dan gak pantes kalo diberi amanah untuk menjabat suatu jabatan. &lt;em&gt;One thing that we have to bear in mind&lt;/em&gt; adalah; satu orang penakut + satu orang penakut = 2 orang pemberani. Keberadaan kita adalah untuk melengkapi yang lain. Gitchuuu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Betewe, ngomongin tentang solidaritas untuk menghormati orang lain, dalam hal ini kita sedang ngomongin gimana kita bisa on time kalo janjian ma seseorang, dibelakangku saat ini gi ada &lt;em&gt;technical meeting &lt;/em&gt;untuk sebuah acara yang akan dihelat seminggu lagi. &lt;em&gt;Guess what???&lt;/em&gt; ternyata yang dateng "on time" tuh mbak-mbak yang bercadar dan ukhti-ukhti. Iiiih, ngomong apa sih O' kok jadi sensi gitu dan ngebeda-bedain antara ukhti2, mbak2 bercadar dan "yang bukan keduanya". Yah... niatannya bukan gitu sih. Maksudku, gimana kalo misalnya ada mbak2 muslimah gaul, smarty, trus "on time" pula! Wuuuihhh pasti tambah gemmesss deh. Biar gak ada perbedaan gitu... Jangan sampe ntar muncul image kalo "yang bisa on-time tuh ukhti2 doang", "alah... mbak2 gaul gitu pasti suka nelat kalo janjian". Nah lho!! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SPX4azEXuII/AAAAAAAAAGo/f_l4M_O1nPA/s1600-h/buku.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257381279293749378" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" height="200" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SPX4azEXuII/AAAAAAAAAGo/f_l4M_O1nPA/s200/buku.bmp" width="184" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anyway, dah pernah baca "Jangan jadi Muslimah Nyebelin" punya-nya mbak Asma Nadia gak? Seru juga loh baca buku itu(mulai deh, promosi!). Yah, tanpa berniat yang enggak-enggak, &lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SPX4azEXuII/AAAAAAAAAGo/f_l4M_O1nPA/s1600-h/buku.bmp"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;setidaknya pengetahuan yang bermanfaat itu kan perlu disebar-sebarin. Demi sebuah perubahan general pada sebuah lingkup, perlu mengadakan perubahan secara parsial dulu kan? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SPX4azEXuII/AAAAAAAAAGo/f_l4M_O1nPA/s1600-h/buku.bmp"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1798294598099781504?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1798294598099781504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1798294598099781504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1798294598099781504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1798294598099781504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/10/on-time.html' title='On time'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SPX4azEXuII/AAAAAAAAAGo/f_l4M_O1nPA/s72-c/buku.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3875759615165508778</id><published>2008-08-31T10:44:00.002+02:00</published><updated>2008-09-02T03:11:56.169+02:00</updated><title type='text'>Mohon kembalikan rasa itu...</title><content type='html'>Aku selalu menikmati rasa itu&lt;br /&gt;Rasa yang membuatku selalu merasaiMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu menanti rasa itu&lt;br /&gt;Rasa yang membawaku pada nyaman pelukMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu mengerti bahwa rasa itu milikMu dan Engkau boleh mengambilnya kapan saja. Tapi Allah, bolehkah aku memintamu untuk mengembalikan rasa itu? banyak hal sudah yang tak kumengerti. Banyak dosa sudah yang kujalani. Banyak tanya sudah yang kurenungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, Ramdlanmu telah lagi datang. Terasa begitu mendadak dan tiba-tiba. Saat aku mengetahui bahwa titik nadir itu telah berlalu tanpa sebuah kelebih-baikan yang ku cita-citakan, dimana semua warna pelangi berubah kelam, bahkan wujudnya pun telah menguap meninggalkan bumi. Kemana saja aku? Aku tidak sedang berada pada sebuah dunia tanpa peradaban, tapi riuh Ramadlanmu tak terdengar telingaku. Hidungku mampu menghirup udaramu pada tiap detik detak jantungku, tapi aku tak lagi membaui harum Ramadlanmu, Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hinakah aku jika tak lagi mampu meneteskan air mata demi menyesali semuanya? Aku tidak perlu perlu menangis demi bertemu denganMu, bukan? Karena Engkau selalu ada kapanpun, berubah seperti apapun aku, bercerita tentang apapun aku, Engkau masih akan tetap mendengarkanku dan mereka...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah, mohon kembalikan rasa itu...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3875759615165508778?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3875759615165508778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3875759615165508778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3875759615165508778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3875759615165508778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/08/mohon-kembalikan-rasa-itu.html' title='Mohon kembalikan rasa itu...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2410351354808908920</id><published>2008-08-17T12:44:00.003+03:00</published><updated>2008-08-17T13:33:30.636+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;"Perkataan Sebuah Rasa"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Sebuah hari yang musti kutunggu setahun lagi lamanya sekedar untukku membagi rasa, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;aku kangen&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Pengulangan waktu pada tanggal yg sama ditiap tahunnya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;yang selalu menggumamkan sebuah niat; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;aku akan kembali&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Nama bulan yang menjadi batasan dan pembeda sebuah keistimewaan hingga mencipta karsa,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;aku akan memberikan yang terbaik&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Dalam detik, hari, tanggal dan bulan yang sama dalam tiap tahunnya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;semoga kau tidak pernah jenuh mendengar ini, "I love you, Indonesia"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah lagu yang selalu menyadarkan rasaku, bahwa cinta ini ada untuknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Just watch it ~_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ohPyyb7RHmI"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=ohPyyb7RHmI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKf-IcyDhuI/AAAAAAAAAFw/8RGIwUL3dKg/s1600-h/art_ProjectPop01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235432512960038626" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKf-IcyDhuI/AAAAAAAAAFw/8RGIwUL3dKg/s200/art_ProjectPop01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKf-IcyDhuI/AAAAAAAAAFw/8RGIwUL3dKg/s1600-h/art_ProjectPop01.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2410351354808908920?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2410351354808908920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2410351354808908920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2410351354808908920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2410351354808908920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/08/perkataan-sebuah-rasa-sebuah-hari-yang.html' title=''/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKf-IcyDhuI/AAAAAAAAAFw/8RGIwUL3dKg/s72-c/art_ProjectPop01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-225129547400704066</id><published>2008-08-16T10:26:00.008+03:00</published><updated>2008-08-16T12:30:42.588+03:00</updated><title type='text'>Stimulan-Reaksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKacEoX8fVI/AAAAAAAAAFM/zZvYvR5-wfE/s1600-h/Image042.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235043220236041554" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKacEoX8fVI/AAAAAAAAAFM/zZvYvR5-wfE/s320/Image042.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tumben2nya, hari ini tadi aku bangun sedikit lebih awal dari biasanya. Tumben2nya lagi, aku buka liputan6 dan 'ngeh' buat nyimak berita apa aja yang ada dsana(mungkin gara2 inget pesennya Elok buat nambah wawasan kali yha, hehehh...). Whatever, sambil sarapan nasi putih ma kerang yang dibawa Kak Aini dr Alexandria sono(eits, ngiler tuh) dan dimasak dengan lezatnya oleh duet maut penghuni kos-an kami --Kak Aini&amp;amp;Kak Fatma, red-- aku menyimak berita yg dibacakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;..."Bupati Purwakarta harus mundur dari jabatannya!!!"... sebuah pernyataan tegas yang keluar dari seorang warga yang ditodong corong oleh reporter mengalihkan perhatianku yang sesaat sempet konsen ke kerang ditanganku yang agak sulit dibuka cangkangnya. Setelah kemudian konsentrasiku kembali pada layar laptop(pinjeman), aku kemudian mulai paham apa yang terjadi. Ternyata eh ternyata, tuh Bupati Purwakarta-Jawa Barat dituntut mundur gara-gara diaggap menistakan agama Islam oleh warga setempat. Warga berbondong-bondong turun ke jalan(kayak lagi karnaval gitu --duh, g sabar amat nunggu karnaval Agustusan yap--) dan meneriakkan tuntutan yang bernada hampir sama, tentang mundurnya Bupati setempat dari jabatannya. Nah, yang memicu emosi itu, ketika Sang Bupati pernah memberikan pernyataan seperti ini, "Seruling dan gendang itu lebih mendekatkan diri saya pada Allah".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Pernyataan ini benar-benar telah menistakan agama kami(Islam)! Bagaimana mungkin sebuah seruling dan gendang bisa lebih mendekatkan diri pada Allah. Padahal kita ummat Islam tau, bahwa hal yang mampu mendekatkan kita pada Allah itu ya al-qur'an. Ini kan jelas-jelas mengesampingkan al-qur'an, namanya". Komentar warga, masih dari orang yang sama dan corong yang sama. (Nb: diksinya aku sendiri yg bikin. Tp insyaAllah substansinya gak melenceng dari maksud nara sumber sebenarnya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Ya!!!betul... Bupatinya mundur saja!!!" terdengar sebuah suara lantang dari rekan warga yang sedang diwawancarai(pengen masuk tipi ya Pak, minimal suaranya lah yg masuk tipi :D piss. Becanda, sumprit becanda doang)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Turunkan Bupatiiiiiiiiii..." masih terdengar teriakan-teriakan warga yang terlihat menduduki kantor Bupati saat mendapati bahwa Sang Bupati yang dicari tidak sedang berada ditempat dan tidak diketahui keberadaannya(ngumpet gitu) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lha iya, gimana nggak ngumpet? lha wong dapet tamu dadakan seabreg gitu, apalagi dengan tuntutan untuk turun jabatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hhhhmmm...nyam..nyam... masih sambil ngunyah sarapan, kok kemudian terbersit dibenakku tentang reaksi yang muncul pada ratusan warga tersebut. Uuuumm... apa reaksi mereka itu tidak terlalu berlebihan to? Mungkin aja Bupatinya punya alasan dengan pernyataannya tersebut. Warganya tu, kok ya nggak bertoleransi dikit, gitu. Lha wong Bupatinya sama-sama orang Islam ini(kan &lt;em&gt;al -muslimu akhul muslim --&lt;/em&gt;kabeh wong Muslim kui kekancan--) pastinya dia juga tau kalo Al-qur'an itu lebih mendekatkan diri pada Allah. Mungkin juga, ada maksud secara tersirat dari kalimat Bupati itu. Atau...bisa jadi ada kalimat-kalimat yang secara tersurat tuh mahdzuf(dibuang) --ceritanya kayak di ilmu kesusasteraan Arab gitu yang kadang membuang atau membuat sebuah kalimat menjadi panjang bertele-tele demi sebuah 'keindahan bahasa'--(aku ya ndak tau, kan cuma bikin list-possibility). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Thus&lt;/em&gt;, tuntutan warga kepada Bupati untuk "seketika mundur" dari jabatannya, apa itu juga bisa dibenarkan begitu saja? Nah, kalo Bupatinya beneran turun jabatan, melepaskan semua tanggungjawab, trus dia nggak punya pengganti? siapa yang mau ngurusin hajat hidup orang sekabupaten situ? (ya, kan ada wakilnya O'. Bisa aja tuh wakilnya yang ngegantiin dia). Bisa aja sih, atau juga digantikan orang yang mereka angap 'layak' untuk menggantikan Sang Bupati. Tapi apa iya ada yang bisa menjamin bahwa Sang Pengganti itu bisa lebih baik dan lebih layak untuk menggantikan Bupati sebelumnya? (Lha kan nanti yang bakal menggantikan Bupati itu yang milih rakyat, O') lha emang-e Bupatinya dulu tuh yang milih siapa? rakyat juga to?(iyo, &lt;em&gt;menowo&lt;/em&gt;). Gimana kalau tuntutan untuk "mundur" itu diganti dengan "memberikan pernyataan minta maaf" dibarengi dengan perbaikan diri(pernyataan, sikap dan tindakan), tentunya. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, kalau sekiranya reaksi yang diberikan atas stimulan dari Bupati itu tadi disikapi dengan emosi yang tepat pada waktu dan tempatnya --dengan adanya &lt;em&gt;tasamuh(toleransi) &lt;/em&gt;dan 'kesempatan kedua'(Waduh, kebanyakan nonton pilem kamu O')-- kayaknya sang Bupati juga gak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan &lt;em&gt;to make everything's better&lt;/em&gt;. Setidaknya, dengan toleransi yang diberikan, Bupatinya juga pasti bakalan mikir, "Oalah... saya salah ya". Kita semua juga &lt;em&gt;ma'lum&lt;/em&gt; dengan kata bijak ini to:"Kita selalu bisa mengambil pelajaran pada tiap kesalahan yang kita lakukan". Inget, berapa kali tuh Pak Dhe Einstein secara tidak sengaja melakukan banyak kesalahan hingga ahirnya menemukan semua teori dan aplikasi yang saat ini kita kenal(Sori, nggak bisa ngasih contoh penemuan dia, akunya yang katrok. Pokoknya setauku, dia tuh terkenal sebagai "orang pinter plus jenius") :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Haaaah... Bupatinya juga nggak seharusnya malah ngumpet gitu. "Hadapi dengan senyuman. Semua yang terjadi biar terjadi. Hadapi dengan tenang jiwa, semua akan baik-baik saja". Kata-kata dari Ahmad Dhani barusan emang nggak gampang dilakukan, tapi akan "lebih gak gampang" lagi, kalau kita "nggak pernah mencoba" untuk melakukannya. Piye? setuju nggak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku juga jadi heran ma sekian ratus warga yang demo itu. Lha wong marah kok barengan? janjian apa ya? Kenapa juga tambah banyak aja orang-orang yang jadi reaktif banget dengan sedikit saja stimulan yang mereka terima. Aku jadi keinget Kak Sofi(kakak kandungku. Luv you bro, mmmuuach...mmuuuaacchhh *halah*) dulu pernah bercerita, memberi pelajaran padaku. Jadi ceritanya gini; waktu itu Kak Sofi nanya apakah aku tau perbedaan reaksi yang timbul jika aku mengocok(&lt;em&gt;shake)&lt;/em&gt; sebotol air putih dan soda pada botol berbeda. Nah, aku, yang emang dari kecil udah keliatan ....(stop..stop.. sensor. Kumat deh O' narsismu) itupun dengan mantap mampu menjawab pertanyaan Kak Sofi, "ya tau laaaah... yang namanya soda itu ya, pastinya bakalan meledak dan muncrat-muncrat kemana-mana pas abis dikocok. Beda ama air putih biasa, dia bakal tetep tenang dan sesekali hanya terlihat gelembung udara kecil-kecil yang muncul dari proses pengocokan tadi yang kemudian gelembung kecil itu naik kepermukaan air hingga ahirnya hilang dan menguap menjadi udara begitu saja". Jawabku. "Seeeeep.. itu baru adekku, Kamu tuh emang pinter, sama kayak aku"(Hoalaah... ternyata Kakakmu gak kalah narsis ma kamu O' --piss bro. &lt;em&gt;guyon&lt;/em&gt;--). &lt;em&gt;Back to topic, &lt;/em&gt;kalimat yang kemudian muncul dari seorang Kak Sofi berikut ini yang membuatku terpana hingga saat ini, "Nah, begitulah hidup dan bagaimana kita menyikapi setiap stimulan atau rangsangan dari luar yang masuk. Kamu tinggal pilih, O'. Mau jadi sosok yang reaktif seperti soda gitu atau tetep tenang seperti air putih tadi. Katakanlah, 'pengocokan' tadi sebagai 'stimulan dari luar'. &lt;em&gt;See&lt;/em&gt;, soda itu akan meledak-ledak dan reaktif banget meski kadang kita ngocoknya dikit aja. Sedang air putih? dia tetep tenang plus &lt;em&gt;fine-fine &lt;/em&gt;aja meski dikocok sampe capek. Bahkan, Sang air putih tadi mampu menetralisir semuanya, mengangkat gelembung-gelembung kecil udara yang muncul dari pengocokan yang terjadi kemudian membuat semuanya kembali tenang". Begitu Kak Sofi mengahiri 'dongeng'nya aku pun tak kuasa menahan diri &lt;em&gt;to hug him tight &lt;/em&gt;sebagai 'reaksi air putih' atas stimulannya barusan dan memberitahunya betapa aku menyayanginya :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*huwaduh, jadi kangen Kak Sofi, hiks... Kapaaaan yo aku 'layak' balik ke Indonesia*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Be-te-we, tulisan ini cuma reaksi seorang "outsider" gara2 abis nonton berita yang cuma sekilas itu tadi. Mana beritanya gak jelas, lagi. Nggak disebutin itu pernyataannya dinyatakan pas event apa...gitu(kali aja ngaruh kalau dikaitkan dengan sikon pas Bupatinya ngomong gitu. Kali aja ada sebab-musabbabnya kenapa sampe ngomong kaya gitu). Dan inget, yang namanya &lt;em&gt;"wong ndelok iku namung biso nacat"&lt;/em&gt; (Orang yang melihat saja --tanpa tau dan nggak mau tau proses terjadinya sebuah karya-- itu hanya bisa mencela) gitchu &lt;em&gt;ngendikane &lt;/em&gt;Ibukku. Waktu Ibukku &lt;em&gt;ngendikan&lt;/em&gt; gitu tuh aku pas kelas 2 Aliyah(setingkat SMA), trus aku juga masih imut...(halah, udah O'. Ceritanya gak selesai-selesai. Lha wong yang diceritain aja dah ngantuk gitu) :P&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Piiisss...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Demikian, warga meminta Bupati untuk meminta maaf kepada seluruh ummat Islam di Purwakarta serta seluruh Muslim se-dunia" berita ternyata masih berlanjut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Oooh.. Alhamdulillah, Bupatinya ahirnya cuma disuruh minta maaf doang" gumamku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"...Tapi warga tetap menuntut Bupati tersebut untuk segera mundur dari jabatannya!".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Lho???!!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(beritanya abis, sarapanku juga)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penulis adalah orang Jateng yang bercita-cita pengen tinggal di Jateng jg(g melancong kemana-mana lama-lama, gitu, maksudnya) semoga tulisan ini nggak &lt;em&gt;subjective&lt;/em&gt; ya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;^.^&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-225129547400704066?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/225129547400704066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=225129547400704066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/225129547400704066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/225129547400704066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/08/stimulan-reaksi.html' title='Stimulan-Reaksi'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GYf6t0dskY0/SKacEoX8fVI/AAAAAAAAAFM/zZvYvR5-wfE/s72-c/Image042.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6429613520003142524</id><published>2008-08-01T21:12:00.002+03:00</published><updated>2008-08-01T22:57:06.396+03:00</updated><title type='text'>Ya Gitu tu...</title><content type='html'>Hidup udah 20 Tahun...&lt;br /&gt;Diantara sekian kekurangan dan kelebihan, banyakan kelebihan dan anugrah serta segala bentuk cinta dan kasih dariNya lewat aaaapa saja, dan siaaapa saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah SD yang begitu berkesan&gt;&gt;&gt;tawuran antar geng ce Vs co, baris sebelum masuk kelas, guru yang kadang suka marah tp sering ramah, senam bersama meski g niat banget ngejalani gerakan2 senamnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja menyenangkan&gt;&gt;&gt;hunting pernak-pernik aksesoris jilbab bareng sahabat, walk around, JJS(jalan2 sore), berorganisasi, berdinamika dalam sebuah sinergi, berkarya, beranjak dewasa, berproses dengan segala suka duka, mengambil pelajaran dari tiap kesalahan yang tercipta, belajar dari orang lain, memahami orang lain, mengilhami apa-apa yang terjadi disekitar kita, jatuh cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Kuliah&gt;&gt;&gt; semakin tambah temen dari segenap penjuru Nusantara Indonesia tercinta, semakin matang menyikapi masalah, semakin mengerti apa dan mengapa DIA memberi segala yang telah ada bersama kita, kemudian menjaga semua apa yang ada, memberi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang mencinta&gt;&gt;&gt;Abah, Ibuk, Kak Kholil, Kak Sofi, Mbak I'ah, Mbak Iva, Erik, Vira, Nila, Ova, Evi, Ufik, Eva, Arjun, Lek Minan, Lek Hanifah, Mbah Koko, Mbak Ayi, Lek Umniyyah, Lek Nik, Pak dhe Malik, Budhe Tin, Kak Nuha, Kak Albab, Mbak Raudloh, Mbak Ani, Kak Hud...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama&gt;&gt;&gt; Ketua kelas, pengurus OSIS, beberapa amanah yang dipercayakan, Ketua panitia perpisahan kelas, representasi kelas untuk maju lomba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mencinta,&lt;br /&gt;Sahabat dan teman-teman&gt;&gt;&gt;Elok, Mazzel, Layin, Ukhti Zulfa, Kang Mumu, Dek Faiz, Rohim, Kak Beni, Kang Rijal, mbak Iik, Mbak Maria, Mbak Najah, Mbak Lely, Mbak Mita, Hanif, Wiwi, Vela, Mbak Avi, Dek Eko, Aan, Wildan, Iqbal, Dayat, Epul, Faiq, Uul, Makin, Mbak Viqi, Sahal, Kak Achin, Kang Labib, Kang Ansori, Kak Tara, Kak Malingkai, Kak Burhan, Laode, Dodol, Waris, Agus, Alif, Cokro, Ari, Ragil, Teguh, Sri, Wati, Utami, Novi Dina, Kang Nadzir, Cak Ihya', Lilis, Uci, Mbak Eva, Edit, Yeyen, Zanuba, Arfan, Zaenal, Mbak Ami, Mbak Dahlia, Gen, Dipo, Kang Ja'far, Kang Nadzif, Kang Faizin, Mas Nanang Musa, Kang Miqdam, Kang Mawhib, Mas Irwan, Anas, Anto, Dede, Riska, Maisaroh, Mas Adon, Mbak Alfi, Mbak Ninik, Mas Nadzif, Mbak Fenti, Mama, Mbak Nena, Husna, Fata, Kang Hilmy, Kak Surya, Dian, Mbak Sane, Ebah, Jessy, Mbak Dewi, Mbak Ramen, Mas Edo, Kang Imam Suhrowardi, Ipin, Adzroi, Mbak Shanti, Haura, Zufa, Mbak QQ, MBak Lilik, Kak Aisyah, Kak Rahmat, Kak Fatma, Upi, Nur, Khofshoh, Lia, Isti, Ziya, Cici, Aa' Fuad, Aa' Uday, Ziean, Ridwan, Abou...&lt;br /&gt;(Yang g disebut jgn marah, semata2 adalah gara2 pikunnya si penulis) :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh&gt;&gt;&gt;cuma satu orang doang, Itupun g jelas siapa identitasnya. Mana dia perhatian banget lagi. Seringnya, SMS gelap yang dia kirim adalah sebuah control sosial yang selalu memberikan kritik kontributif buat kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah... atas nama, harta, dan perjalanan yang sejauh ini tertempa"&lt;br /&gt;(Dian Sastro, "Alhamdulillah" feat. Too Phat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini Allah yang ngatur lho. Tiap kejadian, segala hikmah yang terekam oleh hati, kebetulan-kebetulan yang menyenangkan, surprise, hadiah, sahabat yang selalu ada, teman yang mengisi hari-hari, kebahagiaan, tangis, canda, gelak, senyum, hati yang berbunga-bunga, hati yang keruh, langit yang seolah kelam, orang-orang yang nyebeliiiiiiiiiiin banget, musuh... semuuuuuuuuua itu untuk keseimbangan jiwa kita. Semua itu Allah yang ngatur!!! Keren kan??? uumm... Allah tuh emang Keren. Ya gitu tu Allah. Selaaaalu tau tentang gimana, kapan, apa, pada siapa dan dimana sesuatu hal layaknya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For every single thing which doesn't fit our feeling, just be Invincible!!! ^_~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6429613520003142524?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6429613520003142524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6429613520003142524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6429613520003142524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6429613520003142524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/08/ya-gitu-tu.html' title='Ya Gitu tu...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-520987307967492499</id><published>2008-07-25T00:30:00.002+03:00</published><updated>2008-07-25T00:57:00.832+03:00</updated><title type='text'>Wajahku!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Let me tell you about Ani. Gak terlalu cantik tapi aku selalu betah melihat wajahnya yang tidak pernah sepi dari senyuman. Supel, lincah, meski kadang sesekali mudah tersinggung. Namun secepat perasaannya yang gampang tersinggung, Ani selalu punya segudang maaf untuk mereka yang telah menyakitinya. Memahami Ani, kadang dia butuh satu tempat baru atau benar-benar ingin ditinggalkan sendirian demi memahami dirinya sendiri. Itu Ani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Suatu hari Ani bertanya tentangnya padaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Could you tell about who am I?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Kamu Ani", jawabku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ahir-ahir ini Ani sering menanyakan hal yang sama. Kehidupan Ani memang tak lagi seperti dulu. Dia kadang juga berkeluh, bahwa dia tak lagi mempunyai waktu untuk bersantai dan menjadi 'dirinya'. Ani merasa dia kehilangan 'dirinya'. Menjadi salah satu top leader, anggota pengurus suatu organisasi, publick figure, dan pelaku seni. Disuatu saat, Ani merasa dia harus mengenakan topeng 'alim'nya saat kondisi menempatkannya sebagai publick figure; Ani harus berpakaian rapi, bersikap sopan, tidak boleh tertawa terbahak de el el. Karena setiap tingkahnya menjadi sorotan, kelakuannya menjadi perbincangan dan perkataannya adalah keputusan. Di lain waktu, Ani mengenakan topeng 'ekspresi' saat ia berada dalam 'wadah seni'nya. Dia tertawa terbahak, 'membumi' berbaur dengan temannya dari beragam jenis dan bermacam karakter. Yang menyusahkan hatinya adalah ketika Ani sedang berada dan mengenakan topeng seni-nya, sedangkan orang lain menyangka bahwa Ani sedang mengnenakan topengnya sebagai publick figure. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ani menjadi ketakutan pada dirinya sendiri. Hawatir bila dia benar-benar kehilangan dirinya. Topeng sebagai 'publick figure', topeng 'pelakon seni', topeng ketika berdiri sebagai 'top leader', topeng sebagai 'pengurus' yang dicontoh para anggotanya. Ani mencari dirinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Mana wajah asliku? apakah aku akan kehilangan aku?" Ani mulai panik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku menyeret tangannya dan membawanya dalam pelukanku, "Kamu tidak pernah kehilangan dirimu. Hal yang selama ini kau kira sebagai topeng bukanlah topeng. Bagaimana kalau semua wajah dan karakter yang berubah-rubah adalah sejatinya dirimu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ani masih dengan kepanikannya, tapi kini mulai mereda. Aku menepuk-nepuk pelan punggungnya, mencoba meyakinkannya bahwa aku akan selalu ada untuknya. Ani mungkin telah lama memendam semua ini, membiarkan dirinya bergulat sendirian dengan suara-suara dalam dirinya sampai-sampai dia tidak lagi merasai bahwa aku ini adalah dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sebentuk jawaban ambigu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-520987307967492499?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/520987307967492499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=520987307967492499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/520987307967492499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/520987307967492499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/07/wajahku.html' title='Wajahku!!!'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3479156191324150355</id><published>2008-06-12T18:20:00.000+03:00</published><updated>2008-06-12T18:22:12.671+03:00</updated><title type='text'>Tiga Sayap</title><content type='html'>Bumi Tuhan dipenuhi makhluk yang berseliweran tengah petang ini. Terlalu beragam kegiatan yang mereka lakukan. Yang sedang bercengkrama pun beragam. Mulai yang kasat mata sampai yang mampu terasai oleh indera peraba. Disini, sesosok Setan tampak membuntuti sepasang manusia yang sejatinya tak pernah mampu merasai keberadaan Sang Setan. Pun tentang keberadaan Malaikat dikanan mereka. Pasangan itu terus berjalan menuju halte bus beberapa meter didepan mereka. Diikui Setan yang terus saja membisikkan rayuannya, bergantian pada Sang lelaki dan wanitanya.&lt;br /&gt;”Berhenti menggangu mereka!"&lt;br /&gt;"Cih", Setan melengos atas hardikan Malaikat. Petang ini banyak sekali orang berlalu-lalang. Terlihat seorang Ibu yang menggenggam erat anak laki-lakinya yang berusia sekitar 8 tahun, hendak menyeberang jalan. Bergegas menuju rumahnya yang nyaman. Ditengah jalan sana, beberapa mobil terlihat sibuk mengejar senja. Sedang sepasang manusia tadi kini telah berada di halte dan terlihat sedang menunggu bus yang akan  menjemput mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melayang terbang, Setan hendak meninggalkan angin yang barusan dijadikannya alas duduk&lt;br /&gt;"Mau kemana kamu?" Tanya Malaikat penuh prasangka.&lt;br /&gt;"Mau ikut?" tawar Setan dengan senyum liciknya. Dia pun kemudian terbang kearah utara menuju tempat beberapa meter dari tempatnya semula. Entah apa muslihat yang sedang dia buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja baru saja tersamar berganti pekat kemerahan. Kumandang adzan maghrib sudah 20 menit lalu terdengar. Tapi masih banyak saja orang-orang yang masih sibuk mengejar asa untuk kehidupan dunianya. Namun, pun tak sedikit yang telah bercahaya wajahnya oleh air wudlu. Tak banyak yang tahu, bagaimana cahaya itu memancar dari wajah mereka. Mungkin hanya Setan-setan dan para Malaikat yang mampu melihatnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat kini terbang mengepakkan ketiga sayapnya mengelilingi sepasang makhluk berbeda jenis yang memang sedari tadi ditunggui olehnya dan Sang Setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beres..", Setan yang tadi menghilang kini telah lagi terlihat. Secepat kilat dia telah muncul lagi disamping Malaikat dengan sorot mata kepuasan. Sedang Malaikat mengedarkan pandangannya dan menemukan betapa banyak Setan yang sedang berkeliaran. Salah satunya berada beberapa jarak darinya dan sedang membisiki seorang penjual kacamata untuk menipu konsumennya yang bermata biru dan berambut kuning jagung.&lt;br /&gt;"Hah, tak sia-sia aku meminta Tuhan menangguhkan waktuku hingga kiamat nanti," Setan memulai cerita tanpa diminta dengan terus saja memperhatikan pasangan yang jadi incarannya. Setan memang tak pernah tau apakah episode pasangan yang sedari tadi ditungguinya bersama Sang Malaikat akan dimenangkan olehnya atau oleh Sang Malaikat. Tapi Setan tidak pernah menyerah untuk berusaha agar kemenangan bisa didapatkannya.&lt;br /&gt;"Tapi Tuhan tidak buta!" jawab Malaikat&lt;br /&gt;"Tapi aku pun cerdik!"&lt;br /&gt;"Kamu tidak akan pernah sembuh dengan kesombonganmu"&lt;br /&gt;"Alah!", Setan mengibaskan tangan ke udara didepan hidungnya, "Tunggu dan Lihat saja bagaimana 2 makhluk tolol ini akan menikmati moment kebersamaan mereka kali ini".&lt;br /&gt;Malaikat menjaga posisinya agar tetap diudara degan tetap mengepakkan ketiga sayapnya, pelan.&lt;br /&gt;"Aku yakin, kau tak akan berhasil dengan semua ini. Sepertimu, aku sedari tadi bersama mereka. Dan aku tau sekali bahwa mereka sebenarnya tak menginginkan moment seperti saat ini. Semua ini kamu yang mensiasati".&lt;br /&gt;"Sengaja!"&lt;br /&gt;Kepakan sayap Malaikat berhenti. Kini dia telah duduk diatas awan yang gelap oleh malam.&lt;br /&gt;"Apa kamu tidak mendengar debar jantung mereka? Debaran jantung yang melebihi biasanya". Setan menyeringai. Sekelebatan berikutnya, Setan telah meluncur kearah pasangan tadi.&lt;br /&gt;"Tidakkah kau melihat pipi yang kemerahan karena malu ini?" teriak Setan pada Malaikat diatas sana. Sang gadis terlihat memalingkan muka pada lelaki disampingnya. Tak mau kedapatan kalau pipinya sedang memerah malu. Teriakan Setan sama sekali tak mengganggu pendengarannya yang memang tak mampu didengar telinga manusia-nya.&lt;br /&gt;"Licik!" rutuk Malaikat.&lt;br /&gt;"Cerdik. Pintar berkelit!". Imbuh Setan sendiri atas sifat-sifatnya. Giginya yang tajam-tajam meneringai meneteskan lendir saat ia menarik bibirnya kesamping dan menyebutnya sebagai sebuah senyuman.&lt;br /&gt;"Inilah aku. Kamu akan lihat betapa aku akan memiliki banyak sekali teman di neraka nanti" Setan bertepuk tangan pelan membayangkan kemenangannya.&lt;br /&gt;"Huh, aku melihat semua muslihatmu. Aku juga menyaksikan kesucian hati pasangan yang sedang kau goda itu. Bagaimana mereka berusaha menjaga hati mereka agar tak terjamah olehmu".&lt;br /&gt;"Tapi mereka CUMA manusia. Kamu lupa? Bagaimana mereka disebut-sebut sebagai gembong kesalahan dan kealpaan?"&lt;br /&gt;"Salah! Bukan 'gembong'. Khilaf dan kesalahan mereka hanya sesekali saja".&lt;br /&gt;"Itu kan menurut mereka! Manusia-manusia itu tidak pernah menyadari betapa seringnya mereka mengulang kesalahan yang sama. Khilaf pada hal yang tidak berbeda. Cih!"&lt;br /&gt;Malaikat menarik sedikit bibir kanannya kebelakang sambil melirik kearah setan, "Kamu lupa satu hal rupanya. Manusia-manusia itu mulia atas anugerah husus dari Tuhan, akal. Satu hal yang tidak diberikan kepada makhluk selain mereka".&lt;br /&gt;"Apa peduliku? Toh banyak saja dari mereka yang masuk jebakanku. Karena mereka jarang menggunakan otak mereka!"&lt;br /&gt;Malaikat mengelengkan kepalanya, "Kamu salah mengenali manusia-manusia itu"&lt;br /&gt;"Malaikat, kamu masih mau mengingkari kecerdikanku? Bagaimana aku mensiasati dosa yang kini dipikul sepasang muda-mudi dibawah sana? Bagaimana aku mengatur alasan agar mereka bisa bertemu? Kemudian agar mereka berjalan beriringan dengan alasan karena mereka akan menuju halte yang sama? Bagaimana sang lelaki tetap berada disamping wanitanya dan mengatakan bahwa dia akan tetap disitu sampai sang wanita mendapatkan busnya?"&lt;br /&gt;"Tapi kamu juga tidak bisa mengingkari, bagaimana mereka tetap menjauhi hal-hal yang tidak disukai Tuhan mereka. Mereka sedari tadi menghindari perbincangan. Karena mereka tahu, sekali saja mereka membuka topik perbincangan, maka akan semakin berat hati mereka untuk mengahirinya"&lt;br /&gt;"Ck..ck..ck..", Setan menggerak-gerakkan jari telunjuk didepan wajahnya, "Belum. Aku belum berheti dengan usahaku menjadikan mereka temanku dineraka nanti. Kamu tahu bagaimana mereka menikmati kebersamaan mereka saat ini? Kamu tidak tuli atas kata hati mereka, Malaikat. Aku tahu kamu dapat mendengarnya, sepertiku yang bisa melakukan hal yang sama. Sebenarnya saat ini mereka tahu bahwa aku ada diantara mereka, menggoda mereka dan mengelitik hati mereka. Tapi apa? Toh mereka tetap membiarkanku berada disini dan tidak mengusirku. Kurang cerdik apa aku? Terbukti bahwa semua taktikku mampu membutakan nalar mereka, bukan?" sombong Setan, lagi.&lt;br /&gt;Malaikat turun dari awan gelap meluncur kebumi. Kakinya telah hampir menyentuh tanah ketika kemudian secara otomatis ketiga sayapnya membentang, mengepak dan membuatnya tetap berada diatas angin. Kemudian Malaikat terlihat mendekati pasangan tadi. Mendengarkan detak jantung mereka dan merekam tiap kata hati mereka. Sesaat kemudian Malaikat terlihat mencatat sesuatu pada lembaran-lembaran yang selalu melekat dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa telah selesai dengan tugasnya, Malaikat kini mendekati Setan yang masih menunggu ending 'kisah muda-mudi' yang dari tadi digodainya itu, "Makhluk tak berotak seperti kamu saja secerdik ini," Setan menyipitkan matanya. Tersilau cahaya Sang Malaikat, "apalagi manusia!" sambung Malaikat sambil meninggalkan Setan.&lt;br /&gt;"Eeeeergghh…", geram Setan terhina, "aku tidak akan pernah berhenti mengganggu manusia!" ikrar Setan.&lt;br /&gt;"Sepertinya, aku sudah pernah mendengar kata-kata yag sama sejak kau diusir dari surga dulu. Sering mendengar, bahkan. Tapi aku tidak yakin dengan semua kata-katamu itu. Musuhmu itu bukan makhluk sembarangan, Setan. Aku hawatir kamu kalah cerdik".&lt;br /&gt;"Akulah makhluk Tuhan paling cerdik!"&lt;br /&gt;Malaikat kembali dibikin tersenyum oleh kata-kata Setan. "Para manusia itu telah cukup dengan keberadaan Tuhan mereka sebagaia Dzat yang Maha Megetahui. Dzat yang paling mengerti dan memahami apa yang hati mereka suarakan. Ditambah dengan catatanku ini," Malaikat mengacungkan lembaran-lembaran ditangannya, "akan membela mereka saat mulut mereka tak lagi mampu bercerita nanti."&lt;br /&gt;Malaikat hendak beranjak kelangit ketika urung dan kembali terbang mendekati Setan dan berkata, "Makhluk yang kau jadikan musuhmu itu bukan makhluk sembarangan. Kau bersiap saja untuk kalah". Kini Malaikat telah hilang dibalik kelam, meninggalkan Setan yang masih saja memperhatikan pasangan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Take care ya" kata sang lelaki dengan cueknya pada wanitanya yang masih berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa degan jantungnya yang berdetak kencang, dan pada pipinya yang memerah malu saat Sang wanita hendak menaiki bus yang dari tadi ditunggunya.&lt;br /&gt;Setan menyeringai puas dan bertepuk tangan bahagia saat tahu bahwa kini koleksi 'teman di nereka'nya telah bertambah lagi. Riang, Setan terbang berputar-putar mengelilingi Sang lelaki yang kini sendirian hendak kembali kerumahnya. Namun beberapa jenak kemudian Setan dibuat aneh oleh mata Sang lelaki yang menatap  kearahnya.&lt;br /&gt;"Bukankah aku tak terlihat oleh mereka?" gumam Setan. Ia mulai tak nyaman dengan tatapan itu. Semula didekat Sang lelaki, kini Setan terbang berpindah tempat. Tapi tatapan tajam itu tetap menghujam kearahnya. Setan merasakan tubuhnya mulai bergetar aneh. Dan getaran itu berubah geram, kemarahan, sesaat setelah melihat lelaki dibawah sana tiba-tiba membentangkan ketiga sayap yang sedari tadi disembunyikannya. Pelan, makhluk yang berwujud lelaki itu terbang kearah langit. Tersenyum santun penuh kemenangan kepada Setan dan meninggalkannya yang terkejut, termangu diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat kita tahu bahwa semakin kita tahu, kita hanya semakin tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3479156191324150355?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3479156191324150355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3479156191324150355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3479156191324150355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3479156191324150355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/06/tiga-sayap.html' title='Tiga Sayap'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-660899294345955955</id><published>2008-05-26T16:37:00.000+03:00</published><updated>2008-05-26T16:39:39.654+03:00</updated><title type='text'>The most romantic one</title><content type='html'>Kebahagiaan&lt;br /&gt;Kesedihan&lt;br /&gt;Tangis&lt;br /&gt;Tawa&lt;br /&gt;Kita kadang udah sangat paham banget kalau hal2 diatas tuh muter sesuai sunnatullah. Tapi tetep aja, kadang kita gak bisa menghindari perasaan yang tidak nyaman saat harus merasakan kesedihan. Atau, kadang kita begitu egois karena nggak mau kehilangan kebahagiaan yang sedang kita rasakan. Trus gimana dong? Mungkin nggak banyak yang bisa kita lakukan sih. Cuma bukan berarti kita kemudian nggak ngelakuin apa2 kan?&lt;br /&gt;Tetep aja bilang ke diri sendiri, "Tenang, insyaAllah setelah tangis ini, Allah sendiri yang mengembalikan senyum ke bibirmu", disaat kesedihan yang diwarnai tangis menyapa wajahmu.&lt;br /&gt;Dan, tetap ekspresikan kebahagiaan yang ada dengan caramu sendiri, tanpa harus membuatnya norak dan malah kesannya over. Mempersiapkan dan mengingatkan hati, untuk bersiap-siap menerima kesedihan setelah ini, juga perlu. Seperti yang udah kita tau, setelah ada tangisan, Allah akan mengembalikan senyuman. Dan saat kebahagiaan sedang memenuhi dada, persiapkan saja kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah adanya kebahagiaan itu. Yah, biar nggak kaget aja. Toh, semuanya berputar-bergantian, bukan?&lt;br /&gt;Segala sesuatu ada waktunya. Pun tangis, pun tawa. Allah selalu tahu, kapan harus meletakkan tawa dan kapan membasahi mata kita dengan airmata. Dan untuk semua kesedihan, kesulitan, sepenuh keihlasan menerima semua dariNya, insyaAllah Dia menghitung semuanya dan akan ngasih reward diahir nanti. Dia sendiri yang akan menggantinya dengan sesuatu yang layak, insyaAllah. Just believe in it and HE will make it true.&lt;br /&gt;Nyadar nggak? dibeberapa kasus, kita baru bisa nemuin hikmah ato rahasia yang sengaja disembunyikan Allah tuh pas masalah yang kita hadapi itu udah lewat. Bahkan, jauuuuuh… setelah masalah itu hampir kita lupakan, Allah tiba-tiba bikin satu cerita baru dalam hidup kita yang mana hal itu bersangkutan dengan masalah yang hampir kita lupakan itu tadi, sebagai kejutan. Ahirnya, dari cerita baru itu tadi kita baru bisa memahami hikmah terjadinya hal2 yang udah lampau2 dulu. Menurutku, karena MUNGKIN begitulah cara Allah ngasih tau cintaNya, membahasakan kasihNya tanpa kata-kata. Aku memang tidak terlalu mengenaliNya dan hanya mampu memahami semuanya tentangNya dengan kata "mungkin". Tapi aku selalu tahu, Dia begitu mengerti, memahami, bahkan mengenali semua. Tentangku, tentangmu, tentang kita. And I always do&lt;br /&gt;Uuughh… Allah's so romantic ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-660899294345955955?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/660899294345955955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=660899294345955955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/660899294345955955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/660899294345955955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/05/most-romantic-one.html' title='The most romantic one'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4985409511268335152</id><published>2008-05-13T18:56:00.002+03:00</published><updated>2008-05-13T19:12:49.949+03:00</updated><title type='text'>I must be invincible</title><content type='html'>Some times we can't describe a thing&lt;br /&gt;In another times, We just don't have enough brave to tell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At one time, We are forced to hide everything&lt;br /&gt;And in other time, some-reasons give us an cause to tell the truth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, kapan kesedihan akan berahir&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, kapan  kebahagaiaan akan diambil&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, apa yang sedang terjadi&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, kemana perjalanan hidup akan dibawa&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, kenapa sesuatu harus terjadi&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, kenapa kita gak bisa menganalisa apa yg terjadi&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, apa saja yg bisa membuat kita tersenyum&lt;br /&gt;Kita kadang g tau, bagaimana mengenali Allah&lt;br /&gt;Tapi yang selalu kita tau, Allah selalu mengenali, memahami, dan ADA untuk kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4985409511268335152?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4985409511268335152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4985409511268335152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4985409511268335152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4985409511268335152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/05/i-must-be-invincible.html' title='I must be invincible'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4959880927017167767</id><published>2008-05-05T20:49:00.002+03:00</published><updated>2008-05-05T22:55:47.570+03:00</updated><title type='text'>Lullaby...</title><content type='html'>"Hiks...hiks..hiks.."&lt;br /&gt;"Kenapa, sayang?" Ibuku menghampiri sambil meraih kepalaku, kemudian menyandarkannya pada lengannya yang hangat.&lt;br /&gt;"Ngantuk ya.."&lt;br /&gt;"Dongeng.." pintaku&lt;br /&gt;"Hmmm..."&lt;br /&gt;Kemudian Ibu menggeser tempatnya berbaring. sejenak kemudian dia mulai bercerita&lt;br /&gt;"Kamu, memiliki seorang lagi Kakak laki-laki. Dia itu Kakaknya Kak Sofi"&lt;br /&gt;Ibu menghela nafas sedang aku mulai menggarul2 mataku yang terasa pedas.&lt;br /&gt;"Kok aku nggak pernah lihat. Kakak yang itu dimana?" tanyaku&lt;br /&gt;"Kakaknya Kak Sofi itu namanya Kak Kholil"&lt;br /&gt;"Wah, namaku dong"&lt;br /&gt;"Iya, namamu itu untuk mengingat Kak Kholil. Karena Kak Kholil sudah tidak ada disini"&lt;br /&gt;"emangnya Kak Kholil kemana? kenapa dia g bisa berada disini?"&lt;br /&gt;"Kak Kholil itu, sekarang udah sama Allah"&lt;br /&gt;"Aku mau dong sama Allah. Aku mau dong bareng Kak Kholil"&lt;br /&gt;"Belum bisa..." Aku tak paham benar arah pembicaraan Ibuku. Toh aku tetap mendengarkan&lt;br /&gt;"Kak Kholil meninggal ketika masih kecil dulu" lanjut Ibuku, "Dan saat ini, dia menunggu kita di Surga"&lt;br /&gt;"Kenapa begitu?"&lt;br /&gt;"Jadi, Kak Kholil sekarang ini sedang mengintip kita dari pintu Surga. Kemudian saat Allah memintanya untuk masuk surga, Kak Kholil menjawab seperti ini, 'Aku menunggu Ibu, Abah dan adek-adekku'. Maka Allah pun membiarkan Kak Kholil menunggu"&lt;br /&gt;"Bagaimana Kak Kholil membawa kita masuk surga? Allah g marah kalau kita masuk surga bareng Kak Kholil?"&lt;br /&gt;"Yah, Kak Kholil nanti akan menggenggam tangan Ibu. Kemudian Ibu akan menggandeng tangan Abah. Kemudian Abah menggandeng tangan Kak Sofi. Trus, Kak Sofi pegang tangannya Mbak I'ah dan Mbak I'ah akan pegang tangannya Mbak Iva. Kemudian mbak Iva menggandeng tanganmu. Dan kita semua, akan masuk surga bersama Kak Kholil" sambil tersenyum Ibu mengahiri ceritanya. Cerita, yang selalu membuatku tenang untuk memejamkan mata dan merengkuh malamku.&lt;br /&gt;Ibuku memegang tanganku. Sesaat menciumku sayang, dan mengambilkan bantal untuk tidurku.&lt;br /&gt;"Tidur yang nyenyak, sayang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Matikan tivinya!" itu sebuah kata perintah. Telah bukan lagi permintaan, ketika aku mengabaikan kata2mu untuk segera mematikan tivi.&lt;br /&gt;Aku cemberut, manyun.&lt;br /&gt;"Setelah maghrib itu harus mengaji. Biasanya kan seperti itu"&lt;br /&gt;"Ada film kartun bagus, Bu. Pokoknya nonton!!" aku tak mau kalah.&lt;br /&gt;Kemudian Ibu menatapku dan membawaku dalam pangkuannya.&lt;br /&gt;"Kamu pernah melihat bintang yang ada dilangit?" tanyanya disusul anggukanku&lt;br /&gt;"Apa yang kamu tahu tentang bintang?"&lt;br /&gt;"Bersinar. Indah"&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Bintang kecil.. dilangit yang biru... amat banyak.. menghias angkasa... aku ingin terbang dan bernyayi... jauh tinggi ketempat kau berada..."&lt;/em&gt; suara Ibu selalu terdengar indah menyanyikan lagu yang beberapa hari lalu diajarkan dikelas TKku.&lt;br /&gt;"Begitu juga rumah kita," lanjutnya. Ibu selalu paham tentang ketidakpahamanku, hingga beliau meneruskan ceritanya.&lt;br /&gt;"Allah itu, selalu memandangi kita dari tempatNya"&lt;br /&gt;"Memangnya Allah ada dimana?"&lt;br /&gt;Ibu mengarahkan jari telunjuknya kearah atas&lt;br /&gt;"Dilangit?" tanyaku. Ibu hanya tersenyum&lt;br /&gt;"Mau dilanjutin nggak, ceritanya?" godanya. Tentu aku cepat2 mengangguk.&lt;br /&gt;"Jadi, rumah yang mana ada orang mengaji didalamnya itu laksana bintang. Bersinar, terang, indah"&lt;br /&gt;Aku mengerutkan  keningku, mencerna cerita barusan.&lt;br /&gt;"Semakin sering Sang penghuni rumah membaca al qur-an, semakin teranglah sinar yang keluar dari rumah tersebut" Ibu membaca ketidakpahamanku, lagi.&lt;br /&gt;"Dan kalau Allah melihat sinar itu, Allah pasti suka. Kemudian DIA akan bertanya pada malaikat:'Rumah siapakah itu?', jawab malaikat:'itu rumah salah satu hambaMu'. Lalu kata Allah lagi:'tulis nama pemilik rumah itu kedalam catatan para penghuni surga. Karena ia telah memenuhi rumahnya dengan cahaya al qur-an'. Dan malaikat pun mentaati perintah Allahnya." kata Ibu sambil mencubit hidungku dan mengahiri ceritanya.&lt;br /&gt;Aku segera melompat dari pangkuannya. Tak ingat lagi tentang film kartun yang tadinya ingin ku tonton, aku berlari keruang tengah dipenuhi imaginasi tentang rumahku yang akan terlihat bersinar terang seperti bintang, dimata Allah.&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;A'udzu billahi minassyaithonirrojiim..., bismillahirrahmaanirrahim...&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;Yang kemudian terdengar adalah suara Ibu yang beberapa kali membenarkan bacaan qur-anku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat waktu begitu indah saat ia telah berlalu dan meninggalkan semua.&lt;br /&gt;Tapi akan tetap ada, dan selau ada.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak lelo...lelo... lelo legung...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;About the lullaby. the same lullaby which belong to someone...&lt;br /&gt;Miss you, Mom. And I always do&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4959880927017167767?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4959880927017167767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4959880927017167767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4959880927017167767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4959880927017167767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/05/lullaby.html' title='Lullaby...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3264345857522321916</id><published>2008-04-25T11:12:00.001+03:00</published><updated>2008-04-25T11:15:08.739+03:00</updated><title type='text'>Aku Melihat Cantikmu</title><content type='html'>Deg-deg..deg-deg..deg-deg.. emang dag dig dug gini kalo mau ujian. Parahnya, kalo diinget-inget tuh ya, aku selalu ketakutan dan selalu deg-degan kalo ujian dah didepan mata gini. Bersyukur, masih bisa ketakutan gini ngadepin semuanya. Yah, anggep aja aku masih waras karena masih mau hawatir dengan hasil ujianku nanti. Meski belum bisa ngedapetin hasil terbaik, aku selalu puas karena aku selalu menyiapkan usaha terbaikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri euy, liat mbak-mbak dan mas-mas yang lagi pegang qur-an kecil mereka di bus sambil mengulang-ngulang hafalan qur-an mereka yang menjadi syarat kenaikan kelas nanti. Kontras denganku, aku belum mempersiapkan banyak hal untuk ujian nanti. Tapi aku bukan kemudian lepas tangan sama sekali. Aku belajar kok, meski itu baru-baru aja. Hehehh.. aku nyerngir sendiri kalau denger pembelaan diriku, atasku sendiri. Manusia, kadang jadi begitu gengsi, sensi atau apalah, saat sedang dalam kondisi seperti saat ini. Hmm… kalau misalnya aku nanti nggak bisa naik kelas, kira-kira alas an apa ya yang akan kujadikan sebagai kompensasi penyebab ketidak-lulusanku? Ups, aku segera menggeleng-gelengkan kepalaku membuang jauh pikiran konyol dan menjijikkan barusan. "Aku pasti lulus. Aku pasti nggak butuh segala rupa alasan untuk membohongi orang banyak dan berapologi", tekadku. Aku tak pernah menyangkali keberadaan sesuatu yang "impossible". Tapi aku pun tak kemudian begitu saja mengacuhkan keberadaan "possibility".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulongok jendela bus yang kunaiki, ternyata sudah mendekati sekolahku. Seketika aku beranjak dari bangkuku yang kemudian didukuki oleh Ibu-Ibu yang menenteng keranjang anyaman di tangan kirinya. Isinya pet, mungkin. Hanya sekilas aku melirik kearahnya, lebih banyak berkonsentrasi untuk siap-siap turun di halte depan.&lt;br /&gt;Hupp, aku meloncat kecil dari bus dan mendarat dengan selamat. Senyumku kemudian menyungging saat kini mataku dipenuhi pantulan bayangan sekolahku yang gagah menjulang, yang jasadnya dilumuri sejarah, sekolah tertua di Negara kecil ini. Suara riuh semakin menggema ketika aku masuk kelas dengan tampang tak berdosaku.&lt;br /&gt;"Isa…"&lt;br /&gt;"Kemana aja?"&lt;br /&gt;"Apa kabar?"&lt;br /&gt;"Aku g pernah liat kamu deh"&lt;br /&gt;Aku tak mampu mendeteksi suara siapa saja itu. Yang aku tahu, mereka langsung menyerbuku, memelukku. Ini hal yang paling aku sukai tiap kali pergi ke sekolah, aku menemukan orang-orang yang membuatku merasa berarti.&lt;br /&gt;"Tambah gendut"&lt;br /&gt;"Agak kurusan ah"&lt;br /&gt;"Kok kulitnya item?"&lt;br /&gt;Hehehheh.. aku cuma nyengir. Semua perhatian itu, terlepas apakah sebuah keprihatinan karena aku tak pernah sekolah, atau karena mereka benar-benar memperhatikanku, aku selalu bahagia menikamatinya.&lt;br /&gt;Hah… terbayang lagi penat yang akan menyelimuti saat ujian nanti. Apalagi ujian nanti bertepatan dengan musim panas. Belum lagi, ujian yang akan dilaksanakan 3 kali seminggu, tidak seperti biasanya. Terlebih, ah… jadi pengen muntah-muntah kalo inget semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                   ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berada didalam bus lagi kini. Menuju jalan pulang sambil menggerak-gerakkan kerah bajuku, berharap angin yang sepoi bertiup diluar sana masuk kedalam bajuku, menyentuh kulitku dan menyisakan rasa nyaman pada tubuhku. Aku membawa pandanganku keluar jendela. Panas, silau, tapi aku tak mau henyak dari kegiatanku saat ini, memandangi taman yang membujur sepanjang jalan pemisah antar jalur yang berada tepat disebelah kiriku. Ada banyak sekali kecantikan disana. Kecantikan yang sebenarnya sudah kukenali sejak lama. Tapi karena dulu aku tersering melihat kecantikan itu, kemudian keindahan itu terasa biasa saja. Hingga kemudian aku sadar saat kecantikan itu menghilang dan hanya bisa kunikmati saat musim semi seperti ini. Apalagi negara kecil ini memiliki banyak sekali spesies bunga yang beragam bentuk, warna dan wangi ini, yang beberapa dari mereka tak bisa kutemukan di negaraku yang di elu-elukan sebagai zamrud khatulistiwa, yang gemah ripah loh jinawi, dan.. apapun itu.&lt;br /&gt;Ah, aku paling benci tiap kali mengingati negaraku.Sedih dan selalu marah pada diriku sendiri tiap kali mengingat negara yang semakin menyedihkan keadaannya itu. Yang ada dibenakku kini adalah untuk segera pulang ke negaraku itu. Klise ya. Semua penduduk negaraku yang tersebar di seantero dunia pun pasti meng-azam-kan hal yang sama. Tapia apa? Tak ada yang bisa menjamin kelebih-baikan kecuali aku sendiri dulu yang bertekad memulai mewujudkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengalihkan pandanganku karena mataku sudah tidak kuat lagi menahan silau yang terpantul dari mentari yang bersinar cukup terik hari ini. Beralih kedalam bus, lagi, kulihat mbak-mbak yang terlihat mencorat-coret buku pelajarannya, memberi catatan-catatan penting dipinggirannya sambil mencerna isinya diantara sesak yang ada. Pun, seorang Mas-mas yang tetap bertahan berdiri dan bertumpu pada satu tangannya yang menggantung pada besi panjang diatap-atap bus, sedang tangannya yang lain memegang qur-an kecilnya.&lt;br /&gt;"What was, what is and what will I do?" kembali pertanyaan itu menggema di kepalaku. Tapi aku menikmatinya. Meski kadang aku dibuat stress dengan pertanyaan itu, tapi aku juga sering termotifasi oleh pertanyaan-pertanyaan itu. Pindah pemandangan, seorang lelaki tua berkacamata setebal pantat botol limun yang duduk dibangku depanku, digantikan oleh sepasang muda-mudi yang setelah beberapa lama berada didepanku, kuprediksi bahwa mereka sedang pacaran. Sebenarnya risih aku, melihat tingkah mereka yang norak itu. Apalagi dengan mahkota indah yang menutupi kepala sang perempuan. Terlepas bahwa itu sekedar mode atau apalah, aku tetap saja kurang suka melihat tingkah mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhmmpph… tak sepertiku, mungkin mereka telah terlalu sering melihat keindahan yang tersaji, tepat didepan mata mereka. Hingga kini mereka telah begitu tersilau dan malah tak mampu melihat apa-apa. Sedangkan aku? Sepertiku yang kini baru menyadari keindahan bunga-bunga yang hanya muncul saat musim semi, aku bersyukur karena Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menyadari keberadaan sebuah keindahan yang sempat hilang dariku. Beberapa menit tersisa sebelum sampai ke halte dekat rumah kosku, aku siap-siap turun sambil iseng-iseng merogoh saku tasku yang sudah lama tidak kupakai ini. Alisku berkerut saat kurasakan kulit tanganku meraba sebentuk benda didasar saku tasku itu. Dan saat aku mengeluarkan sebuah benda ditanganku itu. Aku pun tersenyum memandanginya. Melihat barang ini, mengingatkanku pada nikmatnya memiliki sebuah keindahan yang kini ada bersamaku. Semoga Tuhan tak pernah mengambilnya dariku.&lt;br /&gt;"Wah, ternyata masa lalu tak mau meninggalkanku begitu saja", gumamku pelan. Aku kemudian memasukkannya lagi kedalam sakuku, dan bersiap turun, ketika seorang gadis berambut blonde warna pirang berkalung salib menepuk pundakku dan menyapaku.&lt;br /&gt;"Aku melihatmu memasukkan sesuatu kedalam sakumu. Benda yang sama seperti yang menggantung dileherku. Kamu Kristiani?" tanyanya penasaran.&lt;br /&gt;Aku memberi senyuman sebelum menjawab pertanyaannya, "Bukan. Saya seorang muslim".&lt;br /&gt;Kutinggalkan dia yang terlihat kikuk dengan pertanyaannya sendiri dan jawabanku barusan. Let's gone be by gone, hari ini adalah hari terbaik yang kumiliki. Apa yang akan kulakukan besok ya? agar membuatnya lebih baik dari hari ini?&lt;br /&gt;Aku membetulkan letak tas ranselku, dan berjalan menyebrangi jalan raya yang membentang didepanku. Tak lupa, aku mampir beberapa jenak untuk menikmati keindahan musim semi Negara kecil ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3264345857522321916?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3264345857522321916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3264345857522321916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3264345857522321916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3264345857522321916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/04/aku-melihat-cantikmu.html' title='Aku Melihat Cantikmu'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-29233938311781714</id><published>2008-04-03T20:02:00.002+02:00</published><updated>2008-04-03T21:24:41.226+02:00</updated><title type='text'>Games</title><content type='html'>Sore ini seneeeeeeeeeeng banget. Rame. Meski aku kadang menyukai kesendirianku dalam keraramaian yg ada disekelilingku, tapi sore tadi aku bener2 happy ikut NU games yang segitu ramenya. Ada sekitar 3 perlombaan tadi: Volley, futsal ma tarik tambang. Alhamdulilah tadi aku ikut maen Volley ma tarik tambang. Meski nggak menang, tapi tetep seneng. Yah, gimana yah? namanya juga game. harus ada yang menang dan ada yang kalah *gini nih cara ngomongnya orang yang lagi kalah :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi emang tuh, gak bisa dipungkiri keberadaan Winner dan Looser tadi. Ada yang bilang kalo hidup ini tuh penuh dengan game. "Kamu harus jadi pemenang, or else, kamu yang kalah dan terinjak", gitu kata temennya temen dari temennya temenku :d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, menyoal menang-kalah bagiku itu wajar. Dan terjadi dimana plus kapan aja. Dansaat jadi pemenang, perlu menginsyafi bahwa kemenangan yang didapatkan saat itu bukanlah final dr semuanya. Pun bagi yang kalah, musti membesarkan hati juga. Coba bayangin, kalo nggak ada seseorang yang disebuat "Looser", apa akan ada seseorang yang disebut "Winner"? nggak bakalan kan? *ini lagi nih, cara "seseorang yang kalah" menghibur diri ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan, yap, pasangan. Kalau ada menang, pasti ada yang kalah. Dan kalau kita mau ngitung, akan banyaaaak banget pasangan-pasangan laen. *jangan mikir kmn2 dl ah :d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, akan kita temukan; siang-malam, gelap-terang, senyum-tangis, luka-bahagia dan banyak lagi istilah-istilah lainnya yang g mungkin dibahas satu-satu. Ngomongin tentang "sedih", aku kemaren-kemaren sempet sedih lho karena ada "atmosfir" g enak yang tercipta antara aku dan seorang temen yang sebenarnya g kukenal. Tapi kemudian aku tahu, bahkan sebenarnya temen yang tak kukenal itu yang mengajariku, bahwa tiap orang memiliki caranya masing-masing untuk membingkis sebentuk kepeduliannya atas seseorang. Jika cara itu berbeda dengan cara kita, atau beda dengan cara yang dilakukan kebanyakan orang, kita cukup mencoba untuk memahaminya aja. Emang "sulit" sih, tapi bukannya "g mungkin" bukan? :-&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terpikir nggak? kebanyakan orang kadang tidak menyukai keadaan disaat "sedih" menghampiri hidupnya. Sedangkan mungkin yang tak terpikir olehnya, adalah: selama ini tuh dia begitu menikmati tiap bahagia yang tercipta dalam hidupnya. Kemudian, "saat kita menikmati tiap bahagia yang tercipta, kenapa tak mencoba menikmati sedih yang ada?". Kebayang nggak, kalo "sedih" itu sendirian dalam kesedihannya karena gak ada seorangpun yang mau menerima keberadaannya apa adanya. "Sedih" juga butuh seseorang yang mau menemaninya dalam kesendiriannya. Toh, Allah mengilhamkan pada kita untuk mengekspresikan kesedihan itu. Bisa dengan nangis, bisa dengan teriak di sebuah tempat yang lapang gitu, atau ekspresi-ekspresi laen *asal nggak ngganggu dan gak ngrugiin orang laen aja yap ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, klo dirasa-rasa sih, kata-katanya Dewa, "menangislah, bila harus menangis" itu, dalem banget kalo mo dipahami. Ngajarin kita, gimana caranya menikmati sedih dan "menemaninya" biar g ngerasa sendirian. Mengilhami, untuk menerima semuanya apa adanya, "hadapi dengan senyuman". Halah, dari tadi liriknya Dewa mulu nih yang lagi nyantol dipikiran. Meski sebenernya, banyak banget inspirasi yang akan kita dapet kalo kita mau lebih bersabar untuk: lihat, dengar, rasakan *nah lho, kali ini judul albumnya Ari Laso. Yah, lumayan, selama ini g cuma sekedar dengerin musik doang, tapi bisa ngambil apa-apa yang didengerin. Jadi, balik lagi ke awal tadi, sebenernya ada banyak hal disekeliling kita yang bisa jadi inspirasi. Karena Allah, so inspirated, the source of inspiration ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun hasil ahir atopun pendapat orang laen tentang apa yang sudah kita lakukan, g perlu over untuk merisaukannya. Asalkan kita udah memberikan yang terbaik yang kita bisa, dan asalkan yang kita lakukan adalah hal yang benar, g perlu terlalu peduli dengan komentar orang laen. "Orang yang paling lama berada denganmu adalah dirimu sendiri. Karena kamu &lt;em&gt;all time&lt;/em&gt;, 24 jam selalu bersama dirimu", begitu kata Kakakku, Kak Sofi. Artinya, kalau kita udah berusaha melakukan yang terbaik tapi masih aja dipandang sinis oleh orang laen -ato katakanlah, masyarakat- itu karena mereka nggak tahu secara detail, betapa kita udah berusaha untuk memberikan yang terbaik yang bisa kita kasih. "jangankan kita, Nbai Muhammad yang terjamin kebaikan akhlaqnya aja masih banyak yang sirik tuh", masih kata Kak Sofi *Luv Kak Sofi so much.. :d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups, kok ngomongnya nyampe kesitu yap? kayaknya gara-gara laper deh :D jadinya malah ngomong ngelantur kemana-mana. Oke deh, klo gitu daku mo pamitan dulu. Meski blog ini malah jadi kayak buku diary gini, smoga bisa jadi inspirasi untuk siapa aja yang pernah menyempatkan diri ngebaca blog ini, yang mungkin baginya cuma sekedar blogspot murahan *"mentang-mentang blogspot tuh gratis", gitu kali ya komen mereka yang g suka ma blogspot ini :d. Ampun.. blog saya jangan di flag... ehhehehhhe.. &gt;&gt;&gt; apapun komentar orang lain, just let it flow... nyahahhah. Udah ah, pulang dolo yaaaaaap...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-29233938311781714?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/29233938311781714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=29233938311781714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/29233938311781714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/29233938311781714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/04/games.html' title='Games'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1137311221765010131</id><published>2008-04-01T20:36:00.004+02:00</published><updated>2008-04-03T20:02:12.073+02:00</updated><title type='text'>"Semusim..."</title><content type='html'>Berat&lt;br /&gt;Perih&lt;br /&gt;Sakit&lt;br /&gt;Luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akan selalu ada yang menopang, memberi uluran tangan tanpa lelah&lt;br /&gt;akan selalu ada yang mampu mengusir rasa&lt;br /&gt;akan selalu ada yang memeluk dan menenangkan semuanya&lt;br /&gt;akan selalu ada yang membalut luka dan melebur semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1137311221765010131?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1137311221765010131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1137311221765010131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1137311221765010131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1137311221765010131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/04/semusim.html' title='&quot;Semusim...&quot;'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3545922360444095869</id><published>2008-03-26T11:55:00.003+02:00</published><updated>2008-03-27T21:33:14.181+02:00</updated><title type='text'>Tentang Wangi</title><content type='html'>Huuumm.... 'baunya enak yha'&lt;br /&gt;kata2 'bau' sebenarnya memilik dua kandungan arti. Bisa jadi yg dimaksudkan adalah bau tak enak ataupun bau sedap atau katakanlah, wangi. Tinggal melihat penempatan kata 'bau' itu sendiri. Beralih ke kata2 'wangi'. Klo kita bilang 'wangi' pasti yang terlintas tuh bau yang enak2. Entah itu bau wangi masakan atau meski yang terlintas adalah wangi bunga. Tapi seringnya sih, wangi itu identik dengan aroma sedap yang keluar dari bunga, semuaaa bunga, bunga apa aja. Benarkah semua  aroma yang keluar dari bunga itu disebut 'wangi'? dan apakah wangi selalu menggambarkan aroma sedap? lalu, bagaimana nasib si Bunga Bangkai yah? tetapkah disebut 'wangi' atas aroma yang keluar dari sang Bunga? tetapkah dianggap sebagai sebuah keharuman?&lt;br /&gt;Pun begitu atas semua wangi yang tercipta. Apapun bentuknya, wangi tetaplah wangi. Layaknya tiap2 hati yang selalu punya caranya sendiri2 untuk bersinar, pun wangi selalu punya caranya sendiri untuk merebak...&lt;br /&gt;Aku memang sebelumnya nggak pernah tau, betapa Allah begitu peduli padaku. Sampai IA menyampaikannya lewat orang-orang tak dikenal, yang ternyata peduli atasku. Terimakasih Allah, terimakasih untuk mereka yang menyebar wanginya lewat aroma berbeda... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3545922360444095869?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3545922360444095869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3545922360444095869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3545922360444095869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3545922360444095869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/03/tentang-wangi.html' title='Tentang Wangi'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6600086961866109642</id><published>2008-03-10T20:25:00.002+02:00</published><updated>2008-03-10T23:41:54.835+02:00</updated><title type='text'>Bincang Bulan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Laila? apa kabar hari ini?" suara yang begitu kukenal menyapa dari belakang punggungku. Sebenarnya pemandangan didepanku mencegahku berpaling. Namun aku tak mau menuruti egoku dengan mengacuhkan seseorang yang telah sudi menyapaku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku pun membalikan badanku dan menjawab sapanya, "Hei... apa kabar? iya, alhamdulillah aku baik-baik saja" kataku sembari melontarkan pertanyaan yang sama untuknya yang ternyata hanya terjawab oleh sebentuk senyum. Beberapa jenak mata kami yang berinteraksi. Namun dari yang sebentar itu aku bisa memahami bahwa tampaknya dia tidak mengenalku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Maaf, apakah kita saling kenal?"tanyaku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Eh? tentu saja aku mengenalmu" jawabnya yakin. Dan itu juga meyakinkanku bahwa dia tidak mengenaliku. Yah, dia tidak benar-benar mengenaliku kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertemuan kali ini bukanlah kali pertama. Pun tentunya, ini bukan pertemuan privaci hanya antara aku dan dia karena memang tidak ada kepastian yang terjalin antara kami berdua. Bagiku, hanya disaa-saat berkumpul untuk kepentingan bersama seperti inilah yang kunikmati sebagai kesempatan untuk bertemu dengannya. Dan sebagai perempuan, aku bisa merasakan bahwa dia juga memanfaatkan momen yang sama sepertiku. Atau, sebenarnya aku yang agak sok tahu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berlalunya perbincangan, obrolan dari mulai yang serius sampai pada majlis yang hanya dipenuhi gelak tawa, tak juga membuatnya mampu mengenaliku dengan baik. Bahwa yang saat ini duduk bersandar pada tembok yang terasa dingin saat musim panas dimulai ini adalah bukan aku. Sebenarnya aku ingin sekali memberi tahunya bahwa yang didepannya saat ini bukanlah aku. Aku ingin dia yang membawaku kembali pada "aku". Namun suara lain dalam otakku membisikiku untuk diam saja dan menunggu. Berharap, dia akan menyadari ketidak-beradaanku dan kemudian membawa "aku" yang lalu, untuk kembali padaku. Bodohnya, aku begitu mempercayai otakku dan toh hingga ahir pertemuan dia masih saja tidak mengenali, bahwa aku kali ini bukanlah aku. Cuaca diluar ternyata tak seperti dugaanku waktu pertama keluar dari rumahku tadi. Angin yang berbondong-bondong keluar dimalam hari, mencipta dingin dalam kebisuan lisanku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Cie... yang lagi mesra..." ledek mereka yang sok mengenal kami. Mereka yang meninggalkan kami berdua saja. Pun begitu, ia tetap tak mengenaliku, bahwa aku bukanlah aku. Sepiku atas hatiku dibumbui oleh ricauan malam dengan gemuruh anginnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Wahai yang mengingkari dirinya, kamu kenapa?" Tiba-tiba Bulan menyapaku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Er.. maksudmu?" kataku heran pada Bulan yang tiba-tiba berada tepat disampingku, entah sejak kapan. Terlebih, karena sapaannya barusan. Biasanya dia langsung memanggil namaku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bulan kemudian tersenyum, "Semua orang boleh tak mengenalimu. Tapi mencoba membohongiku? ckckckck..." katanya sambil menggoyangkan jari telunjuknya padaku didepan wajahnya yang indah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku sudah mencapai halte bus dan Bulan masih saja bersamaku. Aku sebenarnya tidak tahu topik apa yang harusnya aku bicarakan. Meski hati mendesakku untuk bercerita banyak hal pada Bulan, tapi mulutku bungkam saja. Agak lama aku menunggu bus yang akan membawaku kembali kerumahku. Namun terkaget saat memperhatikan Bulan yang tiba-tiba menghilang. Sejenak muncul, namun kemudian meredup kembali. Heranku memancingku untuk memastikan keberadaanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bulan..." panggilku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ya" jawabnya setelah benar-benar menampakkan cahayanya. Sepertiku, malam ini Bulan seakan-akan bukan seperti Bulan yang kukenal. Tapi yang aku tahu, Bulan tetap bisa menjadi dirinya sendiri. Dan itu tidak terjadi padaku. Bulan tiba-tiba kembali menghilang. Entah tertutup awan, entah gerhana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bulan..." panggilku lagi memastikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bus yang kutunggu tiba-tiba datang. Aku menoleh pada Bulan hendak berpamitan. Namun Sang waktu menarik tanganku untuk masuk kedalam bus dan mengacuhkan Bulan. Sepanjang perjalanan, aku terus melirik langit dan menanyakan keberadaan Bulan. Apakah ia sekedar tertutup awan atau benar-benar gerhana? gurat kekecewaan yang terlukis oleh langit atas sikapku yang meninggalkan Bulan begitu saja, menjadi jawaban. Aku semakin kecewa pada diriku sendiri. Ternyata, keahlianku untuk menyakiti tak hanya mampu melukai manusia saja. Bahkan Bulan sekalipun terluka olehku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benar saja, saat turun dari bus, tak tampak lagi olehku keberadaan Bulan. Bahkan saat aku melongok kearah bangunan-bangunan menjulang penuh jendela diseberang sana, tetap saja tak kulihat keberadaan Bulan. Aku semakin bersalah pada Bulan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bulan, apakah kau sedang tertutup awan atau benar-benar gerhana?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6600086961866109642?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6600086961866109642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6600086961866109642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6600086961866109642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6600086961866109642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/03/bincang-bulan.html' title='Bincang Bulan'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6185345206815814558</id><published>2008-02-27T21:05:00.002+02:00</published><updated>2008-02-27T22:50:05.047+02:00</updated><title type='text'>Hal-hal Baru</title><content type='html'>***Semakin aku mencoba memahami, semakin aku paham bahwa aku tak paham***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, aku punya tugas untuk presentasi ttg resensi buku al-itqon. Dan hingga saat ini I do nothing. Aku tahu, aku sedikit keterlaluan kali ini. Tapi aku tak mau terus berdiam dalam "keegoanku" karena Allah baru saja memberiku sesuatu yang baru. Ceritanya, sore tadi aku masih belum punya inspirasi dari mana memulai tulisan resensiku. Acara kajian tafsir besok terasa sedikit mengusikku kini setelah beberapa kali ganti jadwal. Tadinya acara ini harusnya dilaksanakan tanggal 21 tapi kebetulan bertepatan dengan hari pertama "english camp" ditempat lain yang mana aku terlibat didalamnya. Bersyukur karena kemudian aku dapat berita bahwa "kajian tafsir" diundur tgl 27 nanti. Tapi baru kemudian kusadarai bahwa hari itu merupakan hari terahir "english camp" dan mestinya aku ikut hadir diacara itu untuk farewell party. Tapi tampaknya aku harus memilih. Dan kuputuskan untuk memilih ikut kajian tafsir karena keberadaanku disana lebih penting dibanding kehadiranku untuk farewell party di "english camp" (semua ini CUMA menurutku lho.. ~_^) . Rencananya, tanggal 26 aku bermaksud memulai untuk membuat tulisan resensi buku. Tapi kemudian panitia kajian tafsir memberitahuku bahwa acaranya diundur tgl 28. Sedikit kelegaan menghampiri. Artinya hari ini aku bisa maksimal konsentrasi ke "english camp" dan mempersiapkan soal-soal ujian untuk farewell party sekaligus ujian terahir peserta "english camp" tgl 27 nanti. Tapi, guess what? ternyata tanggal 28 ada kumpul ma temen-temen "cangkruk-an"!!! pusing aku memberi alasan untuk besok. Padahal pas musyawarah ma temen-temen cangkruk-an kemarin aku menolak untuk "cangkruk-an" pada tgl 27 karena overlapping dengan acara kajian tafsir. Tapi sekarang? entah alasan apa yang besok akan kuberikan. Sedangkan dr panitia kajian begitu mendadak sekali menyusun semuanya. Dan aku disini? terhimpit oleh perencanaan-perencanaan, jadwal-jadwalku sendiri.&lt;br /&gt;Dan saat aku sudah penat dengan semua bentuk "hiburan" yang kuciptakan sendiri untuk menghibur hatiku, tiba-tiba Allah mencipta sebentuk skenario dramaNya. Kebetulan, waktu itu ada teman yang memintaku menemaninya belanja disalah satu pasar suvenir di Mesir. Sebenarnya g ada yang spesial dengan pasar itu dan aku udah berkali-kali kesana. Tapi, daripada terus berkutat dengan penat yang nggak tau kapan selesainya, ku iya-kan saja tawarannya. Berharap hal itu akan membantu memanggil inspirasiku -nggak ada yang tahu darimana munculnya sebentuk inspirasi ^v^-&lt;br /&gt;Benar saja, hari ini Allah memberitahuku hal-hal baru lewat temanku itu tadi. Aku mengunjungi tempat disalah satu pojok pasar suvenir tadi, yang aku yakin sangat sedikit sekali teman sesama Indonesia di Mesir sini yang pernah kesana. Atau mungkin belum pernah sama sekali. karena tempat itu tertutup toko-toko penjual korden, alih-alih berada ditempat yang nggak keliatan deh pokoknya :P -it's a secret. Aku g boleh bilang-bilang ke orang laen-. Pulangnya, kita naek taksi yang bisa diisi 8 orang!!! hihihii.. gitu deh, jadi taksi-taksi dimesir tuh emang lucu gitu. G heran, kadang kita sering nemuin taksi yang g mau nganter kemana tujuan kita meskipun itu sebenarnya jadi arah tujuan dia juga Seakan-akan mereka tuh nyupir semau mereka. Kalau lagi pengen ya nganterin penumpang, kalo lagi g pengen ya ditinggalin gitu aja tuh penumpang. Cape deeeeeeh... atau kadang satu taksi bisa mengangkut dua penumpang berbeda, selama kedua penumpang itu menuju arah yang sama. Tentunya Sisupir taksi itu berani ngangkut penumpang kedua setelah mendapat persetujuan penumpang pertama. Kira-kira seperti itulah prediksiku. Nah, husus disekitar pasar suvenir yang tak ceritain itu tadi, ada taksi (bentuk mobilnya tuh kayak sedan panjang gitu) yang bisa muat 8 penumpang sekaligus. Berhubung tuh pasar suvenir agak sedikit jauh dari jalan raya, biasanya taksi jenis ini tuh untuk transportasi jarak dekat doang. Cuma nganter penumpang sampe jalan raya aja, ato nganter ke zekitar-zekitar zitulah. Selama ini sih biasanya aku ada urusan didaerah yang agak jauh dari pasar suvenir itu. Jadi selama ini cuma liat doang ke taksi-taksi bermuatan 8 penumpang itu. Tapi sore tadi, karena persetujuanku untuk nganter temen, aku jadi bisa ngerasain naik tuh taksi deh!! ^v^&lt;br /&gt;Aneh, dan sedikit lucu kalo dirasa-rasa. Masak naik yang namanya "taksi" tapi disitu ada banyak orang-orang asing yang satu taksi ma kita. And know what? ternyata tuh taksi ngelewatin jalur-jalur yang jarang dilewati mobil-mobil lain, ngelewatin kuburan!!! hihihii.. aneh, serem, seru, lucu. Belum berhenti sampai disitu skenario Allah, lewat temen yang nagjakin aku tadi, Allah ngasih tahu aku warung makan turki yang uuuuenak banget. Mana kunjungan pertama kesana aku ditraktir ma temen yang ngajakin aku tadi, lagi! huhuuuuuy.. seru, nyenengin, bikin fresh!&lt;br /&gt;Dan untuk Allah yang udah bikin episode seru selama beberapa jam ini, aku nggak akan menyia-nyiakannya. Now, it's time for me to do my duty for tomorrow. Makasih Allah untuk kejutan dan semua hal-hal baru yang hamba dapat hari ini. Hanya Engkau yang selalu Tahu bagaimana membuatku kembali tersenyum, bagaimana membawa kembali bahagia agar muncul dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^v^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6185345206815814558?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6185345206815814558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6185345206815814558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6185345206815814558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6185345206815814558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/02/hal-hal-baru.html' title='Hal-hal Baru'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2780621514458791069</id><published>2008-02-21T12:51:00.003+02:00</published><updated>2008-02-26T08:31:32.211+02:00</updated><title type='text'>Mungkin kau tak tahu</title><content type='html'>Sering, dalam tiap perjalanan yang kutempuh, aku ngerasa bosan dengan semua. Merasa terlelah dengan perjalanan. Meski perjalanan itu kadang aku sendiri yang memilih arahnya. Tapi disaat semua saraf mulai meredup untuk mampu merasai apa yang terjadi, Allah selalu menghadirkan nafas baru lewat siapa saja yang dipilihNya. Seperti saat ini, keinginan untuk menulis yang dahulu kobaran nyalanya mampu menerangi pemandangan hidup beberapa meter didepan sana, kini mulai meredup. Tapi disaat semua rasa ingin meninggalkanku dalam perjalanan ini, datang seseorang yang mengatakan bahwa ia suka sekali membaca tulisanku. Terlepas dari kebenaran atau hanya sebuah basa-basi atas apa yang dikatakannya, seseorang itu tidak pernah tau bahwa sedikit saja kalimat darinya mampu memanggil kembali semua rasa yang sempat hendak mengacuhkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu, kamu nggak akan pernah tau, kapan kamu menjadi inspirasi bagi orang lain.&lt;br /&gt;Dan kamu, nggak akan pernah tau, bagaimana kata-kata yang baik yang keluar dari bibirmu memberi satu nyawa baru pada kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^.^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2780621514458791069?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2780621514458791069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2780621514458791069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2780621514458791069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2780621514458791069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/02/mungkin-kau-tak-tahu.html' title='Mungkin kau tak tahu'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1632923002209356090</id><published>2008-02-21T09:42:00.002+02:00</published><updated>2008-02-21T12:23:21.591+02:00</updated><title type='text'>Rasai ini...</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R71RDtVW6tI/AAAAAAAAAEc/h8i-MnwR8Ck/s1600-h/10480-einjel69.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169377071441832658" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R71RDtVW6tI/AAAAAAAAAEc/h8i-MnwR8Ck/s320/10480-einjel69.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi ini aku terbangun dan tak mendapati cintaMu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iseng, tepat setelah terjaga dari tidurku pagi ini aku berdiri sejenak didepan cermin setinggi tubuhku yang terpasang ditengah kamar, didekat komputer. Kudapati wajah yang tersenyum disana. Alih-alih karena mimpi indah yang kudapat barusan, disamping karena kepalaku terasa ringan sekali. Meski aku tidak bisa berbohong saat menyelip gamang pada hatiku yang mencari cintaNya. Pagi ini, matahari lebih dulu menemuiNya, memenuhi kewajiban yang tertulis atasnya, dan bercengkrama lebih awal denganNya, mendahuluiku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat sadarku telah benar-benar utuh setelah mengembara semalaman, aku kemudian teringat schedulu hari ini: ngurus perpanjangan visa-datang ke english camp-persiapan untuk acara besok-B'day greeting ke rumah Ana-nyuci baju-ngetik materi untuk acara siang ini. Nggak mungkin bagiku melakukan semuanya saat ini juga, karna ada beberapa kegiatan yg waktunya bersamaan. dan aku harus memilih. Ah... aku paling benci disuruh memilih. Kalau boleh, aku nggak akan pernah memilih saja. Ups, bukanlah "tidak memilih" juga merupakan sebuah pilihan? artinya, "Aku memilih untuk tidak memilih" ...entahlah...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yah, toh ahirnya aku memilih juga. Aku memilih untuk tidak melakukan hal pertama, mengurus visa, dan menggantinya dengan melakukan hal terahir, megetik materi untuk acara siang nanti kemudian membawanya dan mempresentasikannya dengan pertimbangan: aku masih memiliki cukup waktu untuk menunda perpanjangan visaku -meski aku tau sekali, tak baik menunda pekerjaan. Ini kenapa aku nggak suka memilih-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku membuka komputerku dan mulai mengetik. Aku sedang tidak menyukai sunyi, makanya aku nyalakan winamp dan memilih deretan lagu dari file "compilasi english song" dan tiba-tiba aku teringat pada satu lagu lawas yang beberapa hari yang lalu liriknya sempat ditulis oleh salah satu teman di YM-listku sebagai status. Penggalan lirik itu .:: I knew that I loved again, after a long long while, I loved again::. seketika bisa kutemukan judul lagu itu -entah muncul dari bagian otakku sebelah mana- tapi aku sama sekali tidak mengingat nama &lt;em&gt;singer&lt;/em&gt;nya karena memang dulu kupikir tak penting mengingat nama &lt;em&gt;singer,&lt;/em&gt; tapi kemudian aku tahu kalau aku salah. Karena saat aku mengetik judul "beutiful girl" kedalam kotak pada page youtube-ku, aku tak menemukan lagu yang kumaksud. Sedihku membawaku pada bertambahnya kerinduan pada lagu lawas itu yang sampai beberapa hari kemudian tak kutemukan. Dan pagi ini, tiba-tiba aku teringat lagi pada lagu itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih dengan tidak melepaskan key &lt;em&gt;CTRL &lt;/em&gt;pada keyboard dan memilih lagu yang kusukai, mbak Mita tiba-tiba masuk ke kamarku, berpamitan untuk pergi. Didorong kerinduan yang muncul lagi atas lagu lawas tadi, aku kemudian menanyakannya pada mbak Mita perihal lagu itu. dan aku harus kecewa, karena, pun mbak Mita ternyata hanya mengenali lagu itu, dan bukan penyanyinya. Nothing I can do, kemudian aku meneruskan memilih-milih lagu yang kukenali dari sekian banyak deretan lagu pada fileku dengan perasaan kecewa. Dan tugas-tugas hari ini rasanya kini berubah menjadi beban bagiku, ditambah kerinduanku pada "beautiful girl"ku, hingga aku sampai pada huruf "J" dideretan lagu-lagu tadi, aku mengambil lagu Josh Groban. Tak sengaja, aku melihat tulisan "Jose Mari Chan_Beatiful Girl" berada beberapa jarak dari lagu Josh Groban yang baru saja ku-klik. Reflek, Aku juga mengambil lagu Jose Mari Chan. Dan saat lagu itu terlantun... Waaaaaaaaaaaaaaa... ^o^ it was the song that I searched for. Dan Allah begitu baiknya dengan kejutan dariNya pagi ini ^_^&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hah...rasanya kepalaku kembali ringan :D&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan semua tugas yang beberapa saat sempat terasa menjadi "beban", kini sudah tidak lagi memberatkan hatiku. See, bagaimana Allah mengubah semuanya? Bagaimana DIA "memberi" sebelum bibirku berucap pinta. Bahkan, sebelum otakku memeberi perintah pada bibirku untuk "meminta", Allah sudah terlebih dahulu mengabulkannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah baik banget g seeeeeeeeeeeh...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Da story dis morning just remind me about the thing that happened many days ago, when was in my celebrate birhtday. At that day, aku musti ngeberesin berkasku di KBRI kemudian pergi ke Majlis A'la untuk mengurus permohonan beasiswa. Aku nggak nyangka, kalau pas hari ulang tahunku yang tadinya kurencanakan untuk menikmatinya sehari penuh dan nggak kemana-mana, malah sekarang harus -mungkin- seharian mengurus pengajuan beasiswaku dan pergi kemana-mana. Tapi aku pikir, aku hanya nggak tahu apa yang jadi hikmah dibalik semua ini. So, aku anggap aja ini kado dariNya, memitaNya menjadikan hari ini sebagai hari keberuntunganku dan aku memintaNya memberi satu kado lagi, dengan memberiku beasiswa. -terlalu tamakkah aku?-&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam perjalanan menuju KBRI yang sebenarnya hanya tertempuh dengan 15 menit naik mobil, aku rasakan kepalaku pusing memandang pepohonan yng berlarian diluar sana. Mungkin ini karena aku tidak tidur semalaman setelah rasa bahagia yang luber saat teman-temanku datang kerumahku tepat jam 12.00 malam dan memberiku kejutan ulang tahun hingga membuatku tak bisa memjamkan mata. Paginya, baru sempat tertidur satu jam setengah, mbak Lely membangunkanku dengan enggan -mbak Lely tahu kalau aku baru saja sejenak bisa tidur- memberitahuku bahwa ada beberapa teman yang menunggu diluar sana. Aku melirik jam tangan yang melingkar ditangan kiriku, 6.10. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bertamu sepagi ini?" pikirku. Tapi aku nggak boleh egois dengan membiarkan tamuku menunggu diluar sana dalam cuaca sedingin ini. Bukankah mereka nggak tahu kalo aku semalem belum tidur? ahirnya, meksi baru saja bangun tidur, aku pun langsung menemui mereka yang ternyata menolak tawaran mbak Lely untuk duduk dan menungguku didalam. Dan niatanku untuk menghargai tamu-tamuku dibalas sebentuk bahagia dariNya. Ternyata, mereka yang datang adalah mereka yang baik hati, karena telah meluangkan waktunya sekedar untuk berucap "happy birthday" dengan masing-masing dua kumtum mawar -merah dan putih- yang mereka berikan sebagai kado, dan bela-belain pergi kerumahku sepagi ini. Sedangkan sedikit yakin, aku bisa bilang, kalau hari-hari biasanya mungkin mereka akan memilih untuk dirumah saja dalam cuaca musim dingin yang sedingin ini. Dan keberadan mereka yang beberapa waktu terahir menjadi partnerku diKSW(Kelompok Studi Walisongo -satu keorganisasian kekeluargaan-) kali ini memberi bahagia tersendiri. Aku yakin, kedatangan Ipul, Iqbal dan Anwar kali ini adalah murni sebentuk peduli dari seorang teman. Teman, yang selalu ingin melihat temannya tersenyum. Teman, yang selalu ingin memenuhi hati temannya dengan bahagia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penat yang memukul-mukul kepalaku membuyarkan kenangan bahagiaku barusan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ke KBRI saja rasanya sudah selemas ini. Bagaimana ke Majlis A'la nanti?" pikirku. Terbayang jauhnya perjalanan yang harus kutempuh setelah ini. Harus naik angkot ke halte kereta ekspres, kemudian naik kereta itu sampai beberapa halte berikutnya dan masih lagi harus berjalan kaki beberapa jarak. Huuppfhh.. Tapi waktu itu aku tetap meminta agar hari itu menjadi hari keberuntunganku atas semua usahaku kali itu. Namun aku harus kecewa dihari bahagiaku, menganggap Allah tak mendengar doaku saat kulihat kertas yang menempel digerbang pintu konsuler KBRI : "LIBUR, memperingati tahun baru imlek. Akan kembali buka Ahad, 10 febuari 2008". Hanya helaan nafas yang menemaniku. "Bodoh sekali. Sampai tahun baru imlek saja kamu nggak tahu," rutukku pada diriku sendiri. "Tapi aku kan bukan orang Tionghoa, atau Cina, atau siapalah mereka yang bermata sipit. Kenapa aku harus mengingat-ingat tahun baru mereka?" bela satu suara lain dalam hatiku. Nothing that I can do -lagi- membuatku bergumam, &lt;em&gt;laa haula wa laa quwwata illa billah... &lt;/em&gt;(Tiada daya dan kekuatan kecuali hanya dari Allah)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku pulang ke rumah dengan perasaan setengah-setengah. Setengah kecewa, karena -masih saja berpendapat- bahwa Allah tak mau mengabulkan doaku, dan setangahnya lagi, perasaan bahagia tiap kali mengingati kenangan pada malam ulang tahunku dan pagi waktu itu. Tapi tampaknya, perasaan kecewaku sedikit mendominasi. Hingga ahirnya aku sampai kerumah dan membaringkan tubuhku yang masih juga merasai penat, aku menyalakan komputer, membuka YM sekedar ingin mengetahui siapa saja yang online, sambil noton film. Beberapa jenak berbaring, penat dikepalaku mulai hilang, Alhamdulillah. Namun yang sedikit membuatku aneh, kenapa kantuk tak juga menyapaku. Tapi kemudian aku menemukan jawabannya: mungkin karena sesaat kemudian kulihat seorang teman terlihat online dan kemudian aku ngobrol dengannya dan beberapa teman lain. Dan obrolan-obrolan itu membuatku nyaman, tentunya juga karna saat itu aku sembunyi dibalik selimutku. Yang terjentik kemudian adalah aku baru menyadari bahwa pinta yang kupanjatkan hari ini mungkin sebuah kesalahan. Mestinya aku cukup menengadah dan berkata, "Allah, mohon berikan yang terbaik", untuk apa yang akan terjadi hari ini. Buktinya, saat ini, aku disini, berbincang dengan teman-temanku, dan aku nyaman -plus bahagia- dengan semua ini. Ah, seandainya Allah mengabulkan doa yang kuminta tadi, mungkin kali ini aku masih berada diperjalanan menuju Majlis A'la dan sudah setengah pingsan diluar sana. Allah emang keren, selalu tahu apa yang terbiak untuk hambaNya, pengertian dengan semua perhatianNya, memberi sebelum diminta. Luv U Allah...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku seakan tak lagi mengenali cintamu, tapi biarkan aku untuk tak terlelah mencari...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1632923002209356090?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1632923002209356090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1632923002209356090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1632923002209356090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1632923002209356090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/02/rasai-ini.html' title='Rasai ini...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R71RDtVW6tI/AAAAAAAAAEc/h8i-MnwR8Ck/s72-c/10480-einjel69.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-506388037014156520</id><published>2008-02-16T21:25:00.002+02:00</published><updated>2008-02-16T22:03:20.625+02:00</updated><title type='text'>Cape deeeeeeeeeeeh</title><content type='html'>Yap, cape, cape, cape, cape, cape deeeeeeeeeeh........&lt;br /&gt;tapi g pa2, alhamdulillah aku bisa menikmati semuanya. Semua anugerah yang diberi dariNya, atas nafas, detakan jantung, teman2 yang selalu ada, musuh2 yang mewarnai duniaku, Allah makaciiiiiiiiiiiiiih...&lt;br /&gt;Jadi, ceritanya besok tuh masih ada acara sehari penuh yang menunggu. Tapi berhubung aku lagi cape, makanya aku OL. Banyak orang yang memandang aneh kebiasaanku ini. Tapi bagiku, obat penghilang penat ya salah satunya dengan OL. Kenapa? karena saat ketemu temen, adek, sahabat kemudian berbincang dengan mereka akan memberi nafas baru atas lelahku :)&lt;br /&gt;Nah, klo dah puas ngobrolnya, baru deh bs tidur nyenyak.&lt;br /&gt;Sebenernya malam ini musti istirahat cukup karena besok ada acara sehari penuh (I think I've told before), trus tgl 21 nanti ada tugas bikin makalah ttg al-itqon buat acara kajian Fatayat PCI-NU Mesir. Wekz, ternyata lagunya Opick yg disunting dr pepatah kuno berjudul "tombo ati" yg membahas bab "berkumpul dgn org2 sholih" itu nggak sekedar nyanyian atau sebuah kalimat doang. Buktinya aku saat ini, aku tuh bukan orang pinter, tp berhubung aku bersosialisasi ma mbak2 fatayat dsini yang keren2, aku jadi ikut kebawa jadi pinter(dikit:P). Meski g instant bisa langsung se-keren mbak2 laen, tentunya. Karena semua tuh butuh proses, step by step lah... Yah, kayak tugas yg dikasiin ke aku buat mengupas kitab al-itqon untuk pertemuan 21 Feb mendatang, semoga bisa jadi ilmu yang bermanfaat. Coba bayangin klo aku g ikut kumpul2 mbak2 fatayat? apa aku bakal ngebuka kitab al-itqon setebel itu? jangankan ngebuka, mungkin nyentuh or sekedar liat daftar isinya aja nggak. hehehheehhh...&lt;br /&gt;Yosh, ganbatee!!! tgl 21-27 ntar akan ada english camp juga, and I supposed to attend that camp. Semoga semua ini g membelokkanku dari tujuan utamaku lah. Serem juga ngebayangin kalo aku terlalu peduli dengan hal2 "ekstra kulikuler", sedangkan yang jadi kebutuhan premier malah dilupakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-506388037014156520?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/506388037014156520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=506388037014156520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/506388037014156520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/506388037014156520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/02/cape-deeeeeeeeeeeh.html' title='Cape deeeeeeeeeeeh'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8653892675121880414</id><published>2008-02-07T02:03:00.001+02:00</published><updated>2008-02-26T08:35:12.181+02:00</updated><title type='text'>Konspirasi tahunan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Tut...tut...&lt;br /&gt;Nada sambung diseberang sana berulang kali berbunyi bersamaan pengulangan yang kulakukan, men-dialed nomor yang sama berkali-kali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kenapa nggak diangkat?" tanya hatiku.&lt;br /&gt;"Seandainya aku bisa ketempatnya saat ini juga," hanya jika saja aku mungkin melakukannya. Sayangnya, saat ini pun semua hanya terhenti pada sebuah pengandaian, seperti hari-hari yang lalu. &lt;a href="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R62B6A8JBBI/AAAAAAAAAEU/ypW9gS2rqOs/s1600-h/IMAG0012.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bodoh, ini karena salahmu. Tidak pernah lagi main kerumahnya. Bahkan menanyakan kabar saja nggak," suara hatiku berbicara lagi. Pusing aku. Rasanya benar-benar ingin ke rumahnya saja saat ini. Tapi urusanku untuk lapor pendidikan di KBRI-Mesir belum selesai. Mana berkas-berkas yang kubawa kurang, lagi. Kutatap lama jam tanganku, mencoba mengkalkulasi waktu dan mensiasatinya.&lt;br /&gt;"Yep, kembali ke rumah, melengkapi berkas-berkas, kembali menuju KBRI-Mesir dan makan." perutku memang sedari tadi kelaparan. Namun tak tenang rasanya harus makan dulu, sedangkan mulutku tak bisa menikmatinya gara-gara memikirkan urusan-urusan yang tak kunjung selesai. Kelegaan yang memenuhi rongga dada mendorong mulutku berucap terimakasih untukNya, alhamdulillah... ahirnya selesai juga. Hup, aku sedikit melompat dari dalam angkutan, berharap cepat sampai rumah dan menikmati makan siangku.&lt;br /&gt;"Gimana O' urusannya? lancar?" tanya mbak Najah menyambutku&lt;br /&gt;"Alhamdulillah mbak, lancar. Lapor pendidikannya langsung jadi hari ini kok. Jadi besok bisa ngasih berkas-berkas untuk mengajukan permintaan beasiswa itu," bahagiaku membuatku bertutur panjang lebar pada pertanyaan mbak Najah yang seharusnya cukup kujawab dengan kalimat pertama. Adzan ashar terdengar datar terlantun dari masjid sebelah saat aku menyuapkan sendokan terahir makan siangku. Rasa capai mulai menjalari kaki dan punggungku. Keinginanku untuk menemui teman-temanku tertindih egoku. Akupun tak bisa lagi menahan kantuk dan begitu saja berucap, "I think I need a rest". Menyisa sesal saat terbangun, mendapati bahwa aku serasa tak melakukan apa-apa --tak juga mendapati dirinya mengangkat telephon dariku saat aku mencoba menghubungi lagi HPnya-- dan berharap keajaiban terjadi atas kedatangannya malam ini dirumahku untuk reuni bersama komunitas kecil yang aku, dia dan 3 temanku yang lain bangun musim panas lalu. Namun sesal harus kembali muncul dan segala jenis rutukan terucap hatiku, ya untukku. Hingga waktu membawaku pada pertengahan acara reuni yang menyenangkan itu, tetap saja tersisip kehampaan atas ketidak-datangannya. Aku kembali mengulangi hal yang sama, memencet nomor yang sama pada keypad HPku. Tak ada jawaban. Pun tak ada jawaban saat Dipo, teman yang menghadiri reuni sederhana itu melakukan hal yang sama denganku. Aaggh... aku tak pernah merasa segundah ini sebelumnya.&lt;br /&gt;"Ini semua salahmu!" tudingku pada hidungku sendiri. Jam tanganku mengeluarkan bunyi "Tit" pelan, melakukan kebiasaannya sebagai mesin untuk mengingatkan Sang pemakai bahwa waktu kini telah berganti jam. Dan saat kulirik pergelangan tanganku, dan kulihat jarum jam mengoceh jengkel padaku yang sedari tadi tak menghiraukannya yang memberitahuku bahwa sore telah meninggalkanku bersama 3 teman yang mengelilingi. Dan rasa sesalku yang masih belum bosan menggelayut dihatiku. Sekitar pukul 22.00 reuni kecil-kecilan itu pun berahir. Aku beranjak membereskan kenangan yang barusan terukir. Telah teralihkan oleh kegiatan lain, egoku merubuhi sebentuk keresahan atas seseorang yang tak memberiku alasan kenapa ia tak mengangkat telephon dariku. Menggoreskan dalam, sebentuk penyesalan, kebencian pada diriku sendiri. Aku jadi mempertanyakan, kenapa ego kadang begitu egois. Aku menguap beberapa kali dan hendak berbaring tidur saat melirik pojok kanan komputer dan mendapati saat ini pukul 23.40, namun urung saat teringat bahwa aku belum sholat isya'. Hatiku tak tenang dan mulai menebak-nebak apa yang akan terjadi malam ini, atau esok, bertepatan dengan ulang tahunku. Ada apa dengan dirinya? masih tak terjawab tanyaku sampai tadi Dipo menyodorkan HPnya dan menunjukiku sebuah SMS. Membacanya, kemudian menekan navigator ke arah bawah dan aku tersenyum kecil saat membaca who the sender is. "Gotcha!" seruku memahami trik yang kini terbaca. Trik yang dilakukan setahun sekali, trik untuk orang-orang yang ulang-tahun, aku. Namun dengan ketidak beradaannya saat ini, tetap saja membuatku penasaran apa yang akan dilakukannya nanti. Tok..tok...tok... rasa kagetku membuatku reflek menoleh kearah jam dinding kamarku.&lt;br /&gt;"Jam 12 malam. Ada tamu jam segini?" otakku menalar cepat memprediksi siapa orang dibalik pintu sana. Ketukan pintu kembali terdengar dan aku baru tersadar bahwa yang seharusnya membukakan pintu adalah aku sendiri, satu-satunya orang yang berada pada jarak terdekat dengan pintu utama.&lt;br /&gt;"Siapa ya?" raguku bertanya pada suara ketukan itu. Hanya terdiam, sepi menjadi jawaban.&lt;br /&gt;"Siapa?" ulangku&lt;br /&gt;"Aku.." jawaban pendek itu mempersulitku memprediksi siapa pemilik suara itu. Tapi yang pasti itu adalah suara seorang perempuan.&lt;br /&gt;"Siapa perempuan ini? mau apa dia malam-malam begini? kira-kira dia mencari siapa ya? mencariku? hendak bertemu mbak Lely, atau temannya mbak Najah? jangan-jangan nyari mbak Mita" sekian tanya yang selayak kelebatan cahaya mampir ke otakku namun tak kemudian memperlambat lakuku membukakan pintu, menyangka bahwa seorang perempuan dibalik pintu sana adalah seorang teman yang dalam kesulitan hingga menyeretnya untuk sekedar mengetuk pintu pada malam selarut ini. Kecemasan terjawab, pertanyaan terenyahkan, kebahagiaan menyambut dan sebuah dekap menyelimuti ketika ternyata ahirnya aku mengetahui bahwa ternyata yang datang adalah Ukhti Zulfa, kemudian aku juga melihat Layyin yang melewatiku begitu saja, Ana, ah... suasana tiba-tiba jadi sedikit riuh dengan kedatangan mereka. Dan terlengkapi saat aku melihatnya, dengan gaya has-nya, tertunduk didepanku, orang yang sedari tadi tak pernah mengangkat telephonku, Elok. Aku masih berdiri didekat pintu dan melongok keluar rumah takut masih ada yang ketinggalan dari rombongan mereka saat beberapa detik sebelum memasuki rumahku, Elok sempat memandang kearah tangga disamping flatku. Benar saja, sesosok yang lama sekali tak ku jumpai menjunjung sebuah kue tart dengan lilin diatasnya dan berjalan turun dari tangga sambil menyayi pelan, "Happy birthday to you..", "Happy birth day to you..." beberapa suara menyambung menirukan lagu yang sama terdengar dari dalam rumahku.&lt;br /&gt;"Ya Allah... Hanif," kataku terkejut disela ramai nyanyian mereka kemudian mendekap Hanif. Dan saat aku belum sepenuhnya menguasai rasa dalam hatiku, malam jadi semakin gaduh karena kini aku jadi "mangkok adonan kue". Telur, pasir dan gula berurutan mengguyur kepala dan melumuri tubuhku."Yee.... selamat ulang tahuuun" aku harus segera menutup pintu rumah takut mengganggu tetangga depan flatku. Aku membalik badan saat telah sempurna menutup pintu rumahku dan kudapati teman-temanku menjunjung kue tart cantik yang mereka bawa. Sebentar, ada yang muncul dr balik tirai ruang tengahku. Ternyata Mbak Lely dan Mbak Najah juga membawakanku roti dengan lilin-lilin kecil diatasnya.&lt;br /&gt;"Yummy... baru kali ini aku mendapatkan dua kue ulang tahun. Kalau biasanya hanya satu kue saja, atau sama sekali nggak ada kue. Kebetulan, bertepatan dengan umur dua puluhku. Ah... aku kadang menghubung-hubungkan sesuatu semauku," girangku sambil menghampiri tempat mereka berdiri sekarang dengan badan bau amis telur, tentunya.&lt;br /&gt;"Make a wish..." seru mereka berebut.&lt;br /&gt;"Allah, untuk orang-orang yang menyayangiku, sayangi mereka melebihi rasa sayang yang mereka berikan untukku," ucapku sambil menyapukan pandanganku pada mata tulus wanita-wanita berhati bidadari didepanku.&lt;br /&gt;"Allah, terimakasih untuk semua skenario ini," ungkap batinku saat aku memejamkan mataku dan meniup lilin-lilinku.&lt;br /&gt;"Potong kuenya dong. Kita nunggu jam 12 tuh lama banget tau..." rujuk salah satu mereka&lt;br /&gt;"Iya, kita udah laper ni," sambung yang lain, lucu. Itulah mereka, yang selalu cantik dengan cara mereka sendiri. Menuturkan perasaan dalam hati, melalui jalan yang jarang ditempuh orang lain. Aku tak habis pikir, bagaimana Allah begitu baik menghadirkan orang-orang baik hati disekitarku sedangkan aku masih saja tersering mengacuhkanNya, mengingkari kebaikan hatiNya, menghianatiNya. Dia yang Maha misterius dengan semua rencana yang dibuatNya. Haaah... yang pasti aku malam ini bahagiaaa sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R61_pQ8JA_I/AAAAAAAAAEE/s4wiSxXQjf0/s1600-h/IMAG0017.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164924694562407410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 185px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" height="193" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R61_pQ8JA_I/AAAAAAAAAEE/s4wiSxXQjf0/s400/IMAG0017.JPG" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R62ANw8JBAI/AAAAAAAAAEM/9AmgR1Whr2U/s1600-h/IMAG0007.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164925321627632642" style="WIDTH: 173px; CURSOR: hand; HEIGHT: 120px" height="299" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R62ANw8JBAI/AAAAAAAAAEM/9AmgR1Whr2U/s400/IMAG0007.JPG" width="312" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang sudah terlelap dibalik hangat selimut mereka. Namun tidak denganku. Bahagia membuncah yang terluap dari hatiku membuatku tak bisa tertidur. Bagaimana tidak? skenarioNya dilakonkan apik oleh mbak Najah, mbak Lely, Elok, Ukhti Zulfa, Layyin, Hanif dan Ana pada ulang tahun-ku ke 20 kali ini. Usia 20 yang dulu ku nanti dan beberapa hari lalu sempat membuatku ngeri, kini tak lagi membebani hatiku. Saat mereka yang ada bersamaku, aku nggak yakin apakah aku butuh lebih dari semua ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8653892675121880414?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8653892675121880414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8653892675121880414' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8653892675121880414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8653892675121880414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/02/konspirasi-tahunan.html' title='Konspirasi tahunan'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R61_pQ8JA_I/AAAAAAAAAEE/s4wiSxXQjf0/s72-c/IMAG0017.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8526648621030251010</id><published>2008-01-26T14:51:00.000+02:00</published><updated>2008-01-27T12:18:45.887+02:00</updated><title type='text'>Kenapa Harus Repot</title><content type='html'>"Aku tuh nggak ngerti ya. Kenapa harus kamu yang melakukan semuanya."Kiya protes&lt;br /&gt;"Nggak harus aku kali, Ya," Nana memasukan sikat gigi, pelembab muka, dan handuk kecil ke dalam tasnya.&lt;br /&gt;"Trus kenapa kamu harus repot bolak-balik dari satu tempat ke tempat lain untuk menemui temen-temenmu yang berbeda komunitas itu?"lanjut Kiya masih tak mengerti. Nana menghentikan kegiatannya beres-beres. Dia menoleh kearah Kiya dan berkata,&lt;br /&gt;"Karena aku nggak pernah tahu, apakah aku masih punya cukup banyak waktu. Aku hanya ingin mengahabiskan waktu yang aku miliki untuk berbagi dengan teman-temanku. Memberi bahagia pada mereka. Mereka, yang mungkin nggak akan pernah tahu, betapa berarti meraka bagi seorang aku"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8526648621030251010?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8526648621030251010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8526648621030251010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8526648621030251010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8526648621030251010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/kenapa-harus-repot.html' title='Kenapa Harus Repot'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3877892482684326075</id><published>2008-01-21T03:40:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T04:14:47.776+02:00</updated><title type='text'>Replace</title><content type='html'>"Dia sahabat yang hebat ya. Dan aku nggak akan bisa menggantikan posisinya di hatimu". Seorang teman mendekap tubuhku, mengelus punggungku pelan dan meyakinkanku, "Setiap orang yang hadir dalam hidup kita memiliki tempatnya masing-masing di bilik hati kita. Mereka datang bukan untuk digantikan atau menggantikan keberadaan orang lain. Mereka datang untuk menempati tempat mereka yang sudah tersedia sebelumnya. Mereka datang untuk cinta, untuk memberi, untuk berbagi".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3877892482684326075?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3877892482684326075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3877892482684326075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3877892482684326075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3877892482684326075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/replace.html' title='Replace'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-371392201490073263</id><published>2008-01-21T00:46:00.000+02:00</published><updated>2008-01-21T01:39:25.626+02:00</updated><title type='text'>Ups, ada yang ketinggalan ya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bujas bodat kau"&lt;br /&gt;Uuummm... sebuah ungkapan yg sama sekali nggak kupahami masuk begitu aja lewat sebuah kotak chatiing. Masa bodo, aku teruskan kegiatanku sebelumnya. Bukan karena aku tak mengerti itu bahasa mana atau artinya apa, terlebih karena yg menulis adalah salah satu teman yang ada di YM-listku yang jaranng banget ngobrol ma aku.&lt;br /&gt;Gitu deh, satu kalimat itu sama sekali nggak menggangguku sampai ahirnya aku ngeliat Kak Fery "appear online" di YM-list. Iseng-iseng aku nanya deh ke dia. Sebenernya sih aku nggak yakin apakah Kak Fery kenal  bahasa ini ato nggak, tapi yah... namanya juga iseng :P&lt;br /&gt;Anehnya, Kak Fery malah balik nanya, "Siapa yang bilang gitu ke kamu, Nduk?". Ya jelas aja aku nggak mau jawab. Lha wong pertanyaanku aja belom dijawab kok malah dia dah nanya balik. Untuk beberapa saat, kita masih sama-sama keras kepala buat nentuin siapa dulu yang mau ngejawab pertanyaannya siapa. Sampai ahirnya Kak fery nyerah, dan memberitahukan arti kalimat tadi.&lt;br /&gt;"Emang siapa yang berani bilang gitu?" sekarang Kak Fery menagih jawab dariku. Kotak chattingku ma Kak Fery cuma berisi cengiran icon YM kirimanku. Kak Fery masih penasaran siapa "pelaku" yang ngomong kalimat barusan, meski aku udah bilang ke dia kalo yang ngomong itu tuh kayaknya nggak tahu arti kalimat itu karena emang kenyataannya "pelaku" bukan berasal dr daerah dimana kalimat itu berasal. Lagian, yang ngomong gitu sebenarnya adalah orang-orang yang "ada" disekelililngku. Kalau pun dia sengaja, artinya dia care dengan memberitahuku bahwa aku adalah seperti apa yang barusan ia bilang. Bukankah teman adalah mereka yang "berkata benar" pada kita, bukan mereka yang selalu "membenarkan" kita?&lt;br /&gt;"Nduk, siapa sih yang bilang gitu?" Kak Fery masih dengan pertanyaan yang sama.&lt;br /&gt;"Asal yang bilang bukan orang dr daerah kalimat itu berasal atau orang yg kenal sama kakak&lt;br /&gt;atau bergaul ma orang2 daerah dimana kalimat itu populer. Klo ada diantara mereka pasti itu sengaja.  Soalnya mereka pasti tau artinya. Ga mungkin bilang gitu klo ga tau, kecuali emang ga tau artinya." aku jadi nggak ngerti kenapa jadi Kak Fery yang nggak terima. Sedang aku masih menganggap kalimat itu nggak cukup ampuh melukaiku. Dan memang karena aku menganggapnya begitu.&lt;br /&gt;Yang Pasti, aku ngerasa kalau aku musti bilang makasih ke orang yang dah ngasih kalimat barusan. Karena kalau dia nggak bilang gitu, dan aku nggak nanyain arti kata2 barusan ke Kak Fery, aku mungkin nggak akan pernah tau kalau aku punya seorang Kakak sebaik Kak Fery. Just simmiliarly the same with what was hapenned a few weeks ago, saat beberapa musuh melempariku dengan cacian ala mereka, disaat yang bersamaan mereka malah sebenarnya memberitahuku, menunjukkan padaku, menghadirkan didepan mataku keberadaan sosok2 teman yang begitu baik padaku. Huumm... bodoh sekali aku, sampai lupa bilang makasih ke mereka. Aku lupa menyebutkan mereka, musuh-musuhku itu kedalam postingan sebelum ini sebagai salah satu anugerahNya yang melengkapi warnaku. Maaf... maaf... btw, makasih ya.. :)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R5PbLGc-dFI/AAAAAAAAAD8/xLhXTAf9IjY/s1600-h/14497-css-fly.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 248px; height: 180px;" src="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R5PbLGc-dFI/AAAAAAAAAD8/xLhXTAf9IjY/s400/14497-css-fly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157706982026540114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-371392201490073263?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/371392201490073263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=371392201490073263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/371392201490073263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/371392201490073263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/ups-ada-yang-ketinggalan-ya.html' title='Ups, ada yang ketinggalan ya'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R5PbLGc-dFI/AAAAAAAAAD8/xLhXTAf9IjY/s72-c/14497-css-fly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8943643477671394911</id><published>2008-01-16T23:51:00.000+02:00</published><updated>2008-01-17T01:52:12.519+02:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; "Yen, Allah tuh baik banget ya, baik... banget". Sedikit kaget Yeyen menoleh kearahku yang duduk disampingnya. Entah kenapa aku tiba-tiba ingin mengungkapkan pernyataan itu. Meski aku tahu, Yeyen pun sebenarnya tahu sekali tentang hal itu.&lt;br /&gt;"Eh? Kok tiba-tiba ngomong tentang itu?" herannya&lt;br /&gt;"Liat aja deh Yen. Aku tuh bukan orang baik, jahat bahkan. Tapi Allah tetep aja ngasih aku temen-temen yang baik... banget. Ada kamu, yang kadang jadi begitu peduli pada  kebutuhan-kebutuhanku. Bahkan kadang kamu yang menyiapkan sesuatu yang harusnya aku yang lebih mempehatikan tentang hal itu. Ada Elok, yang melengkapi hari-hariku dengan hal-hal kecil yang ternyata menjadikan kesempurnaan yang utuh kurasakan. Mazro'ah juga,  dia selalu mendengarkan  ceritaku dan meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. Lagi, Layyin selalu tahu bagaimana caranya membuatku tertawa. Ukhti Zulfa, yang mengulurkan tangannya saat aku terjerembab kemudian mempersilahkannku untuk bersandar dipundaknya. Ada Mbak Najah, Mbak Mita, Mbak Lely juga, yang selalu bertanya, "Dah maem blom?" ketika aku baru saja pulang dari studio atau datang dari bepergian. Dan perhatian-perhatian itu membuatku merasa "ada". Bukan cuma mereka. Ada Kang Nadzir, koki favorit yang selalu membuatku tersenyum dengan masakan yummy-nya tiap kali aku mengeluh, "Kang, laper...". Kang Eko, lucu dengan cerita tentang adik-adiknya yang sering jadi korban keusilannya. Epul, Aan dan Iqbal, tahu bagaimana menorehkan warna mereka pada berlembar-lembar kanvas hidupku. Untuk bijaksana, Kang Rijal, Kang Alek dan Kang Hartono yang mengajariku. Kumpul untuk evaluasi radio, kemudian bertukar pikiran bersama Aureen, Chika, Jiast, Haneen, Fata, Bang Ary, Kak hatta, Kak Fery, Kak Candra, Arya, Adin, As'ad, Kang Hilmy dan semua crew radio mengaliriku banyak pengetahuan akan hidup. Ada Ana, yang memberiku kepercayaan  untuk melakukan sesuatu. Kang Rikza, yang memberitahuku banyak hal baru dalam waktu singkat. Arul, Hanif, temen-temen Walet, Kang Rif'an, Kang Miqdam, memberitahuku tentang ketulusan mereka karena sudi menjadi teman bagiku. Kang Adon, super lucu dalam kedewasaannya. Kang Mumu, Rohim, Mbak Iik, Mbak maria Ulfa, Kang Nanang, Kang Faizin, Kang Faiz ma Mbak Irma memberikan warna tak terkenali yang lain. Kang Dipo, Kang Titis, Kang Ja'far dan Elok menyisakan satu tempat untukku berada dikomunitas mungil yang kami bangun bersama di suatu waktu dimusim panas. Berada bersama mereka dan semua yang ada, memberitahuku tentang bahagiaku atas keberadaan mereka. Menjadikanku mahkluk jahat paling beruntung karena adanya mereka.&lt;br /&gt;Aku menyesal kenapa tidak menulis tentang ini dari kemarin-kemarin. Meski lagi ujian, mestinya aku nulis aja pas perasaan ini masih mengalir hangat, agar bisa memberitahumu bahwa Allah tuh baik banget, baik... banget.&lt;br /&gt;Sedangkan ini baru cuilan dari banyak cerita yang IA dongengkan untukku. Ini hanya teman-teman ditempat dimana aku sekarang berada. Belum lagi menceritakan keberadaan orang-orang baik hati yang bersedia menjadi temanku, ditempat dimana aku berada beberapa tahun yang lalu. Padahal aku bukan orang baik, tapi Allah tetap saja menganugrahkan keberadaan orang-orang baik hati disekitarku. Dan semua kebaikan itu bersumber dariNya yang Maha Baik... Allah super duper baik, baik... banget&lt;br /&gt;Luv Allah so  ^.^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saat malam begitu dingin, 7 derajat Celcius guys&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8943643477671394911?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8943643477671394911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8943643477671394911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8943643477671394911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8943643477671394911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/yen-allah-tuh-baik-banget-ya-baik.html' title=''/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6432490721536029360</id><published>2008-01-05T17:48:00.000+02:00</published><updated>2008-01-05T20:17:48.975+02:00</updated><title type='text'>2 jam 50 menit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hiyaaaaaaaaaa...... ahirnya terlewati juga hari ini. Hari yang ditunggu-tunggu sejak berbulan-bulan yang lalu. Hari ini ujian pertama! Yep, tentunya untuk semester satu, tahun ini. Dan untuk pertama kalinya juga aku ngerasain ngerjain soal-soal ujian dengan menghabiskan 2 jam 50 menit dari 3 jam yang disediakan untuk nyelesein semua soal. Kalau di Indonesia dulu kan paling cuma menggunakan seper-sekian dari alokasi waktu yang diberikan. Tapi disini? aduh... ampun deh. Sebenernya, kejadian kaya gini udah pernah digambarkan ma pembimbing --yang notabene alumni Mesir-- pas karantina sebelum keberangkatan kesini, dulu. Aku sih dulu agak-agak nggak percaya, gimanaaaa gitu. Ternyata... ahirnya aku ngalamin sendiri! Tapi emang soal kali ini bener-bener bikin puyeng orang sekelas. Ada yang terlihat megangin kepala, -takut copot kali yha- ada yang ngetuk-ngetukin pensil ke meja, bahkan ada yang nekat mau nelen pensilnya! hehehh maksudnya, nggigit-nggigit pensil gitu... Pokoknya ada beragam gaya yang dilakukan orang sekelas buat ngedapetin ilham untuk ngejawab mapel manthiq kali ini. Manthiq...oh manthiq. Kalau dipikir-pikir, manthiq tuh kan "teori berpikir". Sedangkan prakteknya tuh dah tiap hari kita lakuin. Tapi tetep aja, kenapa aku masih sering kali dibingungkan oleh "teori" yha?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Whatever... aku tinggal nunggu hasil atas semua usaha terbaik yang dah kucoba lakukan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6432490721536029360?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6432490721536029360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6432490721536029360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6432490721536029360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6432490721536029360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/2-jam-50-menit.html' title='2 jam 50 menit'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8770303376118124427</id><published>2008-01-03T17:38:00.001+02:00</published><updated>2008-01-03T18:43:54.337+02:00</updated><title type='text'>Arti</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Barusan kita serumah masak buat buka puasa. Mbak Najah ribut bikin Rawon, sedangkan Mbak Lely masak kering tempe. Aku? aku bantu-bantu aja, karena emang diantara kami bertiga cuma aku yang paling nggak bisa masak :D Apa? Mbak Mita? Mbak Mita masih di rumah temennya buat belajar bersama. Mbak Mita tuh, nggak bisa kalo belajar sendirian. Musti ada temen musyawarah ;) Beberapa menit setelah maghrib, masakan-masakan itu dah matang. Alhamdulillah... Namun sebelum menuang rawon keatas hamparan nasi --halah-- Mbak Najah memintaku buat ngicipin masakannya. Sendok didekatku ku sentuhkan ke sepanci rawon. Meniupinya pelan2 hawatir panas, rawon diatas sendok itu kini beralih ke mulutku. "Yummy... enak mbak rawonnya."kataku. Tapi kenapa seperti ada yang kurang yha? Dan kemudian disadari bahwa perasaan kurang itu ada saat tahu bahwa ngak ada "rasa pedas" di rawon itu. Yah, karena memang di kulkas lagi nggak ada cabe. Barusan Mbak Lely keluar, niatnya sih mau beli cabe. Ternyata di kios sayur juga lagi nggak ada cabe. Hmm... ternyata, cabe yang dianggap sepele, kadang jadi begitu berarti yha. Dan berapa banyak hal2 dan orang2 yang begitu berarti dan berharga untuk kita, namun tak tersadari keberadaannya.&lt;br /&gt;Jangan nunggu "kehilangan" untuk kemudian baru menyadari tentang arti mereka bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8770303376118124427?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8770303376118124427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8770303376118124427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8770303376118124427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8770303376118124427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/arti.html' title='Arti'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6007415805338466391</id><published>2008-01-03T16:02:00.000+02:00</published><updated>2008-01-03T18:42:17.876+02:00</updated><title type='text'>Kita Ngerasa Punya, Saat Kita Udah Kehilangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Begadang sepanjang malam dan tidur sehabis subuh ketika musim panas&lt;br /&gt;Tidur di malam hari, terbangun pas pagi ketika musim dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar, karena kebanyakan temen2 disini juga gitu. Mungkin karena ketika musim panas malam harinya lebih pendek dan kebanyakan kegiatan dilakukan setelah matahari agak adem, jadi salah satu faktor kenapa banyak temen2 disini begadang sampe pagi. Sebaliknya, saat musim dingin, jam 20.30 aja dah terasa larut untuk Sang malam. Keitka musim dingin, sesekali terbangun di sepertiga malam terahir, kemudian tidur lagi sebentar menunggu subuh. Kemudian kegiatan2 harian pun berjalan selayaknya. Wajar, itu sebuah rutinitas bukan? mayoritas orang2 disini juga gitu. Aku berfikir semua yang berjalan selama ini adalah sebuah rutinitas yang memang sewajarnya berjalan seperti itu. Namun saat Allah membuatku tak bisa tertidur dimalam2 musim dingin beberapa hari terahir ini, aku kemudian tahu bahwa semua adalah ni'mat dari Sang Maha Pengasih. Ni'mat yang baru kuketahui, kusadari dan kurasai pada waktu aku diuji untuk kehilangan ni'mat itu. Aku kini tahu, bahwa "tertidur jam 22.00 dan terbangun di pagi hari saat musim dingin" adalah nikmatMu. Pun, rasa kantuk yang hanya akan datang setelah subuh ketika musim panas adalah salah satu caraMu menyampaikan kasihMu lewat berjuta ni'mat yang Engkau bagi2kan gratis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6007415805338466391?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6007415805338466391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6007415805338466391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6007415805338466391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6007415805338466391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/kita-ngerasa-punya-saat-kita-udah.html' title='Kita Ngerasa Punya, Saat Kita Udah Kehilangan'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2454241879626178385</id><published>2008-01-01T20:26:00.000+02:00</published><updated>2008-01-03T15:52:47.907+02:00</updated><title type='text'>Satu Januari, 2008</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sepi&lt;br /&gt;Sepi sendiri aku benci&lt;br /&gt;*halah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi.. ahyaana.. ba'da maa amaatana wa qina 'adzabannaaar...&lt;br /&gt;Hari dah cukup sore pas aku bangun dari tidur siangku. Dan... bangun tidur ku terus.... nyari orang. "Lhoooh?? orang2 pada kemana yha? sepi amat", batinku. Masa bodo dengan keadaan sekitar, aku nerusin baca muqorror* yang setia nangkring sebantal berdua ma aku pas tidur tadi sambil buka YM :D --"buka" doang kok...-- Beberapa jenak berlalu, beberapa halaman muqorror pun terbaca. Tiba-tiba masuk Mbak lely yang udah dandan cantik banget dengan rok panjang coklatnya yang senada jilbab dan baju hitamnya. "Cantik amat mbak. Amat aja nggak cantik. Mau kemana ne?" tanyaku langsung. "Emmh! ni Anak. Bangun tidur sore2 gini. Jadi nggak beres gitu deh ngomongnya," katanya agak pelan. "Aku mau maen kerumah Ani nih O'. Jadi ntar kamu bobok snedirian dikamar yha", jawabnya kemudian. "ooowh..."reaksiku memahami jawabannya. Dan kemudian aku pun kembali mengarahkan pandanganku pada...YM! heheheh... soalnya barusan kakak sepupuku Online. Jadi, sebagai adik yang berbakti, patuh pada kedua orang tua dan suka membantu teman, aku nyapa kakakku dulu. Dan perbincangan ma Kakakku pun berlanjut by chatting...--masih tetep sambil baca muqorror, tentunya--&lt;br /&gt;Selama baca muqorror sambil chatting, aku bisa nangkep suasana sekitar. Bahwasannya Mbak Lely mau maen kerumah Ani, temen mbak Lely yang sebelumnya dah nginep dua maelm disini. Sedangkan Mbak Jihan, lagi ada tamu dan nemenin tamunya di Sholah* sono. Mbak Mita? dia terdengar gedubrakan dikamar sebelah :D trus, mbak Najah? mbak Najah kamarnya agak jauh sih dari kamarku saat ini. Jadinya aku nggak bisa mendeteksi dia lagi ngapain. Tapi diperkirakan, jam segini dia biasanya belajar. Lumayan seru juga ngobrol ma Kakak Sepupuku itu. Maklum lah, selain bahwa kita belum pernah ketemu sebelumnmya kecuali cuma liat foto dr FS --itu pun tahu masing-masing FS pas dah di Mesir sini-- kita juga emang belum kenal sama sekali. Meski keluarga dah rajin banget ngadain "reuni Bani" tiap lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Maafkan bila ku tak sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Cinta ini tak mungkin kucegah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ayat2 cinta bercerita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;cintaku padamu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;aku membarengi Rossa menyanyikan soundtrack "Ayat2 Cinta" yang terlantun dari "foobar 2000", lirih, masih sambil baca muqorror dan sesekali kirim reply pada kotak chattingku hingga tiba-tiba mbak Jihan membuka pintu kamarku dan bilang, "O'o nggak ada rencana mo keluar kan?". "Eh? kluar? nggak kok. Kenapa emang mbak?"aku balik nanya. "Nggak. Soalnya nggak ada orang dirumah kecuali kita berdua." terangnya. "Oooowh..."jawabku mengerti. Mbak Jihan kemudian nutup lagi pintu kamarku dan kembali kekamarnya. Belum jauh prediksiku tentang keberadaan mbak Jihan dari kamarku, aku berteriak padanya, "Lha emang mbak Najah ma mbak Mita kemanaaa?". Jawab mbak Jihan, dengan sedikit berteriak juga, "Mita belajar kerumah temennya dan nggak pulang. Kalo Najah, ta'ziyah...". Otakku secara cepat mengkalkulasi semuanya :&lt;br /&gt;1. Mbak Mita ke rumah temennya&lt;br /&gt;2. Mbak Najah ta'ziyah&lt;br /&gt;3. Mbak Lely maen kerumah Ani&lt;br /&gt;hhmm.... gitu yha&lt;br /&gt;Kegiatan sore itu pun berlanjut. Aku dengan muqorror, chatting dan dengerin musik sedangkan mbak Jihan masih nemenin tamunya.&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;Chatting ma Kakak sepupu, dah selesai. Dan muqorror pun kelar. Hurreeeeeeeeey... artinya: it's time to watching movie..lhah??? Yuuuuuuuuk.. Jadi gini ceritanya. Kemarin-kemarin, aku tuh maleeeees banget belajar. Nggak mood gitu. Sampai ahirnya ada teman mbak Najah yang pengen ngopy film Korea "Goong" dari kompinya mbak Najah. Dan pastinya, mbak Najah pun ngopy film2 dari hardisk temennya itu ke kompinya. Huhuuuuuy.. aku langsung ngomong ke diriku sendiri, "Ayo O'... kalo kamu dah selesai baca muqoorormu nanti, kamu tak kasih hadiah: boleh nonton satu film!!!" hihihi.. Ternyata cara ini manjur banget untuk seorang O'o. Bener aja, semangat itu langsung tersulut. Lumayan, buat 'menghidupkan' semangat belajar :P&lt;br /&gt;Eh, pas mau pindah ke kamarnya mbak Najah buat nonton, mbak Jihan dateng dan bilang,&lt;br /&gt;"O', pinjem kunci rumah dong".&lt;br /&gt;"Lhaaah?? kok malah mbak Jihan yang mo keluar. Lha tadi katanya aku nggak boleh keluar?"kataku sok protes&lt;br /&gt;Tapi toh ahirnya mbak Jihan tetep keluar juga bareng tamunya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi&lt;br /&gt;Sepi sendiri aku benci&lt;br /&gt;*halah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu deeeeeeeeh... Jadi aku dirumah sendirian, Hiks... tapi nggak pa2 kok. Sendirian dirumah bukan berarti sebuah kesedihan yang berkelanjutan. Saat kemudian aku nyetel "foobar 2000" ku kenceng2 dan bikin konser tunggal tanpa harus takut ada temen rumah yang ngeluh "tiba2 ada gangguan telinga" heheheh... Dan lagian, kalo sendirian gini, bukannya berati bahwa: rumah segedhe ini, rumah 750pound ini milikku!!!. Yah, beginilah cara "orang kesepian" membesarkan hati :P&lt;br /&gt;Yawdah deh. Gitu aja dulu kali yha cerita kali ini. Dah mo nonton ni. Habis ini baca muqorror lagi, kalo dah selesai ngasih hadiah pada diri sendiri dengan "boleh nonton film" lagi ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Diktat&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Ruang tamu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2454241879626178385?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2454241879626178385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2454241879626178385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2454241879626178385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2454241879626178385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/satu-januari-2008.html' title='Satu Januari, 2008'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8256795504512490754</id><published>2008-01-01T00:40:00.000+02:00</published><updated>2008-01-01T02:30:52.378+02:00</updated><title type='text'>Kencan pertamaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dag..dig..dug.. perasaan itu masih ada. Rasa yang....gimanaaaa gitu, tiap kali inget kencan pertamaku tadi. Kalo dipikir2, yang ngajakin keluar juga pinter banget ngambil event. Ngajakin aku keluar pas tahun baru. Kayaknya dia emang nggak berencana melewati pergantian tahun bersamaku. Soalnya tadi kita keluar jam 7-an sore gitu. Sebenernya yang ngerencanain kencan ini sih mbak Mita. Sempet bingung juga, kluar sama siapa? sedangkan mbak Mita ngotot "pokoknya harus ama pasangan masing2". Mbak Mita sih enak, dah ada gandengannya. Lha aku?&lt;br /&gt;Tadinya agak ragu sih, pas dia dateng dan menawarkan diri buat nemenin. Tapi, yah... selain nginget syarat yang diajuin mbak Mita, aku emang sebenarnya belum terlalu mengenal dia, jadi aku pengen kenal dia lebih banyak :D jadi akua hirnya keluar ma dia&lt;br /&gt;Setelah ngerasa fix dengan celana putih plus kaos hitam yang dipadu jaket hitam ma jilbab putih, aku siap untuk keluar. Dengan mantap, mbak Mita keluar bareng gandengannya. Aku  pun, dengan sedikit agak canggung berjalan bareng pasanganku. Sebenarnya agak grogi sih, soalnya ni pertama kali aku jalan didepan umum ma dia. Biasanya sih dia tak masukin tas. Lhooh??!!&lt;br /&gt;Heheheh... begitulah, malam tahun baru kali ini aku emang kluar ma pasanganku bareng mbak Mita yang juga bareng ma pasangannya. Pasangan yang digandeng mbak Mita namanya Mas Dira. Nama panjangnya... siapa ya? tadi mbak Mita ngasih tau kok. Tapi aku lupa :P klo yang jalan bareng aku, namanya Ito. Nama yang aneh bukan? untuk belantara masisir? Tapi ya, emang namanya gitu :D dia keren lho, soalnya dia tau banyak tentang hukum persidangan, gimana jadi lawyer, apa2 yang harus dilakukan lawyer. Meski pengetahuannya nggak hanya berbatas disitu, tapi aku seneng kalo denger dia ngomong tentang lawyer. Semangat gitu. Mau jadi lawyer kali yha? aku nggak sempet nanyain sih... Anyway, tadi kami tuh jalan bareng2 dari rumah. Tujuannya sih yang deket2 aja, tapi yang asyik buat nongkrong. Tempat, dimana kita bisa duduk santai, sambil makan sedikit camilan plus ngliatin org2 yang lalu lalang. Dan pilihan jatuh ke... Syabrowi* :D Yup, jadi Aku, Mbak Mita, Mas Dira ma Ito pesen tho'miyah bil bidl** trus duduk diteras Syabrowi. Kita ngobrol banyaaaak banget setelah sebelumnya melahap habis makanan yang udah dibeli. Eh, tersisa Sybsi*** rasa tomat ding, yang nemenin perbincangan panjang kami. Seru banget lo ternyata berinteraksi ma mereka, sampe kita diliatin beberapa orang yang lewat gitu. hehehhehh....&lt;br /&gt;Malam belum begitu larut, tapi dinginnya angin musim dingin dah bikin tangan kaku2. So, kita mutusin untuk pulang aja. Gitu deh, malam tahun baru kali ini cukup berkesan dengan event barusan. Seneng! makasih Allah... Oia, aku dah inget nama panjangnya Mas Dira. Nama panjangnya...Dirasah fil 'aqidah Islamiyah. Yuuuuuuuk, jadi kita tadi tuh kencan ma muqorror masing2. Kan tadi aku bilang klo "biasanya sih tak masukin tas" :P&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R3l7wWc-c6I/AAAAAAAAACk/OeBZ3znie4U/s1600-h/Pic%28268%29.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 381px; height: 282px;" src="http://bp2.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R3l7wWc-c6I/AAAAAAAAACk/OeBZ3znie4U/s400/Pic%28268%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150283719465923490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis puas duduk2 di teras Syabrowi sambil corat-coret muqorror dan ngabisin 2 tho'miyah bil bidl serta sebungkus sybsi rasa tomat, Mbak mita ngajakin ke toko buku di mahattah* ahir buat nyari kitab. Sedihnya, pas sampe di toko kitab itu, buku yang dicari ternyata nggak ada. Tapi kemudian mbak Mita ngambil buku "al-aroby" dan ngasiin uang 1.25 pound ke penjua&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R3mGbmc-c8I/AAAAAAAAAC0/3lkyHO6204k/s1600-h/Pic%28256%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 153px; height: 198px;" src="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R3mGbmc-c8I/AAAAAAAAAC0/3lkyHO6204k/s400/Pic%28256%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150295457611543490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lnya. Dari sana, rencana semula kita mo langsung pulang. Tapi kemudian kita sepakat untuk ke super market "Ar-Rayah" dulu buat belanja2. Huuuuphh.. lumayan berat euy belanjaannya, soalnya beli untuk persediaan beberapa lama sih. Tapi seneng nih. Mulai keluar dari rumah tadi, suasananya dah nyenengin gitu. Apalagi pas di Syabrowi td nggak terlalu antri panjang banget seperti biasanya. Liat aja ni &gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... tahun baru yha.  Sebagian orang bilang klo tahun baru tu buat dirayain, buat seneng2, soalnya kan cuma setahun sekali (ya iya laaaaaaah.. masak pergantian tahun terjadi dua kali dlm setahun?) sedang sebagian yang lain berpendapat klo tahun baru tuh buat perenungan.. bukannya teriak2 nggak jelas dipinggir jalan sambil tiup2 terompet. Hmmm.. sgitunya yha. Gimana kalo digabungin aja keduanya? menurutku itu lebih bisa diterima. Jadi, kita  membiarkan perasaan kita merasa bahagia di tahun baru dengan jalan2 bentar (ky yang aku dan mbak Mita lakukan :D ) tapi juga kemudian tidak menafikan pentingnya sebuah perenungan. Malam tahun baru kali ini, juga bukan berarti having fun sepenuhnya kok. Sebagai pelajar, tentunya nggak boleh ninggalin kewajiban buat belajar. Apalagi klo dah mulai deket2 ujian gini yah. Yosh!!! tetep semangat belajar ya buat smuanya... aku jg mo pamit ni, dah waktunya go to bed. Hoaaaahm.... see ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;*nama resto makanan mesir siap saji&lt;br /&gt;**makanan mesir berisi irisan tomat, wortel dan sayuran hijau plus tho'miyah(ni makanan mesir jg :D ) dibungkus gandum yang dah diolah&lt;br /&gt;***makanan ringan dari kentang. Bentuknya kaya chitato gitu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8256795504512490754?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8256795504512490754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8256795504512490754' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8256795504512490754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8256795504512490754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2008/01/kencan-pertamaku.html' title='Kencan pertamaku'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R3l7wWc-c6I/AAAAAAAAACk/OeBZ3znie4U/s72-c/Pic%28268%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2440018398287686321</id><published>2007-12-26T18:02:00.000+02:00</published><updated>2007-12-26T21:43:05.844+02:00</updated><title type='text'>...</title><content type='html'>Aku terbangun dari alam bawah sadarku. Entah ini pagi keberapa. Namun seperti pagi-pagi sebelumnya, aku memvonis bahwa KAU tak lagi mencintaiku. Karena KAU membiarkanku terbangun dan tak mendapati cintaMu. Dengan membiarkanku terbangun, sedang mentari telah berada jauh diatas sana. Padahal aku belum sholat subuh. Banyak yang terjadi beberapa pagi terahir. Kadang aku menyadari kesalahanku karena hanya memicingkan mata untuk mematikan alarm. Tapi tak selalu seperti itu, bagai putri tidur, nyenyakku begitu hangat mendekapku hingga membuatku tak mendengar alarmku atau tersadar sekedar mematikannya. Dan aku hanya bisa menyesal, karena pagi itu aku terbangun dan tak mendapati cintaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;.......... ::::: ..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu dah klarifikasi ke Ny.Wafa?"seorang ibu2 setengah baya yang mengurusi administrasi  mahasiswi tingkat dua di kampusku menanyaiku&lt;br /&gt;"Tapi saya punya kartu ujian tingkat satu dulu. Ini saya membawanya," belum sempat aku menunjukinya kartu ujianku, dia memotongku&lt;br /&gt;"Semua orang beralasan seperti itu. Saya mendapatkan data dari Ny.Wafa bahwa nama-nama yang dia berikan kepada saya adalah mahasiswi-mahasiswi yang belum memenuhi pembayaran untuk kartu ujiannya. Jadi silahkan klarifikasi ke dia"ucapnya agak marah. Sedikit temperamental memang, orang-orang mesir.&lt;br /&gt;Aku nggak habis pikir gimana mungkin aku dan teman-teman lain masuk daftar mahasiswi yang belum memnuhi pembayaran administrasi tingkat satu dulu. Sedangkan masing-masing kami bisa menunjukkan kartu ujian kami waktu tingkat satu. Kalau kami belum memenuhi pembayaran administrasi, harusnya kami nggak mungkin bisa mengikuti ujian tingkat satu.  Kalau kami nggak bisa mengikuti ujian tingkat satu, bagaimana mungkin sekarang kami bisa berada di tingkat dua? pyuuuuh.... bagaimana mungkin hal ini tidak ternalar olehnya. Namun aku nggak sepenuhnya menyalahkan Ny.Suhail. Mungkin dia hanya mengikuti birokrasi saja. Aku sudah bersiap-siap untuk menyampaikan argumentasiku. Meski aku nggak yakin aku bisa menyampaikannya dengan bahasa amiyah* yang baik dan bisa dipahami olehnya.&lt;br /&gt;"njgyhgyguigv" kata itu begitu pendek keluar dari mulut salah seorang Ibu-ibu yang berada satu ruang dengan Ny.Suhail. Aku bahkan tak sempat mendengar dengan baik apalagi mencerna apa yang barusan dia katakan. Tapi yang  pasti, Ny.Suhail langsung memberikan kartu ujianku setelah mendengar ucapan pendek yang tak terpahami olehku barusan. Urusanku selesai!!! padahal aku belum sepatah kata pun menyampaikan argumentasiku, tapi urusanku clear!&lt;br /&gt;Begitu keluar kampus, aku bisa sangat merasai cintaNya padaku. Semua ini nggak mungkin terjadi tanpa izinNya. DIA mendengar bisikku disepanjang perjalananku menuju kampus tadi. Al-qadr yang tak terhenti berdengung dan pinta agar DIA memudahkan urusanku hari ini. DIA mencintaiku, huurreeeeeeeeeeeeeeeeey... DIA mencintaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja aku pesimis bahwa KAU tak lagi mencintaiku.&lt;br /&gt;Tapi sekarang? baru saja KAU menunjukiku cintaMu.&lt;br /&gt;Sebenarnya KAU mencintaiku atau tidak sih?&lt;br /&gt;Ah, aku memang tak mengerti DIRIMU.&lt;br /&gt;Aku memang bukan hamba yang tahu banyak tentangMu.&lt;br /&gt;Hanya sedikit yang kuketahui, bahwa KAU akan selalu ada untukku&lt;br /&gt;Dan bagiku, itu lebih dari cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*bahasa arab pasaran yang dipakai untuk komunikasi di Mesir. Sedikit banyak berbeda dari b.arab fusha yang biasa dipelajari di Indonesia baik dari segi gramatikal atau beberapa kosakatanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2440018398287686321?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2440018398287686321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2440018398287686321' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2440018398287686321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2440018398287686321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/blog-post.html' title='...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-5841637172015885601</id><published>2007-12-24T00:42:00.001+02:00</published><updated>2007-12-24T01:35:54.320+02:00</updated><title type='text'>Seperti itu, mungkin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Yah, gimana ya. Ya begitulah"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Gitu jawaban temen2 yang pada rajin belajar saat tak tanyain gimana mereka bisa betah melek sampe berjam-jam ama muqorror(diktat) mereka. Apalagi klo menjelangn ujian gini, banyak bgt yang jadi rajin dadakan meski g sedikit dr mereka yang emang merupakan org2 yang dari dolo betah lama berdua-duaan ma muqorror. Tapi yang pasti, temen2 yang pada "mendadak rajin"(niru judul "mendadak dangdut" :P) bukan karena mereka baru menyadari dalamnya arti dari pribahasa "Rajin pangkal pandai" lho ya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Barusan aku sholat isya' -alhamdulillah- tepat pada waktunya karena kebetulan masih ada wudlu. Untuk musim dingin gini, mikir2 dl deh buat nyentuh2 air meski rumah2 dah banyak sakhonah(penghangat air). Dan begitulah, aku baca diktat ulum al-qur'an sehabis sholat. Dan untuk mensiasati semangat belajar, aku memberi hadiah  pada diriku sendiri untuk nonton  film tempo doeloe berjudul "Mars" yang aku dpt dr youtube setiap kali aku berhasil  menyelesaikan bacaanku dgn baik dan memahaminya. Yup, jadi saat aku selesai baca sekian paragraf, youtube-ku dah siap buat ditonton. Istirahat 10 menit-an setelah berkutat beberapa jenak, boleh doooong... sesekali bosan ma youtube, nyalain lagu kmudian ikut2 nyanyi sambil tetep baca juga membantu bagiku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Nggak terasa udah agak pegel2 ni kaki. Ahirnya beberapa kali pindah posisi duduk sambil menghangatkan badan dibalik meja. Lhooooh??!! iya, kan belajarnya pake meja duduk, yang bulet, yang bisa dan biasa buat lesehan itu(masisir byk yg punya deh. Iya, he emm yang kaya punyamu itu), trus kakiku yang emang g kebagian jaket(emang ada ya jaket buat kaki?) musti dikasih selimut. Dan tentu aja selimutku through-over bawah meja gitu. Hah, setelah rasanya perut dah mulai agak gimana2 gitu, indikasi laper sih kayaknya, aku pun berucap syukur karena alhamdulillah bacaannya dah dpt halaman sekian. Meski sebenarnya disisi hatiku yang lain aku teriak, "Apa???!!! baru dapet segini? kemana aja? perasaan td cuma break 10 menit-an bbrp kali doang deh". Yah, entahlah. Dan saat aku yakin bahwa ketidakberesan pada perutku adalah karena laper, aku pun keluar dari kolong meja(maksudku, mengeluarkan kakiku dari kolong meja. Kalau yg bgini ini pas diSD dulu namanya Majaz apa yah? itu lho, yg "menyebutkan suatu bagian secara menyeluruh tapi yang dimaksudkan adalah sebagian". Halah). Dan saat aku telah benar2 mengeluarkan kaki dari meja.... ternyata!!! Owhh, tidaaaaaak!!!Nggak kok, aku bukannya tiba2 kehilangan salah satu kakiku atau bahkan keduanya, tapi saat aku mengeluarkan kaki dari kolong meja, bersamaan dgn itu aku melihat jamku yang memberitahuku bahwa skrg dah hari SENIN pagi! sekarang udah ganti hari! padahal aku td sholat isya' tuh masih hr Ahad loooooooh(ya iya laaah. lha wong kamu tadi sholat isya' tepat waktu gitu. please deh O'). Masih dengan keherananku, aku ditambah heran dengan perutku yang jadi agak aneh. Sebenernya masih ngerasa agak2 kenyang gitu(rasa kenyang yang tersisa pas makan td sore) tp kenapa diwaktu yg sama, perutku rasanya perih kayak dah berminggu2 g dikasih makan yah? Ahirnya, kulangkahkan kakiku menuju... kamarnya Mbak Lely disebelah. Kenapa? apakah krn dia jualan nasi beserta lauknya sehingga aku harus kesana pas laper2 gini? deng..dooong... anda belum beruntung. Tebakan anda salah. Yang bener adalah karena aku mau nawarin dia makan bareng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Mbak lely..." panggilku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"sssett"--ini bunyi gerakan Mbak Lely pas memalingkan muka dari depan kompinya saat mendengar suaraku, sekaligus sebagai jawaban dari panggilanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Mbak laper nggak?" tanyaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Kenapa kamu laper ya?" katanya balik nanya. Ah, pusing jg kalau pertanyaan dijawab balik ma pertanyaan gini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Mbak... laper yuk?" tawarku. Dan Mbak lely pun mengiyakan setelah tertawa kegirangan atas tawaranku yang menggiurkan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillahilladzii ath'amanaa wa saqoona wa ja'alana minal muslimin... kenyang, enyak..enyak..enyak... lauk sayur sop "yang penuh sesak dengan daging sapi" euy. Enaaaaaaaaak banget, terlebih krn itu masakanku sendiri. hehehh... meski dah kenyang, yakin bahwa kesadaranku serta tingkat berfikirku dah pulih lagi dan yakin bisa digunakan utk mikir dgn baik dan benar, aku masih g habis berfikir kenapa waktu bs bgitu cepat berlalu pas aku belajar td. "Perasaan baru aja sholat isya' deh, kok tiba2 dah jam 00.40?" pertanyaan ituuuuuu terus yang menggelayut otakku. Sampai ahirnya aku menambatkan keharananku pada jawaban hatiku sendiri yang bilang, "Subhanallah, gini ini kali ya rasanya jadi org rajin. Para tholibul ilmi yang benar2 membaktikan jiwa-raganya pada ilmu. Mereka lupa waktu, lupa kapan harus makan&amp;amp; kapan istirahat. Yang mereka tahu, mereka begitu menikmati saat dimana mereka bisa berdua dan saling berbagi dengan kitab yang ada didekatnya. Aku bisa bilang kalau ini adalah salah satu saja dr sekian banyak keni'matan yang Allah bagi2kan pada hambaNya secara gratis. Pada siapa saja yg dikehendakinya. Mungkin ni'mat seperti ini yang dirasakan para muallif kutub al-'aridloh(ni mufrodat dpt pas baca ulum al-qur'an td :D ) yang membuat mereka bisa nulis kitab2 itu hanya dalam waktu beberapa hari saja. Keni'matan ini yang Allah berikan pada mereka yg selalu kebingungan untuk menjawab tanyaku, "kok bisa betah sih belajar sampe berjam-jam gt?". Keni'matan ini yang semoga Allah berikan untuk kedua, ketiga dan ke-sekian kalinya IA anugrahkan kepadaku, juga kepada mereka yang ber-husnudh dhon pada Allah atas semua yang ditetapkan Allah padanya. Amin :) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dan..dan..dan... meski aku begitu menikmati keadaan ini, meski aku meni'mati keni'matan belajar kali ini, tapi sepertinya nggak bijak klo kemudian aku dholim pada diriku sendiri dan kemudian memutuskan untuk meneruskan meni'mati keni'matan ini sedangkan sekarang waktunya untuk istirahat. Yop, aku harus segera menyelesaikan tulisan ini, nonton Mars episode 17 part 5, trus tidur. Karena besok musti ke kampus ngambil karneh."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hohohooo, nyadar nggak seeeeeeh, itu tadi baru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kumrentek-e ati" &lt;/span&gt;alias bisik2 hatiku aja lho. Sepanjang itu ya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yawdah deh. Met belajar lagee, jangan lupa istirahat yang cukup. Oia, beri dirimu hadiah untuk janjimu atau target yang berhasil kamu capai sesuai rencana. Mesyi? karena kamu pun berhak bahagia. Cheeers up your daaaaaaaaay ;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-5841637172015885601?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/5841637172015885601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=5841637172015885601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5841637172015885601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5841637172015885601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/seperti-itu-mungkin.html' title='Seperti itu, mungkin'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-769086547582173116</id><published>2007-12-23T22:31:00.000+02:00</published><updated>2007-12-23T22:44:25.473+02:00</updated><title type='text'>Rindu ini...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;Bukan,&lt;br /&gt;aku bukan orang baik&lt;br /&gt;bukan,&lt;br /&gt;aku bukan yang berakhlak mulia&lt;br /&gt;bukan,&lt;br /&gt;aku bukan yang berhati mulia&lt;br /&gt;bukan,&lt;br /&gt;aku bukan seorang yang keramahannya melebihi ramah Sang angin&lt;br /&gt;bukan,&lt;br /&gt;aku bukan yang bertahajjud malam sampai bengkak kakinya&lt;br /&gt;bukan,&lt;br /&gt;aku bukan yang terbaik dr kaummu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya,&lt;br /&gt;aku yang menikmati keterpurukanku&lt;br /&gt;Iya,&lt;br /&gt;aku yang mengiyakan hinaku&lt;br /&gt;iya,&lt;br /&gt;aku yang mengakui aku adalah aku dengan segala aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diantara hiruk-pikuk dunia&lt;br /&gt;ada rindu&lt;br /&gt;yg tak terpungkiri&lt;br /&gt;diantara gemerlap cahaya&lt;br /&gt;berbisik rasa&lt;br /&gt;kerinduan&lt;br /&gt;padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padamu yang mengajari banyak hal&lt;br /&gt;padamu Sang Terpilih&lt;br /&gt;akankah kau mempercayai&lt;br /&gt;akan rinduku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Inspirated by Hilal Hamada-Mohammed Nabina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-769086547582173116?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/769086547582173116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=769086547582173116' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/769086547582173116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/769086547582173116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/rindu-ini.html' title='Rindu ini...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4913382130125282203</id><published>2007-12-18T21:45:00.000+02:00</published><updated>2007-12-18T21:56:23.948+02:00</updated><title type='text'>Andai mengerti hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada yang berguncang hebat&lt;br /&gt;Di hati dua manusia&lt;br /&gt;Beratus-ratus tahun yang lalu&lt;br /&gt;Ada yang berguncang hebat&lt;br /&gt;Dalam diri Ibrahim dan Ismail&lt;br /&gt;Akan apa yang akan terjadi&lt;br /&gt;Esok pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini&lt;br /&gt;Ibrahim menata hatinya&lt;br /&gt;Relakan cinta terkasihnya, Ismail&lt;br /&gt;Sebagai bukti cinta&lt;br /&gt;Untuk Sang Maha Cinta&lt;br /&gt;Yang tenggelamkan semua cinta selainNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persembahan cinta terindah&lt;br /&gt;Bagi Yang Maha Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jika Nabi Ibrahim saja masih dimintai pembuktian cinta, apalagi kita?&lt;br /&gt;...Maha Agung allah&lt;br /&gt;Atas cinta Ibrahim padaNya&lt;br /&gt;Yang rela korbankan&lt;br /&gt;Putra tercintanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cinta yang seperti apa&lt;br /&gt;Yang tlah mampu kita persembahkan?&lt;br /&gt;Maka cinta sebesar apa&lt;br /&gt;Yang telah kita korbankan?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Malam Idul Adlha, 1428&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4913382130125282203?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4913382130125282203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4913382130125282203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4913382130125282203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4913382130125282203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/andai-mengerti-hati.html' title='Andai mengerti hati'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-83361547054209746</id><published>2007-12-16T10:51:00.000+02:00</published><updated>2007-12-16T13:20:17.946+02:00</updated><title type='text'>Biarkan Arin, Izinkan Dia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arin mendekap erat foto ditangannya. Berharap tak ada seorangpun yang menemukannya kemudian meminta foto itu darinya. Dan yang paling ditakutinya adalah jika yang meminta adalah bagian lain dari dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Buang foto itu" sisi hatinya mengancam. Hanya mata yang terus berkaca-kaca saja yang tampak menjawab. Arin menatap kearah langit lazuardi yang begitu indah bagi mereka yang sedang berbahagia hatinya. Namun keindahan itu seakan mengejeknya tentang betapa malang nasibnya. Ia mengalihkan foto itu dari dekapan kebelakang punggungnya. Tetap saja, suara-suara dalam hatinya mengetahuinya, memaksanya membakar saja foto itu. Betapapun ia telah memiliki banyak salinan satu-satunya foto yang ia miliki itu didalam hatinya, keinginan untuk menyimpan foto itu tetap saja kuat mengikatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kamu nggak bisa terus seperti ini,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Bisa. Aku bisa..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Adalah sebuah ketidakmungkinan membohongiku. Sedang aku adalah dirimu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kalau kau adalah aku, kenapa tak memahamiku? kenapa tak membiarkanku seperti ini saja. Cukup seperti ini," beberapa orang yang menghabiskan waktu istirahatnya memandang aneh kearah Arin yang sesekali terdiam lama, kemudian tiba-tiba bergumam. Sendirian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sudah Rin. Sampai kapan kau akan tetap bertahan? jiwamu lelah dengan perasaan bodohmu itu. Lihat saja. Dari tadi airmatamu hanya menggenang dipelupuk mata, tidak pernah menetes. Tidak lagi mampu menetes. Seakan kehabisan kekuatan untuk menetes, kekurangan cairan airmata untuk bergulir menuruni pipimu. Bangun RIN!" Plak!!! wajah Arin tertunduk oleh tamparannya sendiri. Namun itu tak cukup menyadarkannya. Sisa dari sebuah perasaan  yang dianggapnya hanyalah "sisa" ternyata memberinya banyak kegilaan. Kegilaan bertahan dengan semua keadaan, semua perih, semua tangisan, demi sebentuk senyum dibibir seseorang yang dihormatinya. Ya, mungkin ini bukan cinta atau entah apalah. Arin sendiri tak paham apa namanya. Menurutmu, jika seseorang yang tiba-tiba membuatmu membeku tanpa berani menatap matanya, seseorang yang membuatmu berani mendongak dan menantang pedih, seseorang yang memberimu banyak kekuatan untuk bertahan pada luka yang kau gores sendiri, seseorang yang membuatu begitu menghormatinya, apa itu yang namanya cinta? Jika iya, sepertinya Arin sedang jatuh cinta, sejak bertahun-tahun yang lalu. Hingga sekarang pun Arin masih ingin menganggap dirinya sedang jatuh cinta. Andai saja ia masih diperbolehkan menganggap dirinya seperti itu. Jika saja diperbolehkan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Masih di tempat yang sama, Arin memandang sekelilingnya yang mulai ramai. Riuh yang tercipta oleh banyak penggalan kenangan yang kini telah keluar dari otaknya, berteriak-teriak kearahnya. Dunianya sekarang memang bukan dunia dimana terdapat beberapa kenangan bersama seseorang didalam foto yang masih dipegangnya hati-hati, enggan merusaknya. Namun ternyata kenangan-kenangan itu kini malah berloncatan keluar dari dalam jiwanya. Arin melihat salinan dirinya. Satunya mengenakan baju seragam sekolah, satunya lagi mengenakan terusan hijau toska dengan gagang telephon yang didekatkan pada telinganya. Terlihat sembunyi-bunyi berbicara pada orang diseberang sana, takut pembicaraan mereka didengar oleh orang lain. Dan hal itu berjalan untuk waktu yang cukup lama. Sedangkan yang lain malah terlihat duduk bersedih disampingnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebentar kemudian bayangan-bayangan Arin tak lagi sendirian. Muncul seseorang diantara mereka, kemunculan yang membuat semuanya berhenti sesaat. Alih-alih bayangan itu pun kemudian menjadi banyak, sebanyak halusinasi Arin tentang berapa banyak bayangan-bayangan dirinya yang berlompatan dari otaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perlahan semua tokoh dalam kenangan itu bermunculan. Tapi tetap saja, Arin dan bayangan sosok seseorang didalam foto itu yang menjadi pemeran utama dalam cerita. Namun ada satu duplikat dari seseorang didalam foto itu yang terlihat menatap Arin lekat dari arah kejauhan sambil mendekap lututnya. Arin tidak mengerti kenapa ia tidak bergabung dengan yang lain dan memerankan ulang sebuah kenangan. Arin juga tidak pernah ingat bahwa ia pernah memiliki kenangan seperti itu. Seumur-umur, tidak pernah ia dilihat dengan tatapan seperti itu, selekat itu olehnya. Arin bertanya pada keheranannya, lantas kenapa otaknya menggambar sebuah fase seperti saat ini? Arin tidak berani memandang kearah mata itu, tidak pernah berani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bayangan itu kini beranjak dari duduknya. Berjalan pelan melewati semua keriuhan yang muncul dari kenangan-kenangan disekelilingnya. Arin memalingkan arah pandangnya, menyadari bayangan itu sekarang menujunya. Arin tak ingin memperlihatkan matanya yang berkaca-kaca, Arin tak ingin membuatnya hawatir dengan airmata itu. Bukankah selama ini Arin selalu tampak ceria didepannya? kecuali satu kali, saat Arin hendak meninggalkan dunianya yang dulu menuju dunianya yang sekarang, ia terpaksa memperdengarkan isakan pada seseorang yang bayangannya kini berada semakin dekat darinya. Waktu itu, hatinya tak lagi bisa berbohong untuk kesekian kali bahwa seringnya yang selama ini dikatakan oleh senyum dibibirnya adalah sebuah kebohongan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jantung Arin berdetak tak normal saat bayangan sosok dari dalam foto ditangannya telah tepat berjongkok disampingnya. Arin membuang wajahnya kearah berlawanan dari sudut bayangan itu menatap. Mulutnya terkatup rapat menyembunyikan isak. Sebuah sentuhan dapat Arin rasakan dipundaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Aku mungkin bukan orang yang paling mengerti dirimu. Tapi aku merasai pedihmu". Airmata itu ahirnya bergulir! airmata itu menuruni pipi! airmata yang sedari tadi hanya sebuah genangan dipelupuk mata kini mengalir! dan itu melegakan Arin. Sedari tadi dia memang ingin menangis, hanya ingin menangis. Sosok itu yang selama ini membuat Arin selalu tersenyum. Tapi dia tidak pernah memedulikan bahwa ternyata sosok yang sama pulalah yang mampu membuatnya menangis. Arin berbalik menatap kearah bayangan itu kini. Isaknya mulai terdengar. Ia tersentak saat melihat bayangan itu menatap bukan kearahnya. Seperti tak memiliki objek pandangan, mata itu bergerak-gerak kekanan dan kekiri sambil mengulas sebentuk senyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kenapa? kaget? aku memang tak lagi memiliki cahaya dalam mataku," Airmata Arin semakin menderas. Ia menggerak-gerakkan tangannya tepat didepan mata milik bayangan itu, mata yang tampak tetap setajam dulu. Namun seakan yang terlihat oleh mata itu hanyalah gelap. Kornea matanya tak merespon perubahan cahaya dan gerakan disekitarnya. Masih tanpa objek pandangan, bayangan itu menunggu dalam gelap matanya. Isak itu menjadi raungan saat sosok bayangan dari seseorang didalam foto itu menoleh kearah dimana Arin menjentikan jari, memberinya sebuah suara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Meski yang kumiliki kini bukanlah yang kumiliki dahulu, yakinku akan keberadaanmu membantuku menemukanmu. Aku merasaimu". Arin menjangkau lengan sosok itu kemudian melingkarkan kelehernya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Maafkan aku, harusnya cukup aku saja yang kehilanganmu, cahaya mataku." tubuhnya berguncang hebat oleh rasa yang berebut keluar lewat airmatanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa lama ia menangis, sejak langit masih lazuardi hingga senja menggantikan tugasnya memayungi bumi. Bayangan itu meraba pipi Arin yang basah. Ia menyentuh dagu Arin kemudian mendongakkannya, meminta Arin menatap kearahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kamu tidak akan menangis lagi bukan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Arin meraih kedua telapak tangan sosok bayangan itu dan meletakkannya pada kedua sisi kepalanya dan menggeleng kuat. Lalu sebuah kelegaan tergambar pada sebentuk senyum atas jawaban yang dirasai oleh Sang tangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Satu persatu keramaian para kenangan disekelilingnya  mulai memudar kemudian menghilang. Arin dibuat panik dengan apa yang terjadi. Karena kini ia baru benar-benar tahu bahwa ia tak ingin kehilangan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Jangan, jangan pergi. Tetaplah bersamaku..." kalutnya. Semua kenangan itu menoleh, menatap kearah permintaan Arin. Namun semua telah bersepakat untuk meninggalkan Arin sendirian. Bergantian, mereka menghilang dengan menyisakan sebuah senyuman, seperti ingin memberinya sebuah kekuatan. Sosok bayangan dari seseorang yang ada didalam foto yang dibawa Arin pun mulai memudar. Arin ketakutan. Ia mendekap tangan itu berharap ia tak kan pegi kemana-mana. Namun tangan itu kini telah tak tersentuh. Tak lagi terasai sepeti tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Berjanji padaku, tak akan menceritakan pertemuan kali ini pada siapapun,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Airmata Arin bergulir lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Karena tak ada seorangpun yang mampu mengerti apa yang kita rasakan. Karena hati kita pun tak mampu menemukan kata-kata untuk menceritakan pada orang lain tentang apa yang dirasainya,"lanjut bayangan itu. Arin cepat-cepat menganggukkan kepalanya, takut waktunya tak cukup untuk berkata lebih dari sekedar sebuah anggukan. Dan bayangan itu pun menghilang. Begitu saja.  Tanpa sebuah senyuman seperti bayangan-bayangan yang lain saat meninggalkannya. Pun tak terlihat kesedihan yang menghias wajahnya saat terpaksa meninggalkan Arin. Jangan-jangan Arin yang tak lagi mampu menangkap raut wajahnya yang telah benar-benar memudar dan tak terlihat?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekarang tak ada lagi orang-orang yang menatap aneh kearahnya. Sudah dari tadi mereka tak disana. Mereka telah kembali ketempat paling nyaman dimana mereka menemukan banyak cinta. Bergegas, takut-takut kalau malam akan menelan semua cinta itu kemudian menyembunyikannya dalam pekat. Sedang Arin masih ditempat yang sama, kini dipeluk sepi. Sebuah suara dari dalam hatinya berbisik, "Arin, berikan foto itu padaku... jika kau tidak cukup memiliki banyak kekuatan untuk menghanguskannya, biarkan aku yang melakukannya"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Jangan.. tolong jangan meminta foto ini. Kamu boleh memintaku berkata apa saja, melakukan apa saja, bertingkah apa saja, memerankan karakter siapa saja, tapi jangan memintaku memberikan foto ini," pandangannya memudar oleh airmata yang memenuhi pelupuk matanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Arin..." suara itu masih merayunya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Nggak! Aku janji aku akan terus memakai topeng dengan wajah tersenyum itu. Kalau perlu, aku tidak akan pernah melepasnya. Itu akan membakar hawatirmu, jika kau takut aku tak akan lagi tersenyum"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kenapa? kenapa kau harus sekeraskepala ini?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sssttt... tidak boleh. Sssst... kau tidak boleh menanyakan itu. Karena aku tidak akan memberitahumu. Karena tak ada seorangpun yang mampu mengerti apa yang kami rasakan. Karena hati kami pun tak mampu menemukan kata-kata untuk menceritakan pada orang lain tentang apa yang dirasainya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Meskipun padaku? bukankah aku adalah bagian dari dirimu?"tanya hatinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sssshhh..." Arin meletakkan jari telunjuk menutupi sebagian mulutnya, "Kamu nggak boleh tahu..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sepi menggelayut pada angin yang membawanya. Menebarkan senyap pada hati yang sedang menyendiri. Juga pada Arin yang membungkam isaknya pada lengan yang menyilang mendekap lututnya. Arin sendirian dalam ceracaunya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kamu tidak boleh tahu kenapa, kalian tidak bisa paham mengapa..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk: sebuah ucapan bertuliskan "Terimakasih"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-83361547054209746?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/83361547054209746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=83361547054209746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/83361547054209746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/83361547054209746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/biarkan-arin-izinkan-dia.html' title='Biarkan Arin, Izinkan Dia'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4558957759057342080</id><published>2007-12-15T11:58:00.000+02:00</published><updated>2007-12-15T12:26:04.823+02:00</updated><title type='text'>Ganteng</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R2OotWc-c5I/AAAAAAAAACc/nZlU-DkgY5Y/s1600-h/14441-chibi-ouran-high.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144140696461931410" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 332px; CURSOR: hand; HEIGHT: 273px" height="300" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R2OotWc-c5I/AAAAAAAAACc/nZlU-DkgY5Y/s400/14441-chibi-ouran-high.jpg" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ehm..&lt;br /&gt;Pembicaraan kali ini agaknya akan sedikit sen-si-tif :D&lt;br /&gt;Tentang ganteng. Ganteng tu relatif, hmm.. dah pasti dong. Tapi hampir sebagian besar cewek sepakat klo daftar orang2 yg disebutkan dibawah ini adl org2 ganteng&lt;br /&gt;1. Ken Zhu (F4)&lt;br /&gt;2. Vic Chou(F4)&lt;br /&gt;3. Vannes Wu(F4)&lt;br /&gt;4. Jerry yan (F4)&lt;br /&gt;5. Lee Jun-ki&lt;br /&gt;6. Dennis O(aktor di film "sweet spy")&lt;br /&gt;7. Doni Ada Band&lt;br /&gt;8. Tom cruis&lt;br /&gt;9. Nicholas Saputra&lt;br /&gt;10. ...&lt;br /&gt;Dan entah berapa deret lagi nama-nama itu akan berjejer. Kegantengan yg ada didiri mereka hampir sama. Sama-sama bikin gadis2 bisa teriak-teriak histeris ato sampe nggigit2 bantal yg ada didekapan, pas ngliat cowok2 diatas. Tapi sifat ganteng yg ada dimasing2 mereka beda2, tentunya. Tapi satu yang pasti, mereka semua non-muslim!&lt;br /&gt;Aku nggak habis pikir ya. Kenapa org2 yg begitu memikat dgn kegantengan dan kecantikan mereka tuh kebanyakan adl org2 non-muslim. Apa mgkn krn mrk terjun didunia entertainment yg membuat mrk dikenal org byk? seluruh dunia mengenal, bahkan. Lalu apakah kemudian tidak ditemukan "sesosok org ganteng" dibelantara jutaan Muslim yg ada? ooh..banyak dong.. kitanya aja yg g tau. Soalnya mereka memang kayaknya lbh memilih utk menjadi "artis" lokal--krn sifat tawadlu' mereka kali ya? :D--&lt;br /&gt;Dalam artian, para org2 ganteng yg Muslim, g perlu kemudian harus saingan dgn para cowok2 ganteng dr non-Muslim dgn menjadi entertainer juga, dong?&lt;br /&gt;Aaagghhh.. bingung euy. Aku masih belum ngerti juga knp mereka begitu menjerat erat dalam kenyataan dan mimpi. Tapi tiap kali mengingati org2 ganteng non-Muslim itu, tiap kali juga langsung mengiang ayat-Nya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Wa la'abdun mu'minun khoirun min musyrikin walau a'jabakum"(dan hamba sahaya laki2 yang beriman itu lebih baik daripada laki2 musyrik walaupun ia menarik hatimu. Al-baqoroh[2:221])&lt;br /&gt;hiks... betapa pilunya hatiku.. :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yah, jadi ya gitu deh. Allah memang Keren dgn keMaha Tahuan-Nya. Kebayang nggak sih, betapa perhatiannya Allah pd kita dgn mengingatkan kita ttg akan banyaknya cowok2 non-Muslim yg begitu, ehm.. cakep. Makanya jauh2 hari IA telah memperingatkan. Udah sejak zaman baheula dulu, sejak JAUH2 HARI lho. Subhanallah, Maha SuciNya yg jauh dari Ketidaksempurnaan.&lt;br /&gt;Dan ternyata, problem ttg "Keterpikatan pd non-Muslim" g hanya menyerang cewek doang lho. Aku yakin, 'beberapa' bahkan 'byk' cowok yg kesengsem ma cewek non-Muslim. Baik itu para entertainers ato juga sekedar cewek2 yg ktemu dijalan pas ngambilin sapu tangan tuh cewek yg jatuh ato tabrakan yg g disengaja --hihiihi..kayaknya aku kbanyakan nntn pilem deh--&lt;br /&gt;Kembali akan terlihat betapa romantisnya Allah dgn segala perhatian yg diberikanNya pada ayat yg sama: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;"Wa la-amatun mu'minatun khoirun min musyrikatin walau a'jabatkum"(dan hamba sahaya perempuan yang beriman itu lebih baik daripada perempuan musyrik walaupun ia menarik hatimu. Al-baqoroh[2:221])&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Hupppffhh.... gimana dong?? perasaan suka itu kan fitrah?"&lt;br /&gt;"Yup, bener bgt.."&lt;br /&gt;"So?"&lt;br /&gt;"Tapi bukan berarti kefitrahan itu g bisa dikontrol kan?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, kita udah cukup gedhe dong utk mikir konsekuensi dan segala tetek-bengeknya klo kita emang bener2 ngejalin hubungan dgn non-Muslim--apalagi klo sampai memutuskan utk menikah-- tanpa mengesampingkan ayat 221 pd surat Al-baqoroh yg jelas2 menyebutkan secara beruntun dan jelas bgt ttg "keterpikatan pd non-Muslim".&lt;br /&gt;Haaaah...&lt;br /&gt;whatever, smua tu boleh aja dilakukan asal tau ilmunya aja. Ada "innamal a'maalu binniyat" dan sederet argument laen. Pokoknya asal tau sumber atas prinsip yg diambil, insyaallah semuanya baik2 saja. Allahu a'lam.&lt;br /&gt;By the way-anyway-bus way, meski aku masih blom cukup pinter utk ngambil keputusan for problem solvingnya "Keterpikatan pd non-Muslim" tadi buat diri aku sendiri, aku lebih berhati2 dgn milih utk sekedar memendam rasa keterpikatanku pd cowok2 ganteng itu dalam hati aja. Ups..! sekarang udah pada tau semua ding ya klo aku secret admire-nya cowok2 ganteng yg ada di "10 list" diatas itu ;))&lt;br /&gt;Selain itu, aku juga jadi addicted utk koleksi image mereka dr google, trus nyari gambar terganteng milik mereka dan memandanginya berlama2. Sambil bergumam, "Subhanallah, Maha Agung pencipta ciptaan ganteng ini.."&lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;Peace ye. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;copied from blog-friendster of mine&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4558957759057342080?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4558957759057342080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4558957759057342080' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4558957759057342080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4558957759057342080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/ganteng.html' title='Ganteng'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R2OotWc-c5I/AAAAAAAAACc/nZlU-DkgY5Y/s72-c/14441-chibi-ouran-high.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-6354894054734120166</id><published>2007-12-13T21:58:00.000+02:00</published><updated>2007-12-13T22:22:44.174+02:00</updated><title type='text'>Kamu membuatku iri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Enak sekali menjadi dirimu. Memiliki banyak teman, ada sahabat yang memperhatikan, tersedia hati2 yang membelamu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Indah sekali duniamu. Mimpimu menjadi nyata, harapmu tak sekedar asa, qalbumu menyimpan banyak ketulusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bahagia sekali hidupmu. Allah mengingatkanmu dimana kau berada. Allah memberitahumu apa2 saja yang harus dan tak harus kau lakukan. Allah membuat orang-orang paham, melihat, mengerti, merasai keberadaan benteng dalam hatimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan itu bukan padaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan bahkan Allah mengajarimu cara bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah sayang banget ya ama kamu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-6354894054734120166?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/6354894054734120166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=6354894054734120166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6354894054734120166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/6354894054734120166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/kamu-membuatku-iri.html' title='Kamu membuatku iri'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-7074775602364081389</id><published>2007-12-11T20:32:00.000+02:00</published><updated>2007-12-11T22:47:46.604+02:00</updated><title type='text'>Pelestarian Makhluk Halus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Heheheh.. jadi ketawa-ketawa sendiri ngebaca tuh judul. Yap, critanya sih mo mengkisahkan tentang film horor yang kesekian kali aku tonton dan tlah aku tonton kesekian kalinya. Gimana nggak nonton berkali-kali? ni film beneran mencekam banget dengan kesunyian yang dia bikin. Tapi sebenernya sih ada alasan laen kenapa aku nontonnya berkali-kali dalam waktu yang nggak berselang lama. Yang pertama sih nonton bareng Yeyen. Tapi cuma disk satu yang isinya cuma sepertiga tu film. Tiga perempat bagian yang lain aku tonton sendirian dikamar karena Yeyen ternyata nggak berani nerusin nonton dan milih untuk minta anter pulang dan nggak jadi nginep dirumahku. Dan...begitulah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Aku ahirnya nganterin Yeyen pulang sedangkan Mbak Najah ma Mbak Lely ke Hayyu Asyir. Mbak Mita nggak terdeteksi berada dimana, dan yang ada dirumah cuma Mbak Jihan. Itu pun dia lagi tidur :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Boong kalo aku ngaku nggak takut tiap nonton tuh film2 horor yang selama ni aku tonton. Tapi, gimana yha, ada perasaan tertantang dan rasa penasaran pada dunia mereka—makhluk kasatmata— yang memberiku banyak kekuatan untuk nguji andrenalinku. Heheheh..pokoknya suka :P Nah, diterusin ceritanya yha... So, malem itu aku nonton sendirian aja. Mbak Jihan tidur dikamar sebelah. Aku bener-bener sendirian!!! And know what? heheheh(nyengir dulu  klo keinget gimana tingkah polahku pas nonton sendirian i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tu) jadi malu. Soalnya saat terjadi pertengkaran batin antara nerusin nonton atau nggak, aku ahirnya memutuskan untuk nonton meski harus sendirian aja. Dan demi keselamatan jantungku, aku nonton tuh film dari jarak yang lumayan jauh dari kompi. Yah, namanya juga penasaran ma lanjutan ceritanya, tp tetep dengan agak-agak takut gitu. Hwehehehh...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang seru dari film ni adalah disana kumpul banyak banget setan dan demit, ato lebih akrab di sebut sebagai bangsa 'kajiman' di film itu. Setting yang harus mengevakuasi penduduk satu kota bahkan Jakarta ini, bener-bener sukses menciptakan sebuah kesunyian yang 'wow'. Keadaan ternyata membuatku  nonton film ini kedu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;a kali. Kali ini aku ditawan oleh Mbak Jihan untuk jadi guider dia nonton film ini. "Aku sengaja nanya2 kekamu biar aku tahu adegan2 mana yang bikin jantungan. Biar jantungku siap-siap untuk kaget" begitu katanya saat film itu telah usai. Aku cuma senyum-senyum saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"O'o...ahirnya anak2 nonton film itu juga..." teriak Mbak Jihan padaku yang sedang mengambil air minum di dapur. Karena selama menonton film tadi, Mbak Jihan nggak mengizinkanku kemana-mana. Aku melongokk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;an kepala sambil meneguk gelas berisi air putih yang kubawa. Terlihat Mbak Najah dan Mbak Lely yang sudah duduk berjajar rapi didepan kompi. Keduanya sama-sama mengenakan rukuh lengkap. Mbak Lely terlihat ragu-ragu menutup matanya dengan sebagian rukuhnya. Sedangkan Mbak Najah melirik-lirik takut. "Hahahah..ceritanya mau mengantisipasi gangguan setan, jin dan makhluk halus ya. Kok pake rukuh gitu" candaku. Aku t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;au dong kalau mereka tu baru aja sholat ashar, makanya mereka belum mencopot rukuh yang mereka kenakan. Atau mungkin, mereka benar-benar tak ingin mencopot rukuh itu untuk perlindungan diri? heheehh..whatever...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berdua, mereka menikmati film. Tampak saat Mbak Jihan yang sempat asyik bersama mereka ahirnya memilih keluar kamar dan mencari kegiatan lain daripada harus sport-jantung lagi, mereka tak melepaskan pandangan mereka untuk tak menatap kompi. Lhoo?? yah, nglirik-nglirik dikit laaah... :D Aku sih cuma berdiri didekat pintu saja. Memperhatikan dari jauh sambil meneguk habis minumanku. Mau gimana l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;agi? masak mau nonton lagi? baru saja aku selesai menemani Mbak Jihan kok. Aku hendak beranjak keluar kamar menyusul Mbak Jihan yang udah duluan, tadinya ingin meletakkan gelasku ketika tiba-tiba terdengar koor kompak, "O'o....... mau kemana? jangan kemana-kemanaaaaa..." teriak Mbak Najah ma Mbak Lely. Hohohoo... "Lha Mbak Jihan boleh kemana-mana kok aku nggak boleh?"godaku sambil pura-pura meninggalkan kamarku yang memang cukup besar jika hanya ditinggali dua cewek yang agak ketakutan plus penasaran dengan jalannya crita hantu yang sedang ditonton. Namun suara-suara itu menahan langkahku, "O'o...jangan kemana-mana...". Pilu rasanya hatiku mendengarnya, hwehehehhh(peace, Mbak2... aku pas pertama nonton yo wedi banget kok :P). Ahirnya, harus nonton yang ketiga kalinya. Puassss banget. Dan ta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;u dong, yang ketiga ini karena nemenin Mbak Najah ma Mbak Lely nonton film yang sama dan itu berturut-turut setelah tadinya nemenin Mbak Jihan. Weleh2...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Wah, kota mati kayak gitu kok masih ada manusia yang selamet ya." komentar Mbak Lely pas adegan dimana pemeran utama dan rombongannya menemukan sesosok misterius ditengah-tengah kota yang sama sekali sepi tanpa penghuni. Bukan tanpa alasan Mbak Lely bilang gitu. Karena setelah mengamati beberapa lama, sang gadis misterius yang tak dikenal itu terkapar pingsan dan salah satu pemeran utamanya membopong sang gadis ke dal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;am satu-satunya mobil mereka dan membawa serta bersama mereka. Yah, seperti apa yang paradigma berikan pada kita adalah bahwa yang namanya makhluk halus itu nggak bisa disentuh. Nah, kalau yang satu ini bisa sampe dibopong segala, artinya dia bukan lelembut. Begitu mungkin qorinah yang Mbak Lely dapatkan hingga berkomentar seperti barusan. Mendengar komentar Mbak Lely, aku yang udah pengalaman nonton film ini menjawab, "Kok yakin banget sih Mbak kalo itu tuh manusia?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Aaaaaaa..." reaksi keduanya, lag-lagi kompak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Eh..eh, liat deh. Habis ini bagus. Hantunya terekam di kamera lhoo"  laporku. Mbak Najah langsung seratus persen memalingkan waj&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ahnya dari kompi. Sedang Mbak Lely, serasa mendapat nafas baru saat mendengar HPnya berbunyi. Beralasan mengecheck kabar dari HPnya, dia beranjak dari depan kompi. "Mbak2, jangan lewatin yang satu ini. Kali ini bagus deh. Ntar rambutnya si Mieke ditowel-towel ma hantu tuh" ungkapku dilain waktu saat melihat Mbak Najah ma Mbak Lely masih ogah-ogahan nonton film itu, meski aku tau mereka pasti penasaran dengan jalannya cerita. "Ah, O'o ni. Dikit-dikit dibilang bagus. Perasaan tadi dah bilang klo kali ini bagus. Kok habis ini kamu bilang 'bagus' lagi?"gerutu Mbak Najah protes pada cerewetku. Aku cuma nyengir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yah, gimana dong. Lha wong emang film ini bagus je. Namanya juga suka" &lt;/span&gt;batinku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain kekaguman pada desa yang jadi begitu senyap, akting para pemeran yang bisa dibilang beginner tuh nggak bisa diremehin. Gadis desa misterius yang diperankan partisipan di klip lagu milik Ungu "kekasih gelapku" itu punya mata yang bagus dan punya ekspresi2 yang yahut untuk  menambah suasana jadi tambah mencekam dan bikin deg-degan. Apalagi Warno. Berprofesi sebagai driver, dia bisa  pas banget jadi ice-breaker dan sekedar memberi jenak pada jantung para penonton film ini untuk berdetak normal. Atau sekedar memaksa penonton untuk sedikit tersenyum, sedikiiiiiit saja. Yah, anyway, setelah tamat nonton film horor ini, aku bisa bilang klo film horor ini yang lumayan bermutu dibanding yang laen. 12am?bangsal 13, Hantu, Suster Ngesot, serial Disini ada setan, "Disini ada setan" the movie, Tusuk Jelangkung? kebanyakan film-film itu cuma menebar teror aja. Tapi kali ini, nggak sekedar menampilkan hantu-hantu dan memberikan paradigma bahwa mereka lah makhluk-makhluk yang patut diwaspadai, n&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;i film ngasih tau kita untuk menjaga kelestarian hutan dan 'kelestarian' makhluk halus. Lhoo?? untuk jawabannya, silahkan nonton sendiri film ini. Hihihii...(halah, ketawaku pun dah terkontaminasi gara2 nonton film ni sampe 3 kali).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dan satu lagi yang bikin aku tambah greget, ni film bisa memunculkan komentar yang sama dari 3 kali penonton yang berbeda(aku, Mbak Jihan dan Mbak Najah-Mbak Lely). Jadi, tepat pas  adegan Yudha dan Kanaya nemuin Fino, kameramen yang sempat dikabarkan hilang, kemudian kumpul bareng ma orang-orang yang ada(semuanya ada 6 orang saat itu).  Sebagian mereka meminta untuk pulang ke Jakarta. Namun Yudha memutuskan untuk tinggal di desa tak berpenghuni itu demi mencari M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;anda, sang reporter yang tadinya dikabarkan hilang bersama Fino, namun hingga saat itu masih belum terdeteksi keberadaannya. Hampir semua dari kami berkomentar, "Yudha ngapain sih? uuugh.. udah deh, mereka cepetan balik aja ke Jakarta. Ngapain sih mereka disana?". Kayak gitu tuh, soalnya kami juga ngerasain suasana yang mencekam dan nggak enaaaak banget. Padahal adegan itu baru di-sepertiga dari film ini lho.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi, meskipun dianggep sebagai penduduk rumah ini yang paling pe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;mberani, ada satu hantu yang aku tu alergi banget menatap lekat kearah kompi klo hantu satu ini muncul :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berikut foto beliau :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R17x6_69A_I/AAAAAAAAACU/nHQ5UdHPUng/s1600-h/AngkerbatuBromidee.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R17x6_69A_I/AAAAAAAAACU/nHQ5UdHPUng/s400/AngkerbatuBromidee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142813820397093874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More than just a "Jelangkung".  Kamu musti nonton. Harus!!! mekso pokoe :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-7074775602364081389?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/7074775602364081389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=7074775602364081389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/7074775602364081389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/7074775602364081389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/pelestarian-makhluk-halus.html' title='Pelestarian Makhluk Halus'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R17x6_69A_I/AAAAAAAAACU/nHQ5UdHPUng/s72-c/AngkerbatuBromidee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8252819878139186314</id><published>2007-12-09T13:49:00.000+02:00</published><updated>2007-12-09T14:43:31.152+02:00</updated><title type='text'>Untuknya yang mengerti, Zufa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa kabar Fa? Sudah berapa banyak cerita yang terlewat olehmu? Buku dongeng itu mungkin merindukanku. Sudah lama aku tidak menceritakan dongengku kemudian menuliskannya disana. Aku berharap, suatu saat nanti tangan ini masih cukup kuat untuk memberikannya sendiri padamu. Eh, bagaimana kabar dia Fa? Bagaimana dengan kakak sepupuku? apa kabar mereka?&lt;br /&gt;Mungkin kau berfikir bahwa aku tidak tahu banyak tentang mereka. Padahal, jika saja kau tau, angin selalu paham bagaimana memberiku kabar. Satu keramaian pada daun, pun dapat kupahami meski mereka hanya berbisik pada dedaunan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fa... masihkah merasaiku? Maaf jika saat ini melupakanmu. Semua bukan inginku, tapi entahlah. Apapun nanti, jika suatu saat kau menemukan duniamu, telah cukup bagiku untuk membawa pulang kisahku, kisah kita. Meski tak akan ada lagi seseorang yang bisa dengan tepat menebak bahwa aku baru saja menangis tanpa mata yang membengkak, tanpa hidung yang memerah. Meski aku tak akan menemukan lagi jaket biru yang menyelimutiku saat aku terbangun dari tidurku. Meski tak ada lagi yang mengerti tentang apa yang harus dilakukan saat aku menangis. Meski tak ada lagi yang akan mampu melihatku saat awan menyembunyikanku dibalik putihnya.&lt;br /&gt;Mau cerita apa ya Fa? aku kadang sengaja mengarang sebuah cerita hanya agar bisa duduk bersamamu. Atau aku kadang kebingungan untuk mengurutkan cerita mana yang akan terlebih dulu aku ungkapkan. Sedangkan kau seringnya menjawab pendek, "Alah... aku udah tau Mbak" dengan mengarahkan pandanganmu lurus ke depan dan tanpa menoleh padaku. Bagaimana bisa? padahal aku baru saja akan menceritakannya.  Dan kau hanya menyungging satu sisi bibirmu, menggerakkan ekor matamu, mengerjap kearahku yang merasa heran dengan ini dan kemudian kembali menatap pada objek tak jelas yang ada dihadapanmu sana, sebagai jawaban. Waktu kita hanya dipenuhi kebisuan yang berdesakan, karena kau selalu mencuri semua dongeng yang akan kuceritakan padamu dari mataku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kamu curang Fa! namun kau membuatku nyaman untuk menghabiskan waktu bersamamu dalam diam. Hanya memainkan ujung dedaunan dan tertanam dalam pot kecil disebelah kananku, disaat kau melingkarkan tangan pada lututmu yang kau dekap. Hanya melihat bintang, hanya sekedar mengomentari orang2 yang lewat, hanya menerawang. Peka kah kau Fa? Kita tidak pernah menatap wajah satu sama lain lebih dari 2 menit. Karena kita tidak butuh itu kan Fa? keberadaan satu diantara kita disamping satu yang lain adalah cukup.&lt;br /&gt;Dan seandainya yang tampak oleh mataku nanti hanyalah pekat, detakan jantungku yang akan mengenali kehadiranmu disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8252819878139186314?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8252819878139186314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8252819878139186314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8252819878139186314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8252819878139186314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/untuknya-yang-mengerti-zufa.html' title='Untuknya yang mengerti, Zufa'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-5985128717494008668</id><published>2007-12-02T22:07:00.000+02:00</published><updated>2007-12-02T22:14:09.423+02:00</updated><title type='text'>Tadi Sore</title><content type='html'>Sore tadi, nggak tau kenapa pengeeen banget kerumah Layyin&lt;br /&gt;Sore tadi, nggak tau kenapa pengennya nyampe kerumah Layyin dengan jalan kaki&lt;br /&gt;Sore tadi, tercapai juga cita2 untuk jalan kerumah Layyin jalan kaki(dari sabi' ke bawabah dua)&lt;br /&gt;Sore tadi, jalan sambil ngedengerin kasetnya Samson&lt;br /&gt;Sore tadi, ada alasan kuat kenapa aku masih saja mendengarkan lagu2 Samson&lt;br /&gt;Sore tadi, hingga sore tadi aku benar-benar bersyukur karena kau telah membuang benda itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-5985128717494008668?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/5985128717494008668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=5985128717494008668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5985128717494008668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5985128717494008668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/tadi-sore.html' title='Tadi Sore'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2735103285041879064</id><published>2007-12-02T10:57:00.000+02:00</published><updated>2007-12-02T11:08:37.304+02:00</updated><title type='text'>Bintang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Bintang kini bersinar. Cahayanya menembus hati siapa saja"&lt;br /&gt;"Huh, mereka hanya mampu melihat bintang saat bintang itu bersinar saja"&lt;br /&gt;"Memang. Bukankah bintang dapat dikenali saat ia memancarkan sinarnya?"&lt;br /&gt;"Tapi, kemana mereka saat bintang itu belum bersinar? idak bisakah mengetahui keberadaan bintang saat ia belum bersinar?"&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin melihat bintang. Jika ia tidak akan terlihat tanpa sinarnya?"&lt;br /&gt;"Bukan melihat, tapi merasai. Hanya beberapa orang saja bukan? yang bisa merasai bintang saat sebelum ia bersinar seperti sekarang ini? Meski tertutupi pelangi, meski tersilau oleh bintang lain yang bersinar lebih pijar, hanya sedikit saja orang, yang bisa merasai keberadaan bintang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Njenguk Elok, 11, 30 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2735103285041879064?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2735103285041879064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2735103285041879064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2735103285041879064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2735103285041879064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/12/bintang.html' title='Bintang'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-2924129517286213800</id><published>2007-11-29T21:27:00.000+02:00</published><updated>2007-11-29T23:17:58.826+02:00</updated><title type='text'>Anjani</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:130%;" &gt;Anjani berjalan pelan merunut trotoar jalan raya. lalu lalang mobil dan para pejalan kaki yang bergegas berlawanan darinya, tak mengganggunya. Anjani hanya berjalan pelan, terus lurus tanpa memandang kearah depan. Yang ia tahu, ia hanya ingin berjalan. Sebenarnya, kalau saja tidak mengingat rasa malu yang ada didirinya, juga rasa malu pada Tuhannya, ia pasti sudah membalikkan badan dan berlari menemui Syauqi, menanyakan kepastian akan perasaannya. Anjani hanya ingin tahu, adakah dia sendirian? atau Syauqi merasakan hal yang sama? namun keindahan ajaran agamanya membelenggunya dalam sangkar suci yang melindunginya dari hal-hal hina. Toh, jika memang adanya Syauqi adalah memang untuk melengkapi hidup Anjani, maka diujung waktu nanti, pun mereka akan bertemu meski waktu dan jarak mengurung mereka pada ruang yang berlawanan. Anjani mendongakkan kepalanya menatap kedepan. Menghembuskan kegundahannya lewat nafas beratnya. Secercah asa menggodanya saat matanya berhenti pada halte bus yang terlihat sepi didepan sana. Halte, dimana Anjani, Syauqi dan teman-teman lain pernah berada. Dulu, saat mereka hendak pergi ke suatu tempat, mereka memutuskan untuk naik bus umum. Hanya sekedar ingin merasakan nikmatnya sebuah kesengsaraan. Dulu, Anjani dan Syauqi hanya mampu terdiam. Memangnya apa yg bisa mereka bicarakan? Bukan jarak tempat duduk yang membuat mereka bisu. Namun, begitulah agama mereka mengajari, untuk menahan apa yang ada dihati. Kemudia mengungkapkannya, nanti, saat waktunya tiba. Waktu yang tepat...&lt;br /&gt;Anjani mendekati halte bus itu. Malu-malu, dia duduk tepat disebelah tempat dimana Syauqi dulu pernah duduk. Masih terdiam, masih membisu, seperti dulu. Kebisuan yang seakan berbicara tentang banyak hal. Anjani mengayun-ayunkan kakinya sambil mendongak berbisik pada langit. Pipi Anjani memerah saat benar-benar tersadar dengan apa yang dilakukannya saat ini.  "Aku kebanyakan nonton film nih kayaknya," gumamnya pada angin. Biasanya, saat sedang rindu dan tidak bisa bertemu, sang pelaku utama akan mendatangi tempat dimana ia dan kekasihnya biasa bertemu. "Kekasih"? hah, Anjani saja masih menyimpan kebimbangan dalam hatinya. Belum sah rasanya memanggil Syauqi sebagai kekasihnya. Tapi tak apalah. Toh tidak ada yang tahu. eh? "Biasa bertemu"? bertemu dengan Syauqi saja jarang-jarang. Kalau bukan untuk kepentingan orang banyak, Anjani maupun Syauqi tidak akan berani bertemu tanpa alasan, begitu agama menjaga keindahan sebuah hubungan lawan jenis. Itupun tidk hanya berdua-duaan saja. Yah.. dan begitulah.&lt;br /&gt;Anjani kembali memandangi bangku kosong disebelahnya, bangku dimana Syauqi dulu pernah duduk disana. Mengalihkan pandangannya dari langit pada mobil yang berlalu lalang, angkuh, mengejar urusan mereka masing-masing tanpa memedulikan Anjani yang masih saja mendekap kebimbangannya. Dingin membuat Anjani meraih syal hijaunya kemudian melingkarkannya ke leher. Sedikit terusik, Anjani membenahi letak duduknya. Namun ia masih tak ingin meninggalkan tempat itu. Karena cara yang dipikirnya terlalu  kekanak-kanakan itu ternyata terasa begitu nyaman dan mampu mendamaikan hatinya. Angin kembali mengusiknya, memain-mainkan jilbab yang menutupi mahkota indah yang terjaga dibaliknya. Anjani kembali menghembuskan resah hatinya dan berniat melepaskan kebimbangan yang sedari tadi didekapnya.&lt;br /&gt;Sebuah penantian, akan suatu waktu, dimana semua tak akan lagi membawa kebimbangan. Yang ada hanya damai, sebuah kepastian, bahu yang terbuka lebar saat ia butuh sandaran, jemari yang menggenggam saat ia butuh uluran tangan, punggung yang hangat saat ia ingin menangis...&lt;br /&gt;Bisikan angin memberitahu Anjani akan wangi khas mentari yang beranjak pergi. Anjani berdiri dari duduknya, bersama waktu yang menemaninya dalam penantian. Sedang Anjani pun menyadari bahwa Syauqi tak lama lagi akan pergi, meninggalkan Anjani atau membawanya serta. Seperti sore yang hanya mampu terdiam menatap  mentari yang membisu, menghilang pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Winter, Halte, 16:40&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-2924129517286213800?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/2924129517286213800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=2924129517286213800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2924129517286213800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/2924129517286213800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/anjani.html' title='Anjani'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-3036016833616579814</id><published>2007-11-27T17:34:00.000+02:00</published><updated>2007-11-29T22:14:59.959+02:00</updated><title type='text'>LSBNU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0xFjc_q1WI/AAAAAAAAAB8/YQQ6pwsftPc/s1600-h/DSC07815.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137557750303872354" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 379px; cursor: pointer; height: 300px;" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0xFjc_q1WI/AAAAAAAAAB8/YQQ6pwsftPc/s400/DSC07815.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ki-ka: Asif, Rikza, Hamid, Siroj, Laila, Nanang, Mumu, Ahlis, Elhaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Haaah... lembaga2 di NU tuh emang kebanyakan isinya singkatan2. Aku aja ampe g hafal. Termasuk yang satu ini. Kalau saja aku bukan menjadi org didalamnya, mungkin aku tak semahir ini menyebutkan kepanjangannya. Singkatan yang memiliki kepanjangan "Lembaga Seni dan Budaya Nahdlatul Ulama" ini memilihku menjadi anggota barunya beberapa waktu yang lalu. Tentu, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri. Sekaligus sebagai amanah atasku yang sudah dipercayai dan ditunjuk kemudian diresmikan menjadi pengurus didalamnya. Dari namanya saja, sedikit banyak tentu sudah tergambar apa aja kegiatan yang kami handle. Alhamdulillah sampai saat i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;ni, beber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;apa kegiatan k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;esenian dan kebudayaan sudah terlaksana. Seperti hunting tempat2 bersejarah kemudian napak tilas kesana, atau kegiatan2 lain spt melukis bersama dan ber"kasak-kusuk sastra". Waduh, banyak banget deh kegiatannya, alhamdulillah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Come in, &lt;/span&gt;lihatlah lebih dekat dunia kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, beberapa hari yg lalu, setelah menunggu beberapa jenak, ahirnya kami semua(pengurus LSBNU) bisa kumpul2 bareng. Padahal biasanya, ada beberapa teman yg tdk bs datang dikarenakan overlapping dgn acara lain. Namun karena kami sama2 tahu dan paham bahwa event kali ini sayang untuk dilewatkan, maka alhamdulillah jadwal hari itu berhasil kami atur sehingga bisa datang pada acara kumpul pengurus LSBNU kali ini. Tapi... namanya juga manusia, hanya bisa merencanakan. Toh, hasil ahir itu ada ditangan Allah. Senyum di bibir kami sedikit memudar saat mengetahui bahwa ternyata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; kami harus rela menghabiskan sore 25 November yg lalu tanpa kehadiran satu lagi makhluk cantik pengurus LSBNU yg tdk bs hadir. Temen2 udah hampir manggil tukang pijet buat ngurut jempol mereka yang mulai pegel2 gara2 berulang kali menghubungi teman cewek yg satu lagi-LSBNU cm punya 2 pengurus cewek. Kenapa? Tanya saja sama Kak Mumu, Sang Koordinator :D- tapi jangankan kabar, sambungan telepon yang sampe terdengar lelah berdengung itu pun hanya mengiring hembusan angin krn seseorang diseberang sana tak kunjung mengangkat HPnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Finally, &lt;/span&gt;moment yg dijadikan sebagai farewell party untuk salah satu rekan kami itu pun terpaksa harus dilaksanakan tanpa kehadiran satu lagi pengurus cewek yang g juga datang hingga langit sore mulai terlihat teduh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi meski tak bisa memberikan sebuah kesempurnaan sore itu, aku -dan aku yakin smua tmn2 LSBNU- ingin memberikan bingkisan kebahagiaan paling besar dan memenuhinya dengan gulungan sejuta cerita didalamnya, untuk teman yang selama ini berada bersama kami, Kak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Elhaq.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-3036016833616579814?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/3036016833616579814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=3036016833616579814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3036016833616579814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/3036016833616579814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/lsbnu.html' title='LSBNU'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0xFjc_q1WI/AAAAAAAAAB8/YQQ6pwsftPc/s72-c/DSC07815.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1052999038249236143</id><published>2007-11-26T22:55:00.000+02:00</published><updated>2007-11-27T17:33:34.814+02:00</updated><title type='text'>Mereka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;Untuk:&lt;br /&gt;Orang-orang yang&lt;br /&gt;Mencoba merobohkanku&lt;br /&gt;Melukai sendi-sendi&lt;br /&gt;Yang selama ini kokoh menopangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada:&lt;br /&gt;Mereka yang&lt;br /&gt;Berkali-kali melukaiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak tahu&lt;br /&gt;Saat aku tak kuat berdiri&lt;br /&gt;Akan ada "mereka"2 yang lain&lt;br /&gt;Yang mengulurkan jemarinya untuk digenggam&lt;br /&gt;Menyodorkan bahunya untuk bertopang&lt;br /&gt;Mempersembahkan kata2nya&lt;br /&gt;Agar aku tetap bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan "mereka" ini lah...&lt;br /&gt;Yang tanpa sadar menenangkan resahku&lt;br /&gt;Menguatkanku&lt;br /&gt;Mengobati lukaku&lt;br /&gt;Kakak2 yang mengusap kepalaku dan berkata, "Semua ada waktunya,"&lt;br /&gt;Seorang adik yang memelukku dari belakang,&lt;br /&gt;Menempelkan bibirnya ke telingaku, "Kamu akan baik-baik saja, Mbak"&lt;br /&gt;Sahabat yang menatap langsung pada mataku&lt;br /&gt;Dan berucap, "Aku disini. Kamu tidak sendirian ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0s0Zc_q1SI/AAAAAAAAABc/6iYKa_Ou1Xk/s1600-h/1_626336227l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0s0Zc_q1SI/AAAAAAAAABc/6iYKa_Ou1Xk/s320/1_626336227l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137257411830797602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0w37s_q1UI/AAAAAAAAABs/DdqoB47LjZo/s1600-h/iil.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0w37s_q1UI/AAAAAAAAABs/DdqoB47LjZo/s320/iil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137542773752911170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1052999038249236143?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1052999038249236143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1052999038249236143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1052999038249236143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1052999038249236143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/mereka.html' title='Mereka'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0s0Zc_q1SI/AAAAAAAAABc/6iYKa_Ou1Xk/s72-c/1_626336227l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4542947571811857042</id><published>2007-11-26T21:35:00.000+02:00</published><updated>2007-11-26T21:51:50.046+02:00</updated><title type='text'>Huh!!!!!</title><content type='html'>Senang?&lt;br /&gt;Membuatku menjadi orang lain,&lt;br /&gt;Memaksaku memainkan karakter org lain,&lt;br /&gt;Puas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku disini melumuri wajahku dgn perihku. Menyadari bahwa yang kau kenal selama ini adalah bukan aku. Tapi orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4542947571811857042?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4542947571811857042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4542947571811857042' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4542947571811857042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4542947571811857042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/senang-membuatku-menjadi-orang-lain.html' title='Huh!!!!!'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-1544524435656078071</id><published>2007-11-26T20:36:00.000+02:00</published><updated>2007-11-26T21:30:41.373+02:00</updated><title type='text'>Aku ku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Haaaah...&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;     Heeehhh...&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Fyuuuuh....&lt;br /&gt;         Halah...&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mmm...&lt;br /&gt;            &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau tahu kan kalau aku tidak lagi mempercayai hatiku? harusnya kamu tahu itu. Kamu juga tahu kan kalau aku nggak se-pemberani itu untuk klarifikasi? harusnya kamu tahu itu. Kamu tahu kan kalau aku selalu terhenti ditempat yang sama? tempat dimana aku tercekik oleh tangan yang sama, dibelai oleh sayap yang sama. Kamu tahu kan? harusnya kamu tahu itu. Kamu tahu kan kalau kamu akan merasakan apa yang kuderita saat kau menatap sekilas saja mataku? harusnya kamu tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah.&lt;br /&gt;Menjadi apa saja.&lt;br /&gt;Seperti apa saja.&lt;br /&gt;Kenapa tidak boleh? It's me. Any Objection?&lt;br /&gt;Maaf kalau tak bisa menjadi sepertimu&lt;br /&gt;Maaf jika semua tak berjalan seperti apa yang kau ingini&lt;br /&gt;Tapi, bukankah itu berarti bahwa semuanya berjalan sesuai inginku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu peduli?&lt;br /&gt;a. Saat kita memahami orang lain&lt;br /&gt;b. Saat kita dipahami oleh orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cih, nggak mudah membuat sesama manusia saling memahami"&lt;br /&gt;"Siapa bilang? kamu saja yang tak mampu merasainya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan mereka yang telah ada membuatku tak lagi merasa ada. Kadang aku terlihat begitu jelas, kemudian menjadikan aku tak lagi aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari daftar dibawah ini, siapa yang kamu kenal?&lt;br /&gt;- Laila&lt;br /&gt;-O'o&lt;br /&gt;-Nur&lt;br /&gt;-Kholilah&lt;br /&gt;-Nur Laila Kholilah&lt;br /&gt;-Nia&lt;br /&gt;-Laila Ibrahim&lt;br /&gt;-Tante-ne Yeyen&lt;br /&gt;-(kosong)&lt;br /&gt;-(kosong)&lt;br /&gt;-(kosong)&lt;br /&gt;*isi draft kosong sesuai kata hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku asline ki mou meh nulis opo to&lt;br /&gt;:-?&lt;br /&gt;aKu kU. aNy oBjeCtion?&lt;br /&gt;Aku pengen nulis tanggalnya ni,&lt;br /&gt;26-11-2007, 21:28:57&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-1544524435656078071?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/1544524435656078071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=1544524435656078071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1544524435656078071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/1544524435656078071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/aku-ku.html' title='Aku ku'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-4013249978239646883</id><published>2007-11-26T20:17:00.000+02:00</published><updated>2007-11-26T21:57:56.224+02:00</updated><title type='text'>Kepada Waktu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kenapa kembali lagi?&lt;br /&gt;Setelah pernah pergi&lt;br /&gt;Untuk apa kesini?&lt;br /&gt;Bisakah untuk jangan kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya aku mengerti&lt;br /&gt;Andai saja kau bisa memilih&lt;br /&gt;Pasti kau tak akan membiarkan orang-orang bersedih karena kedatanganmu&lt;br /&gt;Dan bila pun aku bisa memilih&lt;br /&gt;Aku memilih untuk tidak mendekatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang membawamu&lt;br /&gt;Padaku&lt;br /&gt;Mendekat kearahku&lt;br /&gt;Biarkan aku memelukmu&lt;br /&gt;Menyambutmu dengan senyumku&lt;br /&gt;Meski kau kemudian hanya mencabikku&lt;br /&gt;Meninggalkan luka didadaku&lt;br /&gt;Tembus mengenai hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan aku mendekapmu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;untuk makhluq bernama "masalah"&lt;br /&gt;Maaf, membiarkanmu sendirian dgn kesendirianmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-4013249978239646883?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/4013249978239646883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=4013249978239646883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4013249978239646883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/4013249978239646883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/kenapa-kembali-lagi-setelah-pernah.html' title='Kepada Waktu'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-5752261222106300642</id><published>2007-11-26T10:04:00.000+02:00</published><updated>2007-11-26T10:32:05.441+02:00</updated><title type='text'>My Way</title><content type='html'>Sruuuppp....&lt;br /&gt;Aku meneguk susu hangat yang sengaja kujadikan sarapan pagiku kali ini. Tapi tetap saja tak mampu mengenyahkanmu dari pikirku. Entahlah, kenapa aku jadi begitu meributkan keberadaanmu. Bukankah  engkau telah lama berada dihatiku? menempati bilik spesial disana? Ah, nampaknya aku perlu mengakui bahwa aku bisa  menjadi sosok yang childish sekali kalau berbicara menyangkut dirimu. Inginnya, kau kumiliki seorang saja. Nggak ada orang lain yang memilikimu. Tapi bagaimana mungkin? sedang pesonamu kini telah dikenal banyak orang. Sudah berapa orang yang menyatakan cinta padamu? secara terang-terangan memujamu? lewat lagu, puisi, cerita... Hmmm...nampaknya aku akan memiliki semakin banyak saingan. Eh? saingan? seperti aku pernah menyatakan cinta padamu saja. Padahal... Maaf lah. Aku terlalu pengecut. Merasa tak pantas mengungkap hal itu padamu. Aku memang sama sekali tidak pernah mengungkapkan cintaku padamu--hingga saat ini ahirnya aku tak tahan untuk tidak menulis sesuatu tentang perasaanku padamu--&lt;br /&gt;Aku tau, siapa aku. Aku nggak perlu repot-repot membawakan bunga untukmu kemudian menyatakan cintaku. Mengagumimu, memandangimu dari jauh saja telah cukup bagiku. Entahlah. Pokoknya, "Aku suka kamu". hehehehh... maksa ya. Nggak masalah. Toh, kamu nggak akan pernah tahu.&lt;br /&gt;Maaf, karena menyimpan pesonamu dalam hatiku. Menikmatinya sendiri. Maaf, karena berada dibarisan paling belakang para manusia yang kini membanjir disekekilingmu. Namun cinta ini tetap sama, kekaguman yang akan tetap ada. Pada sayapmu yang terukir indah olehNya. Pada warnamu yang terkombinasi elok olehNya. Pada keadaanmu, bahkan sebelum kau menjadi seperti saat ini, Kupu. Kau tak akan pernah tahu, aku menyukaimu hingga sedekat ini, Kupu. Tetaplah secantik saat ini, Kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0qD-8_q1RI/AAAAAAAAABU/vCc5HKUCDV0/s1600-h/941029341l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 364px; height: 252px;" src="http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0qD-8_q1RI/AAAAAAAAABU/vCc5HKUCDV0/s320/941029341l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137063442517775634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu&lt;br /&gt;Mendatangkan cinta&lt;br /&gt;Aku putuskan&lt;br /&gt;Memiih dirimu&lt;br /&gt;Setitik rasa itu&lt;br /&gt;Menetes dan semakin parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kurasa&lt;br /&gt;Getar jantungmu&lt;br /&gt;Mencintaiku&lt;br /&gt;Apalagi aku&lt;br /&gt;Jadikanlah diriku&lt;br /&gt;Pilihan terahir hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butterfly...&lt;br /&gt;Terbanglah tinggi&lt;br /&gt;Setinggi anganku&lt;br /&gt;Untuk meraihmu&lt;br /&gt;Memeluk batinmu&lt;br /&gt;Yang sempat kacau karena merindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butterfly...&lt;br /&gt;Fly away so high&lt;br /&gt;As high as hopes i pray&lt;br /&gt;To come and reach for you&lt;br /&gt;Rescuing your soul&lt;br /&gt;The precious messed up&lt;br /&gt;Fals to me and you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini jauh&lt;br /&gt;Namun kita tempuh&lt;br /&gt;Bagai bumi ini&lt;br /&gt;Hanya milik berdua&lt;br /&gt;Biar kuberlebihan&lt;br /&gt;Mendekatimu&lt;br /&gt;Namun ku tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cih, Melly dan Andhika yang lebih dulu dan terang-terangan menyatakan cintanya padamu.&lt;br /&gt;Kupu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-5752261222106300642?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/5752261222106300642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=5752261222106300642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5752261222106300642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/5752261222106300642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/sruuuppp.html' title='My Way'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0qD-8_q1RI/AAAAAAAAABU/vCc5HKUCDV0/s72-c/941029341l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-7334912793705305111</id><published>2007-11-23T01:44:00.001+02:00</published><updated>2007-11-23T02:16:37.845+02:00</updated><title type='text'>Will Ya</title><content type='html'>Will you know&lt;br /&gt;That I'm thinking of You?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do You realize&lt;br /&gt;That I'm searching for You?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can You feel&lt;br /&gt;That I'm looking at Your shadow?&lt;br /&gt;Only at Your shadow&lt;br /&gt;When I know nothing about you&lt;br /&gt;At that time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wait the time&lt;br /&gt;When I can tell you&lt;br /&gt;How long I've waited for You&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-7334912793705305111?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/7334912793705305111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=7334912793705305111' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/7334912793705305111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/7334912793705305111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/will-ya.html' title='Will Ya'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-424385575714685346</id><published>2007-11-21T04:40:00.001+02:00</published><updated>2007-11-21T05:12:14.418+02:00</updated><title type='text'>Saat ini...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Huh, tergugu lagi&lt;br /&gt;Setelah senyum yang pernah hadir&lt;br /&gt;Kenapa resah?&lt;br /&gt;Bukankah kemarin baru saja tertawa?&lt;br /&gt;Jika kemudian menangis...&lt;br /&gt;Bukankah memang berputar seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahahh...&lt;br /&gt;Kamu nggak sekuat itu kan?&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;Kau sebenarnya tidak serapuh yang terpikir?&lt;br /&gt;Yang tetap mendongak&lt;br /&gt;Berani berbicara&lt;br /&gt;Tentang kebenaran&lt;br /&gt;Yang dicuri oleh awan,&lt;br /&gt;Disembunyikan diantara taburan bintang,&lt;br /&gt;Dibawa lari nyanyian burung,&lt;br /&gt;Meski dengan airmata yang bergulir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu nggak sekuat itu kan?&lt;br /&gt;Atau&lt;br /&gt;Kamu tak serapuh yang terpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh awan akan tersingkap, mengungkap&lt;br /&gt;Bintang akan mengaku&lt;br /&gt;Burung akan kembali bernyanyi merdu&lt;br /&gt;Tentang yang pernah tak terlihat oleh mata&lt;br /&gt;Tadinya hanya oleh hati&lt;br /&gt;Yang tahu&lt;br /&gt;Dan mengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jantungku tiba2 berdegup kencang, oleh keresahan yang beberapa saat lalu mengancam keadaan hatiku. Kemudian hilang. Kini datang lagi. Hanya karena seonggok kata. Kata-kata yang sebenarnya sangat tidak kupahami. Sepenggal pendek barisan kata dalam layanan pesan singkat HP. Sial. Keterbatasan karakter membuat sang pengirim tak menyadari keambiguan kata yg diciptakannya. Parahnya, ketidakjelasan itu mengobrak-abrik hatiku yang tadinya sudah mulai sehat setelah sempat sakit. Perasaan tak nyaman itu menjalar keperutku. Menimbulkan perasaan yang aneh. Bukan sakit perut. Tapi ya memang keanehan yang seperti ini lah yang menyerangku tiap kali ketidaknyamanan menyentuh rasaku.&lt;br /&gt;Tuduhan!!! Sial. Aku selalu lemah dimata makhluk bernama "tuduhan". Tanpa bukti, dia bebas mencabik-cabik kerudungku. Tanpa klarifikasi, dia berhasil menghancurkan semua yang terbangun oleh kekuatan hati. Tanpa kejelasan, dia dengan sangat leluasa melenggang atas nama kebenaran. Konfirmasi? perlukah? toh "tuduhan" itu akan seketika terbebas dari pertanggungjawaban saat satu orang saja membelanya dengan berkata, "Itu hanya baru sebatas sangkaan kok".&lt;br /&gt;Tuduhan=prasangka? Cih, aku terlambat untuk mengakui bahwa "prasangka" bisa begitu berbahaya. Meski aku sudah mengenal teori ini begitu lama. Bahkan sejak dulu, duluuu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak yakin dengan kekuatan kebenaran. Tapi aku tidak mengingkari keberanian yang menggenang tenang saat bersamaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-424385575714685346?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/424385575714685346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=424385575714685346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/424385575714685346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/424385575714685346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/saat-ini.html' title='Saat ini...'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1159220606694127175.post-8371616800334591789</id><published>2007-11-19T22:55:00.000+02:00</published><updated>2007-11-20T00:22:08.353+02:00</updated><title type='text'>Lam Leikooooooooooom ^o^</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0IFqc_q1KI/AAAAAAAAAAM/A86saM3LU0U/s1600-h/1_720648346l%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0IFqc_q1KI/AAAAAAAAAAM/A86saM3LU0U/s320/1_720648346l%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134672752051672226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-family: arial;"&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Selamat dataaaaaaaaaaang...&lt;br /&gt;I can say that "it's my world". so, setelah ucapan selamat datang td, kata selanjutnya yg pengen aku umumkan adalah bahwa akan ada bermacam perasaan yang akan mengalir dsini. Yah, namanya juga blogspot, tempat dmn smua orang bs nulis apa aja, kapan aja dan untuk siapa aja. jadi, klo nanti ada tokoh, nama dan tempat yang mirip atau serupa dgn dunia nyata, itu semua BUKAN fiktif! :D Gimana dong, lha wong emang aku hidup disana, didalamnya.&lt;br /&gt;Mmmm, awalnya aku g tertarik bikin blogspot. Meski sebenernya salah satu tmnku yg udah mencapai tingkat "master" blogspot nawarin aku mo ngebikinin blogspot. Tp akunya nolak. Aku g mau aja jd org yg latah(krn ahir2 ni emang blogspot lg nge-trend kan). but at least, ahirnya ni blogspot terlahir jg karena permintaan seseorang. ehm....jadi malu. Yeeeeeeee, jgn GR. yg pasti orang itu bukan kamu :P&lt;br /&gt;Suatu pagi, pas aku masih agak ngantuk2 gitu, ada sms masuk. di sms itu "seseorang yg slalu ada dihatiku" bilang klo dia kangeeeeeeeeeen banget dan dia pengen aku bikin blogspot sebagai mediator buat dia (dan mgkn jg buat kamu2) denganku. santai2..peace, si pengirim itu bukan siapa2 kok. dia itu kakak kandungku :P&lt;br /&gt;dan begitulah, sejarah lahirnya blogspot ini. yg jd perkiraanku, pertanyaan selanjutnya yg ada dipikiran kamu adl "kenapa ni blogspot beridentitaskan "wewe_baikhati"? hehehehh... klo untuk yg satu ini, cm org2 yg udah pernah liat dan kenal ma aku yg bisa ngejawab :D (PD bgt yak)&lt;br /&gt;Sengaja tulisan pertama ini bernuansakan ungu(dr mulai foto sampe huruf), as colour that I luve so.&lt;br /&gt;Sebagai muqaddimah, g pantes dong ya klo ngomong banyak2. jd, kayaknya udah aja dulu deh. tak ucapin makasih banyak juga untuk mereka yg udah mampir dan ngliat2 blogspotku. dan untuk yg udah ninggalin koment-nya, aku bakal ngasih ucapan terimakasih yg "lebih banyak" lagi ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1159220606694127175-8371616800334591789?l=wewebaikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/feeds/8371616800334591789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1159220606694127175&amp;postID=8371616800334591789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8371616800334591789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1159220606694127175/posts/default/8371616800334591789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wewebaikhati.blogspot.com/2007/11/lam-leikooooooooooom-o.html' title='Lam Leikooooooooooom ^o^'/><author><name>wewe_baikhati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14303281103313125515</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GYf6t0dskY0/R0IFqc_q1KI/AAAAAAAAAAM/A86saM3LU0U/s72-c/1_720648346l%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
